BACAAJA, SEMARANG – PT KAI Daop 4 Semarang memberi perhatian khusus pada sejumlah titik rawan selama masa angkutan Lebaran 2026.
Ternyata masih cukup banyak lokasi yang masuk radar pengawasan, termasuk jalur rawan gangguan.
Manager Humas Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut ada 13 titik yang masuk kategori rawan bencana. Lokasinya tersebar di beberapa lokasi, seperti Kota Semarang, Pekalongan, hingga Grobogan yang dikenal rawan banjir.
“Kalau daerah pantauan khusus bencana ada 13 (lokasi). Itu termasuk yang rawan banjir,” kata Luqman saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Bacaaja: Dua Pekan Jelang Lebaran, 400 Ribu Orang Sudah Amankan Tiket Kereta
Bacaaja: Mudik Gratis Pemprov, 346 Bus dan 17 Kereta Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman
Selain itu, perhatian diberikan pada perlintasan sebidang yang belum dijaga. Total ada 39 lokasi yang diawasi lebih ketat selama periode mudik lebaran.
Untuk menyikapinya, KAI mengerahkan 114 personel tambahan. Mereka terdiri dari petugas pemeriksa jalur, penjaga perlintasan, sampai tim pemantau di titik-titik rawan.
Sisi lain, KAI Daop 4 menyiagakan 393 personel keamanan, yang terdiri dari 117 anggota Polsuska, 208 petugas keamanan, serta 68 personel pengamanan eksternal dari TNI/Polri.
Sistem pengawasan CCTV juga dioptimalkan untuk memantau aktivitas di area publik.
Selama periode libur Lebaran 2026, yaitu 13 Maret – 30 Maret 2026, Daop 4 Semarang mengoperasikan total 36 perjalanan KA, terdiri dari 34 KA reguler dan 2 KA tambahan.
Setiap harinya, KAI Daop 4 Semarang menyediakan 19.246 tempat duduk, dengan total 423.412 tempat duduk selama periode angkutan Lebaran 2026.
Program penumpang masa angkutan lebaran di Daop 4 Semarang tahun 2026, naik 3% persen jika dibanding periode 2025 sebanyak 409.160 penumpang.
Sementara okupansi dan volume penumpang kereta api jarak jauh dalam masa angkutan lebaran 2026 yang keberangkatan awal dari Daop 4 Semarang sebanyak 191.470 tempat duduk yang telah terjual atau 45% dari total 423.412 tempat duduk. (bae)


