Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh

Siapa bilang gerakan ibu-ibu cuma soal arisan? Di Semarang, “ibu-ibu posyandu” justru lagi naik kelas, dari ngurus balita di kampung, sampai bikin kampus di Amerika ikut angkat topi. Pelan tapi pasti, dampaknya nggak main-main.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 6:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
HARI KARTINI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri peringatan Hari Kartini di Balai Kota Semarang, Selasa, (21/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Peran perempuan di Kota Semarang lagi nggak kaleng-kaleng. Bahkan, gaungnya sampai terdengar ke level internasional. Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat peringatan Hari Kartini ke-147 di Halaman Balai Kota, Selasa (21/4).

Menurut Agustina, kontribusi perempuan di Semarang bukan cuma terasa di dalam kota, tapi juga mulai dilirik dunia sebagai contoh nyata pemberdayaan berbasis komunitas.

Baca juga: IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya

Salah satu yang jadi spotlight adalah sekitar 16 ribu kader posyandu. Mereka ini kerja tanpa banyak sorotan, tapi dampaknya besar, jadi garda depan kesehatan masyarakat. Dan yang bikin makin “wah”, praktik ini sampai diapresiasi oleh akademisi dari California State University, Amerika Serikat.

“Waktu saya diundang ke sana, mereka kagum bagaimana kader posyandu kita bisa menjaga kesehatan masyarakat. Ini bukti kalau rasa tanggung jawab sosial bisa tumbuh dari masyarakat, terutama perempuan,” kata Agustina.

Ekonomi Warga

Bukan cuma soal kesehatan, perempuan Semarang juga aktif di gerakan lingkungan lewat program “Semarang Wegah Nyampah”. Bareng kader PKK dan komunitas, mereka mengelola bank sampah yang nggak cuma bikin lingkungan lebih bersih, tapi juga muter ekonomi warga sampai Rp2,2 miliar.

Di sisi lain, Pemkot juga ngebut membangun 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Program ini jadi semacam “ruang aman” sekaligus tempat berkembang bagi perempuan dan anak di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Agustina menegaskan, posisi perempuan sekarang sudah jauh berubah. Mereka bukan lagi sekadar objek pembangunan, tapi sudah jadi pemain utama yang ikut menggerakkan perubahan. “Kalau perempuan berdaya, keluarga kuat, masyarakat tangguh, dan Semarang makin hebat,” tegasnya.

Baca juga: Bukan Sekadar Piala, Malamnya Perempuan Semarang Unjuk Karya

Momentum Hari Kartini ini jadi pengingat kalau kiprah perempuan Semarang nggak cuma berdampak lokal, tapi juga mulai jadi inspirasi global. Pemkot pun terus dorong perempuan untuk upgrade diri, berani ambil peran, dan terus meluaskan pengaruhnya.

Ironisnya, saat sebagian orang masih debat soal “peran perempuan itu di mana”, ibu-ibu posyandu di Semarang sudah duluan jalan jauh, bahkan sampai bikin dunia ikut nengok. Kadang yang paling berdampak memang bukan yang paling ramai, tapi yang paling konsisten kerja. (tebe)

You Might Also Like

Kasus Pungli Batam Meledak, Pejabat Imigrasi Langsung Dicopot

Final Tanpa Rival: Sujarwanto Calon Tunggal Ketum KONI Jateng 2025-2029

Dua Dekade Beraksi, Ki Bedil Akhirnya Tumbang Dibekuk Polisi

Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

TAGGED:agustina wilujengpemkot semarangposyandu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya
Next Article Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sisa Dua Laga, PSIS Tunjuk Kas Hartadi Jadi Nahkoda

Gapura Undip berdiri di Jalan Prof Soedarto. (google streat view)

Curang UTBK di Undip, Ada Peserta Bawa Alat Bantu Dengar

Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

Nggak Cuma Nangkep Penjahat, Polisi Juga “Ngurus Pesangon”

Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Bejo Jahe Merah Ikut “Ngawal” 16 Ribu Pemudik Jateng

Maret 17, 2026
Mahatmi Rismartanti (26), lulusan Sastra Jepang asal Malang, Jawa Timur, yang menjadi satu di antara 10 pengemudi profesional yang akan dikirimkan ke Jepang.
Ekonomi

10 Pengemudi Profesional Indonesia Diberangkatkan ke Jepang, LPK Hiro: Peluang Kerja Menjanjikan

Juni 17, 2025
Info

Empat Kapolda Diganti, Ada Apa Ini?

September 26, 2025
Daerah

Senyum Guru Brebes Buyar: Kaget Potongan Gaji Nyelonong Jutaan

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?