Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak

R. Izra
Last updated: Maret 4, 2026 12:10 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ada kasus lagi nih yang menyeret nama kampus Undip. Arnendo (20), mahasiswa Antropologi Sosial Undip, diduga dikeroyok sekitar 30 mahasiswa dari malam hingga jelang subuh.

Akibat kejadian itu, Arnendo mengalami patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan saraf mata kiri. Ia merupakan anak pedagang kaki lima penjual nasi goreng dari Desa Jambu, Kabupaten Semarang.

Harapan orang tua menjadikan Arnendo jadi sarjana dan lanjut daftar polisi kini terancam pupus. Kondisi fisik Arnendo disebut sudah tidak memungkinkan.

Bacaaja: Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat
Bacaaja: Emosi Bapak Anaknya Dikeroyok hingga Meninggal, Nadirin: Nyawa Balas Nyawa

Kasus ini didampingi Zainal Petir dari LBH PETIR Jateng. Mereka mendesak kampus Undip dan Polrestabes Semarang bertindak tegas.

Zainal Petir bersama korban dan keluarga mendatangi penyidik pada Senin (2/3/2026). Mereka menanyakan perkembangan laporan yang disebut sudah dibuat sejak 16 November 2025.

“Per 2 Maret 2026 saya langsung ke Polrestabes dan bertemu Kasatreskrim. Laporan sudah lama, tapi belum ada tindakan nyata,” kata Zainal Petir.

Menurut Zainal, keluarga korban mengaku putus asa. Arnendo kini berstatus cuti karena trauma, apalagi para terduga pelaku disebut satu jurusan dengannya.

Peristiwa bermula 15 November 2025 malam. Arnendo mendapat ajakan dari teman mahasiswa antropologi sosial semester 4, untuk ngobrol di sebuah kos di kawasan Bulusan, Tembalang, membahas rencana acara kampus.

Setiba di lokasi, Arnendo dipaksa mengakui tuduhan pelecehan terhadap mahasiswi berinisial U. Korban membantah dan menjelaskan kejadian sebenarnya hanya bercanda di area kampus yang ramai.

Perdebatan berlangsung sekitar satu jam. Sekitar pukul 23.00, seorang mahasiswa semester 6, diduga mulai melakukan kekerasan dan diikuti mahasiswa lain.

Ada mahasiswa yang sempat mencoba melindungi korban. Namun upaya itu disebut dihalangi oleh mahasiswa lain yang berada di lokasi.

Penganiayaan baru berhenti sekitar pukul 04.15 setelah adzan subuh. Korban kemudian diantar kembali ke kos.

Arnendo sempat dirawat di RS Banyumanik 2 pada 16 November 2025. Selanjutnya ia dipindahkan ke RS Bina Kasih Ambarawa hingga 21 November 2025.

“Hasil medis menyebut patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan saraf mata. Sampai sekarang pelaku belum ditangkap,” tutup Zainal Petir.

Direktur Media Undip, Nurul Hasfi, saat coba dikonformasi, belum memberi penjelasan terkait kasus itu. (bae)

You Might Also Like

Kejati Jateng Gaspol Lacak Aset Korupsi Kakao yang Libatkan Dosen UGM

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Stop Naik Gajah! Semarang Zoo Bilang: Cukup Difoto, Jangan Ditunggangi

DPRD Minta Plaza Simpang Lima Dihidupkan Lagi

Dosen Hukum Unissula Tinju Dokter Anestesi, Gara-gara Istrinya Merasa Kesakitan saat Mau Lahiran

TAGGED:antroplogi sosialArnendodikeroyokheadlinemahasiswa undip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan
Next Article Zulhas: Ngeliat Indonesia Cukup dari Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Berompi Oranye, Fadia Bantah Terjerat OTT: “Demi Allah, Enggak Ada Serupiah pun”

Wali Kota Solo Respati Ardi bertemu perwakilan Kementerian Haji dan Umrah serta Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Rabu (4/3/2026).

Respati Janji Kawal Kepulangan, 120 Jemaah Umrah Solo Tertahan Imbas Perang Iran-AS

OTT Lagi, OTT Lagi… Luthfi Ingatkan Jangan Main Api di Birokrasi

119 SPPG di Jateng Gandeng BUMDes dan Koperasi

274,7 Kilometer Tanggul Raksasa Bakal Bentengi Pantura Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”

Desember 2, 2025
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sejumlah hadiah kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).
Sepak Bola

Hore, Fix Gratis! 104 Laga Piala Dunia 2026 Tayang Full di TVRI

Desember 31, 2025
Daerah

Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa

Januari 6, 2026
Info

BPJS PBI-JK Tiba-tiba Nonaktif? Tenang, Ini Cara Balikin Lagi Tanpa Ribet

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?