Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Di tengah angka kemiskinan yang masih jadi PR bareng, Gubernur Jawa Tengah punya jurus andalan: pendidikan. Buat Ahmad Luthfi, sekolah bukan sekadar ruang kelas dan absen pagi, tapi instrumen strategis buat motong rantai kemiskinan.

T. Budianto
Last updated: Maret 4, 2026 12:04 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGI TK: Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jateng, Nawal Arafah Yasin mengunjungi TK Mutiara, Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, sektor pendidikan punya peran krusial dalam pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan adalah kunci biar masyarakat punya daya saing dan peluang hidup lebih baik.

“Pendidikan berperan meningkatkan sumber daya manusia yang punya daya saing,” kata Luthfi saat pelantikan dan penyerahan SK kepala sekolah serta jabatan fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Pemprov Jateng memang lagi ngebut menekan angka kemiskinan. Per September 2025, angka kemiskinan tercatat 9,39 persen atau sekitar 3,34 juta jiwa. Turun tipis dari sebelumnya 9,58 persen, artinya ada progres, tapi perjuangan belum selesai.

Baca juga: Saleh Tegaskan Anak-anak Terdampak Bencana di Jateng Gak Boleh Kehilangan Akses Pendidikan

Di momen itu, Luthfi juga melakukan penataan pejabat di 645 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri lewat rotasi dan promosi. Sebanyak 164 kepala sekolah menerima SK secara simbolis: 43 rotasi (22 SMA, 16 SMK, 5 SLB) dan 121 promosi (66 SMA, 51 SMK, 4 SLB). Sisanya mengikuti daring.

Tak cuma itu, 17 pejabat fungsional PNS dan 3.018 PPPK juga dilantik. Dari jumlah itu, sebagian hadir langsung, lainnya online. Angkanya besar, pesannya juga jelas: tanggung jawab makin besar.

Luthfi mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, penuh integritas, dan nggak kebablasan gaya hidup. Ia bahkan berpesan agar kepala sekolah dan guru tidak bersikap hedon.

Role Model

“Harus kita laksanakan sesuai profesionalisme, penuh perhatian, dan tanggung jawab,” tegasnya. Menurutnya, kepala sekolah dan guru adalah role model. Sikap dan perilaku mereka harus mencerminkan akhlak, karakter, dan budi pekerti yang baik. Karena di sekolah, bukan cuma ilmu yang ditransfer, tapi juga nilai.

Sementara itu, Berti Sagendra yang baru dipromosikan jadi Kepala SMKN 6 Kota Semarang mengaku siap dengan tantangan barunya. Ia menekankan pentingnya link and match antara sekolah dan dunia usaha.

“Karena saya di SMK, tantangannya menyiapkan SDM yang siap berwirausaha, bekerja, dan melanjutkan. Setelah murid lulus, SMK harus memikirkan bagaimana menyalurkan,” ujarnya.

Cerita haru juga datang dari Agus Nugroho, guru PPPK di SMKN 1 Boyolali. Setelah belasan tahun jadi honorer, akhirnya ia resmi diangkat sebagai PPPK Guru lewat formasi 2025.

Baca juga: 72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

“Senang sekali, sudah lama sebagai guru honorer, sekarang resmi jadi PPPK dan menerima SK pelantikan,” katanya. Bagi Agus, status baru ini bukan cuma soal administrasi, tapi tanggung jawab moral atas profesi yang ia tekuni dengan kerja keras dan keikhlasan. “Kita harus tetap berusaha memberikan apa yang kita bisa dengan tulus. Kerja keras itu tidak menipu hasil,” ucapnya.

Di tengah debat soal angka kemiskinan, jawabannya ternyata bukan cuma soal bantuan, tapi soal bangku sekolah. Kalau pendidikan benar-benar jadi instrumen, semoga ijazah nanti bukan cuma jadi pajangan, tapi benar-benar tiket keluar dari lingkaran kemiskinan. (tb)

You Might Also Like

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Dicari! Mahasiswa yang Berani Ngulik & Ngulti Kebijakan Pemprov

Pertama di Jateng! Betonisasi Jalan di Klaten Ini Pakai Limbah PLTU

DPD PDIP Jateng Siap Ngegas! Dolfie Jadi Ketua Pinka Jadi Waka, Senior & Darah Muda Disatukan

Polda Jateng Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih Tanpa Titipan, Yakin?

TAGGED:headlinepemprov jatengpendidikan jatengsekolah gratis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BI Jateng Buka 251 Titik Tukar Uang Baru
Next Article Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist) Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kuliah sampai Babak Belur dan Gegar Otak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Patok Harga Satu Anak Bayi Rp 11 – 16 Juta

Juli 15, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025
Info

Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema

Juli 24, 2026
EkonomiPlesir

Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Maret 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?