Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang-India Makin Lengket, Bukan Sekadar Basa-Basi Diplomasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Semarang-India Makin Lengket, Bukan Sekadar Basa-Basi Diplomasi

Kalau kamu kira hubungan Semarang dan India cuma urusan pejabat tukar plakat dan foto bareng, fix kamu kurang update. Faktanya, chemistry dua pihak ini sudah kebentuk sejak ratusan tahun lalu, dari jalur dagang laut sampai bubur legendaris tiap Ramadan. Sekarang? Kolaborasinya naik level: investasi jalan, pendidikan gas, budaya ikut melenggang.

T. Budianto
Last updated: Februari 20, 2026 2:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGAN DUBES INDIA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima kunjungan Duta Besar India, Sandeep Chakravorty di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang lagi serius memperkuat kerja sama dengan Pemerintah India. Fokusnya nggak tanggung-tanggung: investasi, pariwisata, pendidikan, sampai pertukaran budaya.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Balai Kota Semarang, Kamis, (19/2/2026).

Menurut Agustina, hubungan Semarang-India bukan relasi yang baru kemarin sore. Dari zaman kapal-kapal dagang berlayar, dua wilayah ini sudah saling terkoneksi. Jejaknya masih bisa dirasain sampai sekarang, sebut saja Kampung Pekojan dan tradisi Bubur India di Masjid Jami Pekojan tiap Ramadan.

Baca juga: Gubernur Lempar Karpet Merah ke Investor India

“India bagi kami bukan cuma negara sahabat. Ini bagian dari sejarah yang ikut ngebentuk karakter Kota Semarang,” kurang lebih begitu vibe yang disampaikan Agustina. Intinya: ini warisan, bukan cuma kerja sama formalitas.

India juga bukan pemain baru di sektor ekonomi Semarang. Ada perusahaan farmasi PT Macleods Pharmaceutical Indonesia dan perusahaan tekstil PT Bitratex Industries yang sudah eksis dan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja serta perputaran ekonomi lokal. Artinya, kolaborasi ini bukan sekadar wacana. Sudah ada dampaknya.

Mahasiswa India

Nggak cuma duit dan industri, sektor pendidikan juga ikut diseriusin. Mahasiswa dari OP Jindal Global University bahkan pernah terjun langsung ke Desa Wisata Jatirejo lewat program pengabdian masyarakat bareng kampus lokal.

Di sisi lain, ada juga “India Corner” yang diresmikan di Universitas Negeri Semarang. Ruang ini jadi etalase budaya sekaligus info peluang studi ke India. Jadi kalau ada yang pengin kuliah sambil eksplor Bollywood vibes versi akademik, jalannya makin kebuka.

Agustina berharap kunjungan ini bukan cuma seremoni, tapi jadi langkah strategis buat memperluas investasi, ningkatin kualitas SDM, dan bikin Semarang makin dilirik sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya oleh warga India.

Sementara itu, Dubes India, Sandeep Chakravorty mengapresiasi sambutan Pemkot Semarang dan peran aktif komunitas India di kota ini. Ia juga memastikan pemerintahnya siap memperluas program beasiswa dan pelatihan, termasuk buat aparatur pemerintah daerah.

Baca juga: Uang Deras ke Jateng: Investasi 2025 Tembus Target

Hubungan Indonesia-India sendiri lagi ada di fase yang cukup solid, apalagi setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India dan rencana kunjungan Perdana Menteri, Narendra Modi ke Indonesia tahun ini.

People to people contact alias hubungan antarwarga juga mau terus dikuatin lewat pendidikan dan pelatihan profesional. Jadi bukan cuma level elite, tapi sampai ke level masyarakat.

Kalau dulu hubungan Semarang-India dirajut lewat rempah dan jalur laut, sekarang dirawat lewat investasi, kampus, dan diplomasi. Bedanya cuma satu: dulu pakai kapal layar, sekarang pakai MoU dan beasiswa. Tapi intinya sama, yang penting tetap nyambung, bukan cuma pas foto bareng lalu hilang kabar. (tebe)

You Might Also Like

War Tiket Dimulai! Mudik Gratis Kemenhub 2026 Siap Dibuka

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

Kereta Anjlok di Bumiayu, Dua Rute KA dari Semarang Batal Berangkat

BRT Semarang Mulai Ganti Napas, 41 Bus Baru Sudah Jalan

TAGGED:agustina wilujengheadlineINDIAinvestasikerjasamapemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pasar Sora SKK Vol.2 resmi dibuka di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Kamis (19/2/2026). Ini jadi tempat berburu takjil paling hype di Solo. Pasar Sora SKK Vol.2 Resmi Dibuka, Spot Ngabuburit & Berburu Takjil Paling Hype di Solo!
Next Article 53 Pohon Tumbang dalam Sehari, Semarang Lagi Nggak Baik-Baik Aja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Baru Dibuka Lima Hari, Jembatan Serayu Malah Bikin Celaka

Total Empat Kepala Daerah di Jateng Kena OTT Sepanjang Tahun Ini

Pikap Koperasi Merah Putih Masuk Selokan di Banyumas Hingga Terguling

Bediding Belum Pergi, Jawa Tengah Masih Menggigil Hingga Dua Bulan Lagi

Jaksa melintas di lobi kantor Kejati Jateng. (bae)

Polda Jateng Larang Pengelola SPPG Polri Hadiri Panggilan Kejaksaan, Kejati: Ya Monggo, tapi . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi razia kendaraan oleh kepolisian.
Daerah

Awas! Polisi di Jateng Gelar Razia Kendaraan, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Juli 11, 2025
Dewan Pakar BGN Ikeu Tanziha.
Info

Siswa Upload Menu MBG Ada Belatung, BGN: Sikap Kurang Bersyukur

Desember 26, 2025
Ekonomi

KUR Tanpa Agunan? UMKM Semarang Udah Siap Gaspol!

Desember 2, 2025
KEKECEWAAN - Sejumlah awak media menaruh id card dan peralatan liputan di lantai sebagai bentuk protes dan kekecewaan setelah dilarang meliput Menkeu Purbaya di Muladi Dome Undip, Jumat (3/7/2026). (dul)
Info

Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang-India Makin Lengket, Bukan Sekadar Basa-Basi Diplomasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?