Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf

Kalau biasanya QR code dipakai buat bayar kopi, parkir, atau jajan di minimarket, sekarang ada versi lain yang sedikit lebih “serius”: QR Wakaf. Tinggal scan, niat baik langsung terkirim. Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen bahkan ngajak dunia perbankan ikut nimbrung dalam gerakan ini, patungan sosial lewat wakaf untuk bantu warga.

T. Budianto
Last updated: Maret 12, 2026 7:36 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
WAKAF SOSIAL: Wagub Jateng Gus Yasin menyalurkan sumbangan melalui QR wakaf pada acara peluncuran program wakaf sosial di Semarang, Rabu (11/3/2026) malam. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin mengajak kalangan perbankan ikut berkontribusi dalam gerakan wakaf sosial. Ajakan itu ia sampaikan saat peluncuran program wakaf sosial yang digagas Bank Indonesia, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Dompet Dhuafa di Semarang, Rabu (11/3/2026) malam.

Menurut Gus Yasin, wakaf sosial bukan sekadar ibadah, tapi bisa jadi “alat tempur” baru untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. “Wakaf sosial ini bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, sampai renovasi masjid,” kata Gus Yasin.

Ia menilai gerakan wakaf perlu terus diperluas agar manfaatnya tidak hanya sesaat, tapi juga bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Di hari yang sama, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program ini bahkan mendapat respons cukup positif dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: Gandeng PWNU, Pemprov Jateng Akselerasi Pembangunan Umat

Gus Yasin mengatakan, sebenarnya Jateng sudah punya “modal sosial” yang cukup kuat dalam gerakan filantropi Islam. Salah satunya terlihat dari pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang selama ini menjadi salah satu rujukan nasional.

Selama hampir satu dekade terakhir, ASN di lingkungan Pemprov Jateng rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. “Setiap bulan alhamdulillah bisa terkumpul sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jateng,” ungkapnya.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik di berbagai wilayah di Jateng. Keberhasilan pengelolaan zakat itu, lanjut Gus Yasin, bisa menjadi inspirasi untuk memperkuat gerakan wakaf agar dampaknya semakin luas.

Contoh Langsung

Menariknya, pada kesempatan itu Gus Yasin juga mencoba memberi contoh langsung. Ia mengaku sudah dua kali meluncurkan QR wakaf sebagai cara baru agar masyarakat bisa berwakaf secara digital. Karena itu, ia mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut terlibat dalam gerakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho mengatakan, program wakaf sosial ini merupakan hasil kolaborasi BI dan Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Baca aja: Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yaitu wakaf air melalui pembangunan sumur bor, wakaf renovasi masjid, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa.

Selain peluncuran program, BMPD Jateng-Semarang bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga menyalurkan bantuan sosial kepada sejumlah lembaga, seperti Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, hingga Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan sosial yang disalurkan pada malam itu mencapai sekitar Rp70 juta.

Di zaman serba digital, bahkan amal juga ikut upgrade. Tinggal buka HP, scan QR, wakaf langsung jalan. Jadi kalau biasanya QR dipakai buat bayar kopi atau parkir, sekarang bisa juga buat “top up” pahala. Siapa tahu, di tengah saldo rekening yang naik-turun, saldo amal justru stabil, bahkan terus bertambah. (tebe)

You Might Also Like

Hari Ini Khofifah Diperiksa KPK soal Korupsi Dana Hibah di Polda Jatim

Aksi Solidaritas Keselamatan Jalan Sepi Pejabat, Mahasiswa Siapkan Demo Lanjutan

DPR: Mudik 2026 Jangan Jadi Ajang Uji Nyali

Kejam! Sritex Belum Juga Cairkan Pesangon 11.025 Buruh

Hasto Diampuni Tak Jadi Dihukum, Prabowo Beri Amnesti Sekjen PDIP

TAGGED:baznasheadlinepemprov jatengtaj yasinwagub jatengwakaf sosial
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemkot Bikin Portal Mudik, Macet Bisa Dipantau dari HP
Next Article Eks-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut langsung ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka, Kamis (12/3/2026). BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, FX Sugiyanto. (ist)

Kunci Rupiah Mau Bangkit? Guru Besar Undip Bilang MBG dan KDMP Harus Dievaluasi

MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae)

Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

AHLI--Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan meninggalkan ruang sidang usai dimintai keterangan di sidang gugatan TAGP vs Kemenhub di PTUN Semarang, Kamis (11/6/2026). (bae)

Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Opini

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

September 20, 2025
Info

Ternak Sehat, Peternak Sejahtera: Mohammad Saleh Dukung ‘Healing’ Hewan Gratis di Jateng

April 16, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani memeluk erat ibunda Affan Kurniawan, drivel ojol yang tewas setelah dilindas mobil baracuda Brimob. Foto: Dok.
Unik

Puan Maharani Pastikan Adik Affan Kurniawan Dapat KJP & KJMU Sampai Lulus

Agustus 31, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (1/9/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Ngobrol Bareng Tokoh Publik, Jawab Aspirasi Pasca Demo Besar-besaran!

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Yasin Ajak Perbankan di Jateng Ikut “Patungan Sosial” Lewat Wakaf
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?