Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aksi Tak Pantas Kampus Untirta Bikin Publik Geram Banget, Mahasiswa Rekam Dosennya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Aksi Tak Pantas Kampus Untirta Bikin Publik Geram Banget, Mahasiswa Rekam Dosennya

Insiden ini terjadi di lingkungan kampus Pakupatan, Kota Serang, tepatnya di Gedung B pada siang hari. Waktu itu suasana kampus masih berjalan seperti biasa, aktivitas perkuliahan dan mobilitas mahasiswa terlihat normal tanpa ada tanda-tanda kejadian mencurigakan.

Nugroho P.
Last updated: April 4, 2026 10:04 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi kamar mandi.
SHARE

BACAAJA, CILEGON – Dunia kampus yang harusnya jadi ruang aman malah diguncang kabar nggak enak dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Seorang mahasiswa berinisial MZ diduga melakukan aksi pelecehan dengan merekam seorang dosen di dalam toilet, kejadian yang langsung bikin banyak pihak naik darah sekaligus prihatin.

Insiden ini terjadi di lingkungan kampus Pakupatan, Kota Serang, tepatnya di Gedung B pada siang hari. Waktu itu suasana kampus masih berjalan seperti biasa, aktivitas perkuliahan dan mobilitas mahasiswa terlihat normal tanpa ada tanda-tanda kejadian mencurigakan.

Korban yang merupakan dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik awalnya tidak menyadari ada sesuatu yang janggal. Ia masuk ke kamar mandi seperti biasa, tanpa mengira ada tindakan yang melanggar privasi sedang terjadi.

Namun situasi berubah ketika korban melihat gerakan mencurigakan dari sela-sela bilik kamar mandi. Dari situ terungkap bahwa ada ponsel yang mengarah ke dalam, diduga digunakan untuk merekam tanpa izin.

Kesadaran itu membuat korban langsung bereaksi cepat. Tanpa menunggu lama, pelaku langsung dicegat dan diamankan di lokasi sebelum sempat melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Informasi lengkap terkait kejadian ini disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Untirta, Muhammad Ridham. Ia menjelaskan bahwa korban langsung mengambil tindakan tegas begitu menyadari aksi tersebut.

Saat diamankan, pelaku sempat berusaha mengelak. Bahkan disebut-sebut mencoba menghindar dengan mengaku bukan bagian dari mahasiswa Untirta. Namun situasi tidak berhenti di situ.

Korban yang merasa dirugikan langsung berteriak meminta bantuan. Petugas keamanan kampus pun segera datang untuk mengamankan pelaku dan memastikan kondisi tetap terkendali.

Proses pemeriksaan awal kemudian dilakukan, termasuk pengecekan terhadap ponsel milik pelaku. Dari sinilah fakta yang lebih mengejutkan mulai terungkap.

Di dalam galeri ponsel tersebut, ditemukan sejumlah foto dan video yang diduga memiliki pola serupa dengan kejadian yang baru saja terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa aksi tersebut bukan pertama kali dilakukan.

Temuan ini tentu memperparah situasi. Dugaan bahwa pelaku mungkin sudah melakukan tindakan serupa sebelumnya membuat kasus ini semakin serius untuk ditangani.

Pihak kampus pun tidak tinggal diam. Kasus ini langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk fakultas tempat korban mengajar.

Dalam pernyataan resminya, pihak fakultas menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus. Mereka menyatakan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.

Selain itu, kampus juga menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan penuh kepada korban. Hal ini dianggap penting agar korban merasa aman dan mendapatkan dukungan yang layak.

Di sisi lain, tuntutan agar kasus ini diusut tuntas juga datang dari kalangan mahasiswa. Mereka berharap proses penanganan berjalan transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Ridham juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh. Ia meminta agar pelaku diberikan sanksi yang adil sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu.

Kasus ini rencananya akan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah ini diambil agar penanganan tidak hanya berhenti di ranah internal kampus.

Kejadian ini sekaligus jadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Kampus yang seharusnya jadi tempat belajar dan berkembang justru tercoreng oleh tindakan yang melanggar etika dan hukum.

Banyak pihak kini mendorong adanya evaluasi sistem keamanan di lingkungan kampus. Mulai dari pengawasan fasilitas umum hingga mekanisme pelaporan kasus pelecehan.

Selain itu, edukasi terkait batasan privasi dan etika juga dinilai penting untuk terus diperkuat di kalangan mahasiswa. Tujuannya jelas, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Pada akhirnya, kasus ini bukan sekadar soal satu pelaku, tapi juga tentang bagaimana lingkungan kampus bisa menjaga rasa aman bagi semua. Harapannya, kejadian ini jadi titik balik untuk pembenahan yang lebih serius ke depan. (*)

You Might Also Like

Alwin Menang dari Mbak Ita di Sidang, Pialanya? Dikasih Hukuman Lebih Tinggi dari Istri

Kisah Pilu Bella, Audit Janggal Antarkan Dia ke Penjara dan Dipaksa Pisah dari Bayinya

Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima

Polisi Buru Narkoba hingga Septic Tank

TKD Prabowo-Gibran Ngaku Gak Kenal, Gus Yazid: Klaim Kerja Orang, Dapat Jabatan

TAGGED:mahasiswarekam dosen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian
Next Article Viral Pungli Pantai Garut Bikin Dedi Mulyadi Gerak Cepat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

7.990 Atlet Ikuti Porprov Jateng XVII, 2.769 Medali Diperebutkan

Pemprov Dorong MES Jateng Gerakkan UMKM

Lapas Purwodadi Sosialisasi Pembebasan dan Cuti Bersyarat

Hati Lagi Berat? Coba 7 Cara Ini

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Mei 5, 2026
Gu
Hukum

Viral Foto Bobby Nasution Emosi, Tampar Pegawai BUMD

April 16, 2026
KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)
Hukum

Ponpes Abah Khan Tak Berizin, Perberat Tuntutan Hukuman Kiai Cabul Semarang

September 14, 2026
SIDANG KORUPSI--Sekda Cilacap Sadmoko Danardono (baju batik) didampingi penasihat hukumnya usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. (bae)
Hukum

‘Uang Bensin’, Kode Sekda Cilacap untuk THR Wartawan

September 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aksi Tak Pantas Kampus Untirta Bikin Publik Geram Banget, Mahasiswa Rekam Dosennya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?