BACAAJA, SEMARANG- Arus kendaraan pemudik dari arah barat atau Jakarta yang masuk ke Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung mulai menunjukkan peningkatan pada Sabtu (14/3), atau sekitar sepekan menjelang Lebaran 2026.
Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung Dimas mengatakan, sejak pagi hingga sore hari jumlah kendaraan yang melintas tercatat rata-rata mencapai sekitar 1.500 kendaraan per jam.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Jumat (13/3/2026), arus kendaraan yang masuk melalui gerbang tol tersebut berada di kisaran 900 hingga 1.000 kendaraan per jam. “Arus sudah mengalami peningkatan, namun masih terkendali,” ujarnya.
Baca juga: Mau Mudik Lewat Tol Jateng? Ini Bocoran Tarif Trans Jawa 2026
Meski volume kendaraan meningkat, antrean kendaraan yang keluar dari gerbang tol masih relatif pendek dan belum menimbulkan kepadatan berarti. Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, pengelola tol membuka 17 gardu tol di Gerbang Tol Kalikangkung.
Rinciannya terdiri dari delapan gardu utama serta sembilan gardu satelit yang dioperasikan untuk mempercepat proses transaksi kendaraan keluar tol. Selain itu, hingga sepekan menjelang Lebaran, jumlah kendaraan besar dengan tiga sumbu atau lebih yang melintas dari arah barat juga disebut sudah jauh berkurang.
Penyekatan Kendaraan
Hal tersebut terjadi setelah petugas melakukan penyekatan kendaraan berat di beberapa pintu keluar tol. “Di sejumlah pintu keluar tol sudah dilakukan penyekatan sehingga kendaraan bersumbu tiga atau lebih yang melintas di Kalikangkung sudah sangat berkurang,” kata Dimas.
Pembatasan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Masa Angkutan Lebaran 2026 yang melarang kendaraan bersumbu tiga atau lebih melintas mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Baca juga: Truk Sumbu Tiga Dilarang Melintas Saat Mudik
Namun demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi beberapa jenis kendaraan tertentu seperti pengangkut BBM, BBG, hewan ternak, pupuk, bantuan bencana, serta barang kebutuhan pokok.
Kalau arus kendaraan sudah mulai naik seminggu sebelum Lebaran, biasanya itu tanda klasik: mudik sudah dimulai, tapi belum sampai fase “jalan tol jadi tempat parkir terpanjang di Indonesia.” Jadi, bagi pemudik yang ingin perjalanan lebih santai, mungkin sekarang adalah waktu yang masih cukup ramah sebelum gelombang besar benar-benar datang. (tebe)


