Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK

Langkah awal Syamsul di pemerintahan dimulai pada 2012 ketika ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Kedungreja. Posisi tersebut membuatnya cukup akrab dengan berbagai urusan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan. Dari situ namanya mulai dikenal dalam lingkup pemerintahan daerah.

Nugroho P.
Last updated: Maret 13, 2026 8:14 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Syamsul Auliya Rachman saat menjabat Wakil Bupati Cilacap. (foto Pemkab cilacap)
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Nama Syamsul Auliya Rachman kembali ramai dibicarakan setelah menjabat sebagai Bupati Cilacap dan kini terseret operasi tangkap tangan KPK. Pria kelahiran Cilacap, 30 November 1985 itu memulai kariernya dari level birokrasi paling bawah sebelum akhirnya masuk ke panggung politik daerah. Perjalanan kariernya terbilang cepat, dari staf pemerintahan kecamatan hingga akhirnya dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Cilacap.

Langkah awal Syamsul di pemerintahan dimulai pada 2012 ketika ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Kedungreja. Posisi tersebut membuatnya cukup akrab dengan berbagai urusan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan. Dari situ namanya mulai dikenal dalam lingkup pemerintahan daerah.

Setahun kemudian kariernya kembali bergerak. Pada 2013 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Jabatan ini membuatnya lebih banyak terlibat dalam urusan administrasi pemerintahan daerah.

Pengalaman di birokrasi menjadi modal penting ketika Syamsul memutuskan terjun ke dunia politik. Ia kemudian maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah dan berhasil meraih kursi Wakil Bupati Cilacap. Jabatan tersebut diembannya pada periode 2017 hingga 2022.

Selama menjabat wakil bupati, Syamsul dikenal aktif dalam sejumlah program pemerintahan daerah. Pengalamannya di pemerintahan membuatnya cukup memahami dinamika birokrasi di Kabupaten Cilacap. Hal itu pula yang membuatnya kembali maju dalam kontestasi berikutnya.

Pada Pilkada serentak 2024, Syamsul maju sebagai calon Bupati Cilacap. Ia berpasangan dengan Ammy Amalia sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan tersebut.

Dalam hasil rekapitulasi suara, pasangan Syamsul dan Ammy memperoleh 414.533 suara sah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43,81 persen dari total suara yang masuk. Kemenangan itu mengantarkannya menjadi Bupati Cilacap.

Sebagai kepala daerah, Syamsul kemudian memimpin berbagai program pembangunan di wilayah tersebut. Kabupaten Cilacap sendiri dikenal sebagai daerah pesisir besar di Jawa Tengah dengan sektor industri dan perikanan yang cukup kuat. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pengelolaan berbagai potensi tersebut.

Selain perjalanan kariernya, laporan kekayaan Syamsul juga pernah tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 2025. Dari laporan itu terlihat gambaran total kekayaan yang dimilikinya.

Total harta kekayaan Syamsul tercatat mencapai sekitar Rp12,03 miliar. Nilai tersebut terdiri dari berbagai jenis aset yang dimiliki. Mulai dari properti, kendaraan, hingga kas yang dimilikinya.

Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan yang berada di wilayah Cilacap. Salah satu properti yang dilaporkan memiliki luas lebih dari tiga ribu meter persegi dengan nilai sekitar Rp8 miliar. Selain itu terdapat juga tanah lain yang dilaporkan dalam daftar kekayaannya.

Di sektor kendaraan, Syamsul tercatat memiliki dua unit mobil. Salah satunya adalah mobil jenis minibus keluaran tahun 2021 dengan nilai sekitar Rp900 juta. Selain itu ada juga mobil jenis SUV tahun 2024 yang nilainya sekitar Rp500 juta.

Selain aset tersebut, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai ratusan juta rupiah. Laporan tersebut juga mencatat kas dan setara kas yang dimilikinya lebih dari Rp1,2 miliar. Ada pula harta lain yang dilaporkan dengan nilai di atas Rp1 miliar.

Namun dalam laporan yang sama juga tercatat adanya kewajiban atau utang. Nilai utang yang dilaporkan mencapai sekitar Rp215 juta. Angka tersebut ikut dihitung dalam perhitungan total kekayaan bersihnya.

Profil Syamsul menunjukkan perjalanan dari birokrat daerah hingga menjadi pemimpin kabupaten. Kariernya yang dimulai dari tingkat kecamatan menunjukkan jalur birokrasi yang cukup panjang. Dari posisi itu ia kemudian menapaki dunia politik hingga menduduki kursi bupati.

Kini nama Syamsul kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Publik pun menunggu penjelasan resmi mengenai perkara yang sedang didalami oleh lembaga antirasuah tersebut. (*)

You Might Also Like

Misteri Glamping Posong Terjawab, ‘Silent Killer’ Jadi Penyebab

Kisah Pilu Bella, Audit Janggal Antarkan Dia ke Penjara dan Dipaksa Pisah dari Bayinya

Ini Negara Hukum Atau Negara Kuasa? Guru Besar UI Kritik Pedas KUHAP Baru

Rumah Penuh Sampah, Pria Sepi Pati Ditemukan Tewas

Dokter Zara, Senior Toxic di PPDS Undip Divonis Sembilan Bulan Penjara

TAGGED:Bupati CilacapcilacapOTTOTT KPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki
Next Article Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae) Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jateng Mau Serang Teman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Separuh Jemaah Haji Indonesia Sudah Mendarat Pulang Bertahap Ke Tanahair

Sekolah Gratis Jateng Makin Luas Ribuan Kursi Siap Menampung Siswa Baru

Libur Sekolah Dimulai Catat Lagi Jadwal Masuk Kelas Pertengahan Juli

Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Mau Awet Muda? Liburan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KPK menahan lima tersangka kasus kredit fiktif di BPR Jepara Artha senilai Rp263,6 miliar. Modusnya, menggunakan nama pedagang kecil hingga pengangguran untuk mencairkan dana. Kerugian negara ditaksir Rp254 miliar. Uang mengalir ke jajaran bank hingga dipakai untuk beli aset dan perjalanan umrah. Foto:dok.
Hukum

Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran

September 19, 2025
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Hukum

Pelaku Teror Andrie Yunus Tertangkap: 4 Oknum Intelijen TNI, Mayoritas Perwira dari AL dan AU

Maret 18, 2026
Hukum

Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi

Januari 22, 2026
Hukum

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Februari 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Kantor Kecamatan ke Kursi Bupati Cilacap, Kini di OTT KPK
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?