BACAAJA, SEMARANG- Polda Jateng all out menjaga jalannya ibadah Jumat Agung 2026. Total 7.161 personel gabungan disebar di 996 lokasi ibadah yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Jumlah jemaat yang diperkirakan mencapai lebih dari 212 ribu orang jadi alasan pengamanan dilakukan ekstra. Polisi nggak cuma hadir, tapi benar-benar “standby full” di lapangan. Kabid Humas Polda Jateng menyebut, pengamanan ini jadi bukti komitmen menjaga situasi tetap kondusif di momen penting keagamaan.
Baca juga: Jelang Paskah, Gereja “Disapu Bersih” Brimob
“Kehadiran kami untuk memastikan masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (3/4/2026). Pengamanan dilakukan menyeluruh. Mulai dari sterilisasi gereja, penjagaan di lokasi ibadah, sampai pengaturan lalu lintas di sekitar area gereja, semuanya di-handle biar nggak ada celah gangguan.
Dari total kekuatan, mayoritas berasal dari Polri sebanyak 5.873 personel. Sisanya diperkuat 876 prajurit TNI, 412 personel stakeholder terkait, serta 898 elemen masyarakat yang ikut bantu menjaga situasi tetap aman.
Perhatian Khusus
Beberapa daerah dengan jumlah jemaat besar jadi perhatian khusus. Di Semarang, misalnya, ada 57 titik yang diamankan dengan 656 personel. Sementara di Surakarta, sekitar 40 ribu jemaat menjalankan ibadah di 15 lokasi strategis dengan pengawalan ketat.
Menariknya, pendekatan yang dipakai nggak cuma soal keamanan fisik. Petugas juga mengedepankan cara humanis, biar jemaat tetap merasa nyaman, bukan tegang.
Baca juga: Polda Jateng Bongkar Praktik Oplos Elpiji Subsidi Beromzet Miliaran
Kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat jadi kunci utama. Sinergi ini yang bikin suasana tetap adem dan penuh toleransi di tengah peringatan wafatnya Isa Almasih. Hingga kini, situasi di seluruh wilayah Jawa Tengah dilaporkan aman dan terkendali. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan ikut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Ribuan aparat sudah turun menjaga keamanan, titik-titik rawan sudah dipetakan. Tinggal satu yang nggak bisa dijaga pakai personel: rasa saling percaya antar sesama. Kalau yang ini ikut aman, mungkin Indonesia nggak cuma kondusif… tapi juga benar-benar damai. (tebe)


