Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sekda Jateng: Inspektorat Harus Jadi “Alarm Dini” Korupsi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Sekda Jateng: Inspektorat Harus Jadi “Alarm Dini” Korupsi

Kalau korupsi itu ibarat api, Inspektorat diminta jadi alarm kebakaran, bukan pemadam yang datang belakangan. Pesan ini disampaikan Sekda Jateng dengan nada tegas: jangan tunggu viral dulu baru bergerak.

T. Budianto
Last updated: Maret 31, 2026 5:54 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PENGAWASAN ANTIKORUPSI: Sekda Jateng, Sumarno memberikan arahan pada kegiatan pengawasan antikorupsi bagi kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (31/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sekda Jateng, Sumarno menegaskan peran penting Inspektorat sebagai benteng pertama dalam pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan pengawasan antikorupsi bagi kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (31/3/2026).

Baca aja: OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Menurut Sumarno, sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat tidak boleh “biasa saja”. Mereka dituntut punya integritas dan kapasitas yang bahkan lebih tinggi dibanding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diawasi.

“Kalau yang mengoreksi saja tidak lebih baik, ya sulit jadi contoh,” tegasnya. Ia mengibaratkan Inspektorat seperti Satuan Pengawas Internal di perusahaan. Karena berada di dalam sistem, mereka harus jadi pihak pertama yang bisa mencium adanya penyimpangan.

Paham Persoalan

Respons cepat, kata dia, jadi kunci. Begitu ada indikasi yang tidak sesuai aturan, harus langsung dicegah sebelum berkembang jadi kasus hukum. Sumarno juga menyoroti tantangan yang tidak ringan. Untuk bisa mengawasi dan memberi masukan, Inspektorat harus benar-benar paham persoalan, bahkan lebih dalam dibanding pihak yang diawasi.

“Kalau mau mengoreksi, ya harus lebih tahu. Tidak bisa setengah-setengah,” ujarnya. Tak hanya itu, Inspektorat di daerah juga diminta berani. Termasuk dalam menyampaikan potensi pelanggaran, meski itu melibatkan pimpinan daerah sekalipun.

Baca juga: OTT Bupati Fadia Arafiq, Pemprov Jateng Pastikan Pemerintahan Pekalongan Tetap Berjalan

Dalam kegiatan ini, kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan bisa memperkuat mentalitas antikorupsi sekaligus memberi perspektif baru dalam pengawasan. Sumarno berharap, Inspektorat bisa benar-benar menjadi role model dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Karena kalau “alarmnya” saja sering mati atau pura-pura nggak dengar, jangan heran kalau “kebakaran” korupsi baru ketahuan saat semuanya sudah hangus. (tebe)

You Might Also Like

Beto Hattrick, Setengah Lusin Gol PSIS Banding 1 Gol Persipal

HUT RI Beda Nasib: Sambo Gigit Jari, Putri Candrawathi Dapat Remisi

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

Adu Tarik UMK Kota Semarang: Buruh di 3,72 Juta, Pengusaha Ngerem di 3,64 Juta

Awas! Beras Yang Anda Konsumsi, Premium ‘Oplosan’

TAGGED:headlineinspektorat daerahkasus korupsiKPKpemprov jatengsekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Magang Bukan Cuma “Numpang Lewat”, Menaker: Fresh Graduate Harus Siap Tempur di Dunia Kerja
Next Article MTQ 2026, Jateng Bidik Juara Umum

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

Antrean BBM Mengular di Semarang, Isu Harga Naik Bikin Warga Panic Buying

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Hemat Energi, Wali Kota Solo Dorong ASN Naik Transportasi Publik dan Bike to Work

SPBU di Ngaliyan, Kota Semarang, dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Perlatite Tidak Naik, tapi Dibatasi

Menaker Spill Rencana Program Magang Batch Baru, Ayo Fresh Graduate Siap-Siap

MTQ 2026, Jateng Bidik Juara Umum

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tanggal 27 September jadi feonemena matematika istimewa abad ini.
Unik

Tanggal 27 September 2025: Fenomena Matematika Paling Gokil Abad Ini

September 27, 2025
Info

Tanah Bergerak, Relokasi Warga Jangli Disiapkan

Februari 16, 2026
Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.
Unik

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

Februari 11, 2026
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Info

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Desember 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekda Jateng: Inspektorat Harus Jadi “Alarm Dini” Korupsi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?