BACAAJA, CIANJUR – Ramadan yang harusnya jadi momen hangat keluarga berubah jadi duka mendalam di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. MI (56), pria paruh baya, meninggal dunia usai diduga dianiaya karena ketahuan mengambil dua buah labu siam dari kebun warga.
Yang bikin hati makin nyesek, labu itu rencananya mau dimasak buat menu buka puasa bareng ibunya yang sudah berusia 90 tahun.
Adik korban, Cucum Suhenda (55), mengaku melihat langsung kejadian itu. Menurutnya, tersangka UA (41), pemilik kebun, memukul dan menendang kakaknya tanpa ampun.
“Kejadiannya pas di depan saya. Saya cuma bisa lerai, takut ikut kena,” ujarnya dengan suara bergetar.
Setelah dianiaya, MI sempat muntah, mengeluh pusing, lalu pingsan. Di bagian mata terlihat lebam. Sementara pelaku disebut langsung pergi meninggalkan korban begitu saja.
MI tinggal satu rumah dengan ibunya yang renta dan seorang anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Hidupnya sederhana. Pernah kerja sebagai buruh kebun di Gunung Mas, tapi setelah bercerai, ia pulang ke kampung halaman dan bekerja serabutan demi menyambung hidup.
Menurut keluarga, saat kejadian MI juga sedang berpuasa. Dua labu siam itu disebut jadi pilihan terakhir agar bisa masak sesuatu untuk berbuka bersama sang ibu.
Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian. Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari dugaan pencurian pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Tersangka mengejar korban hingga ke depan rumahnya, lalu melakukan penganiayaan dengan pukulan dan tendangan yang menyebabkan luka di bagian kepala dan wajah.
UA telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan setelah keluarga korban melapor. Sementara jenazah MI sempat diautopsi di RSUD Sayang sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya.
Kini yang tersisa hanya kesedihan—seorang ibu lanjut usia yang kehilangan anaknya, dan seorang anak yang harus menerima kenyataan pahit ayahnya pergi untuk selamanya.
Semua ini bermula dari dua buah labu siam. (*)


