Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Jauhi ODHIV, Dinkes Semarang: HIV Nggak Nular dari Salaman atau Makan Bareng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jangan Jauhi ODHIV, Dinkes Semarang: HIV Nggak Nular dari Salaman atau Makan Bareng

Stigma negatif yang masih sering muncul di masyarakat malah jadi penghambat penanganan HIV. Banyak orang takut tes atau berobat karena khawatir dikucilkan.

R. Izra
Last updated: Juni 3, 2026 10:56 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
BERI KETERAGAN - Kepala Dinkes Semarang, Abdul hakam, memberi keterangan kepada sejumlah awak media. (dul)
BERI KETERAGAN - Kepala Dinkes Semarang, Abdul hakam, memberi keterangan kepada sejumlah awak media. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk nggak memberi stigma atau menjauhi Orang dengan HIV (ODHIV). Soalnya, HIV nggak menular lewat interaksi sehari-hari seperti salaman, pelukan, kerja bareng, atau makan sepiring.

Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, mengatakan yang paling dibutuhkan ODHIV justru dukungan dari lingkungan sekitar agar tetap semangat menjalani pengobatan.

“Yang harus kita lakukan adalah memberikan dukungan, bukan menjauhi mereka. ODHIV membutuhkan support agar tetap rutin menjalani pengobatan dan bisa menjalani hidup secara normal,” ujar Hakam, Rabu (3/6/2026).

Bacaaja: Angka HIV di Semarang Tembus 240 Kasus
Bacaaja: Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu

Menurutnya, stigma negatif yang masih sering muncul di masyarakat malah jadi penghambat penanganan HIV. Banyak orang takut tes atau berobat karena khawatir dikucilkan.

Padahal sekarang HIV sudah bisa dikendalikan lewat terapi antiretroviral (ARV) yang diminum rutin. Obat ini membantu menekan jumlah virus di dalam tubuh supaya daya tahan tubuh tetap terjaga.

Hakam menjelaskan, HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Kalau nggak ditangani, tubuh jadi lebih gampang terkena infeksi lain, mulai dari bakteri, jamur, sampai virus.

Tapi kalau pasien disiplin minum obat ARV, jumlah virus bisa ditekan dan risiko penularan juga ikut menurun drastis.

“Yang terpenting adalah kepatuhan minum obat. Kalau pengobatan berjalan baik, kualitas hidup pasien juga bisa tetap baik dan produktif,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Semarang, ada 240 kasus HIV baru yang ditemukan selama Januari sampai Mei 2026. Kasus tersebut ditemukan lewat program skrining dan deteksi dini yang terus diperluas.

Pemkot Semarang sendiri juga terus menambah akses layanan HIV, salah satunya lewat program LIDYA DIMARI, yaitu layanan tes HIV dan pengambilan obat ARV pada malam hari.

Selain layanan kesehatan, edukasi ke masyarakat juga terus digencarkan supaya orang makin paham soal HIV dan nggak lagi memandang ODHIV secara negatif.

“Yang harus dilawan adalah penyakitnya, bukan orangnya. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan pengobatan yang rutin, ODHIV tetap bisa hidup sehat dan produktif,” tegas Hakam. (dul)

You Might Also Like

Chaos di Banyumas! Massa Demo Jebol Gerbang Pendopo, Dinding Dicoret-coret

Luthfi Minta Petani Tenang, Bawang Brebes Masih Primadona

LPSK Ungkap Luka hingga Rekaman CCTV Kasus Iko Unnes

Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

TAGGED:aidsdinkes semarangHIVhiv/aidsODHAODHIVpenularan hiv
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalur Prestasi Kini Punya Racikan Baru, TKA Ikut Menentukan
Next Article LAYANI PELANGGAN--Pelanggan warteg melayani pembeli di Semarang, Rabu (3/7/2026). (bae) Dolar Melesat Rupiah Ambruk, Pelanggan Warteg Mulai Tinggalkan Lauk Ayam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

SIDANG KORUPSI--Enam kades dari Pati jadi saksi sidang terdakwa Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Sidang Sudewa Kupas Keterlibatan Anggota hingga Pimpinan DPRD Pati dalam Pengisian Perangkat Desa

Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN.

Resmi! Istana Umumkan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Urgensinya Apa? Puan Sorot Pengiriman 25 Kepala Daerah ke Singapura di Tengah Efisiensi Anggaran

AKSI DAMAI - Petani tembakau dari Temanggung dan sejumlah daerah lain di Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kemenko PMK, desak pemerintah kaji ulang regulasi tembakau, terutama terkait pembatasan tar dan nikotin.

Desakan Petani Tembakau Menguat, Kemenko PMK Janji Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Jejak Longsor Cilacap dan Upaya Tanpa Henti Tim SAR

November 18, 2025
Daerah

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Maret 29, 2026
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

Lagi-lagi Keracunan MBG! Puluhan Siswa di Tawangmangu Jadi Korban, Guru: Nasi Gorengnya Lembek

Oktober 9, 2025
Hukum

Polisi Bunuh Dosen Cantik, Terkuak Ini Motifnya

November 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Jauhi ODHIV, Dinkes Semarang: HIV Nggak Nular dari Salaman atau Makan Bareng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?