Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!

R. Izra
Last updated: April 17, 2026 7:27 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi OTT KPK.
Ilustrasi OTT KPK.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi solusi gizi nasional justru kena warning dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Masalahnya? Tata kelolanya dinilai terlalu terpusat di Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga berpotensi rawan konflik kepentingan dan bikin banyak celah korupsi.

Dalam kajian terbaru, KPK menyoroti dominasi BGN yang jadi aktor tunggal dalam program jumbo ini. Alhasil, peran pemerintah daerah jadi kayak penonton, padahal mereka yang paling dekat dengan kondisi lapangan.

Bacaaja: Viral Motor Listrik BGN Bikin Menkeu Purbaya Kaget: Tahun Lalu Anggarannya Saya Tolak
Bacaaja: Wakil Kepala BGN Kena Prank Pas Sidak, Ternyata Dapur MBG di Dekat Kandang Sapi

Padahal, program yang resmi jalan sejak Januari 2025 ini punya anggaran fantastis, melonjak dari Rp71 triliun jadi Rp171 triliun. Tapi sayangnya, lonjakan dana ini nggak dibarengi sistem pengawasan dan regulasi yang matang.

KPK menilai, model yang terlalu sentralistik ini bikin mekanisme kontrol alias checks and balances jadi lemah. Dampaknya? Risiko konflik kepentingan, inefisiensi, sampai potensi korupsi makin terbuka lebar.

“Pendekatan yang terlalu terpusat meminggirkan peran daerah dan melemahkan pengawasan,” tulis KPK dalam laporannya, Jumat (17/4/2026).

Nggak cuma soal struktur, masalah juga muncul di level teknis. KPK menemukan penentuan mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dan lokasi dapur masih minim transparansi.

Akibatnya, muncul dapur-dapur yang nggak memenuhi standar. Bahkan di beberapa daerah sempat muncul kasus keracunan makanan, ini jadi alarm serius buat program yang menyasar masyarakat luas.

Belum lagi soal mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper) yang dipakai. Bukannya simpel, skema ini justru dinilai memperpanjang birokrasi dan membuka peluang permainan anggaran.

Imbasnya, dana yang seharusnya buat makanan bisa tergerus biaya operasional lain.

Instansi penting malah gak dilibatkan

KPK juga menyoroti minimnya pelibatan instansi penting seperti Dinas Kesehatan dan BPOM dalam pengawasan keamanan pangan. Padahal, dua lembaga ini krusial buat memastikan kualitas makanan tetap aman.

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak langsung ke kualitas program di lapangan.

Melihat banyaknya celah, KPK mendesak pemerintah buat nggak setengah-setengah. Sistem MBG harus dirombak, dari yang super terpusat jadi lebih kolaboratif.

Artinya, pemerintah daerah harus dilibatkan lebih aktif, mulai dari penentuan penerima manfaat, lokasi dapur, sampai pengawasan.

Selain itu, KPK juga mendorong lahirnya aturan yang lebih kuat, minimal setingkat Peraturan Presiden, biar pembagian tugas jelas dan sistem keuangan lebih transparan.

Tujuannya satu: biar program besar ini nggak cuma megah di angka, tapi juga aman, tepat sasaran, dan bebas dari praktik nakal di belakang layar. (*)

You Might Also Like

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Dua Nama Resmi Jadi Tersangka OTT Cilacap, Siapa Dia?

Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Korupsi Plaza Klaten, Habis Rapat Terbitlah Amplop

TAGGED:bgncelah korupsidominasi bgnheadlinekorupsiKPKMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KAI Daop 4 Semarang resmi melepas perjalanan perdana KA Brumbung Cargo, di Stasiun Brumbung, Rabu (16/4/2026). KA Brumbung Cargo ini melayani rute Pasoso, Jakarta sampai Brumbung, Jawa Tengah, bolak-bali, dengan kapasitas angkut mencapai 800 ton. (ist) Bisa Angkut 800 Ton Sekali Jalan, KA Brumbung Cargo Resmi Beroperasi
Next Article Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist) Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Permainkan Harga Kedelai, Mentan Ancam Cabut Izin Usaha

Pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti sosialisasi pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/4/2026).

KPK Sebut Celah Korupsi Masih Terbuka Lebar di Pati, Siapa Hendak Bermain Lagi?

Koleksi berbagai macam keris yang dipamerkan dalam Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk “Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno” di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4/2026).

Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist)

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Oktober 29, 2025
Info

Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: “Saya Pedangdut, Bukan Birokrat”

Maret 5, 2026
Info

Peringatan Eks-Penyidik KPK untuk Kepala Daerah: Tinggal Nunggu Waktu Ditangkap . . .

Maret 11, 2026
Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)
Fokus

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

April 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: KPK Sentil Program MBG: Dominasi BGN Rawan Konflik, Potensi Korupsi Terbuka Lebar!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?