BACAAJA, CILACAP – Nama Syamsul Auliya Rachman kembali ramai dibicarakan setelah menjabat sebagai Bupati Cilacap dan kini terseret operasi tangkap tangan KPK. Pria kelahiran Cilacap, 30 November 1985 itu memulai kariernya dari level birokrasi paling bawah sebelum akhirnya masuk ke panggung politik daerah. Perjalanan kariernya terbilang cepat, dari staf pemerintahan kecamatan hingga akhirnya dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Cilacap.
Langkah awal Syamsul di pemerintahan dimulai pada 2012 ketika ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Kedungreja. Posisi tersebut membuatnya cukup akrab dengan berbagai urusan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan. Dari situ namanya mulai dikenal dalam lingkup pemerintahan daerah.
Setahun kemudian kariernya kembali bergerak. Pada 2013 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Jabatan ini membuatnya lebih banyak terlibat dalam urusan administrasi pemerintahan daerah.
Pengalaman di birokrasi menjadi modal penting ketika Syamsul memutuskan terjun ke dunia politik. Ia kemudian maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah dan berhasil meraih kursi Wakil Bupati Cilacap. Jabatan tersebut diembannya pada periode 2017 hingga 2022.
Selama menjabat wakil bupati, Syamsul dikenal aktif dalam sejumlah program pemerintahan daerah. Pengalamannya di pemerintahan membuatnya cukup memahami dinamika birokrasi di Kabupaten Cilacap. Hal itu pula yang membuatnya kembali maju dalam kontestasi berikutnya.
Pada Pilkada serentak 2024, Syamsul maju sebagai calon Bupati Cilacap. Ia berpasangan dengan Ammy Amalia sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan tersebut.
Dalam hasil rekapitulasi suara, pasangan Syamsul dan Ammy memperoleh 414.533 suara sah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43,81 persen dari total suara yang masuk. Kemenangan itu mengantarkannya menjadi Bupati Cilacap.
Sebagai kepala daerah, Syamsul kemudian memimpin berbagai program pembangunan di wilayah tersebut. Kabupaten Cilacap sendiri dikenal sebagai daerah pesisir besar di Jawa Tengah dengan sektor industri dan perikanan yang cukup kuat. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pengelolaan berbagai potensi tersebut.
Selain perjalanan kariernya, laporan kekayaan Syamsul juga pernah tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 2025. Dari laporan itu terlihat gambaran total kekayaan yang dimilikinya.
Total harta kekayaan Syamsul tercatat mencapai sekitar Rp12,03 miliar. Nilai tersebut terdiri dari berbagai jenis aset yang dimiliki. Mulai dari properti, kendaraan, hingga kas yang dimilikinya.
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan yang berada di wilayah Cilacap. Salah satu properti yang dilaporkan memiliki luas lebih dari tiga ribu meter persegi dengan nilai sekitar Rp8 miliar. Selain itu terdapat juga tanah lain yang dilaporkan dalam daftar kekayaannya.
Di sektor kendaraan, Syamsul tercatat memiliki dua unit mobil. Salah satunya adalah mobil jenis minibus keluaran tahun 2021 dengan nilai sekitar Rp900 juta. Selain itu ada juga mobil jenis SUV tahun 2024 yang nilainya sekitar Rp500 juta.
Selain aset tersebut, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai ratusan juta rupiah. Laporan tersebut juga mencatat kas dan setara kas yang dimilikinya lebih dari Rp1,2 miliar. Ada pula harta lain yang dilaporkan dengan nilai di atas Rp1 miliar.
Namun dalam laporan yang sama juga tercatat adanya kewajiban atau utang. Nilai utang yang dilaporkan mencapai sekitar Rp215 juta. Angka tersebut ikut dihitung dalam perhitungan total kekayaan bersihnya.
Profil Syamsul menunjukkan perjalanan dari birokrat daerah hingga menjadi pemimpin kabupaten. Kariernya yang dimulai dari tingkat kecamatan menunjukkan jalur birokrasi yang cukup panjang. Dari posisi itu ia kemudian menapaki dunia politik hingga menduduki kursi bupati.
Kini nama Syamsul kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Publik pun menunggu penjelasan resmi mengenai perkara yang sedang didalami oleh lembaga antirasuah tersebut. (*)


