Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa Upload Menu MBG Ada Belatung, BGN: Sikap Kurang Bersyukur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Siswa Upload Menu MBG Ada Belatung, BGN: Sikap Kurang Bersyukur

R. Izra
Last updated: Desember 26, 2025 3:18 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Dewan Pakar BGN Ikeu Tanziha.
Dewan Pakar BGN Ikeu Tanziha.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi bikin ribut. Kali ini bukan soal gizinya, tapi soal reaksi pemerintah ke siswa yang berani speak up.

Badan Gizi Nasional (BGN) menilai siswa yang mengunggah masalah menu MBG ke media sosial—termasuk temuan belatung di makanan—sebagai sikap “kurang bersyukur”.

Yes, kamu nggak salah baca. Pernyataan itu disampaikan Dewan Pakar BGN Ikeu Tanziha dalam diskusi MBG di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Bacaaja: Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?
Bacaaja: Guru Besar UGM Bongkar Anggaran MBG: Nggak Rasional, Mending Buat Tangani Bencana

“Seperti tadi contoh ada belatung di menu MBG, apa untungnya buat anak?” kata Ikeu.

Menurut BGN, unggahan semacam itu bukan solusi, malah dikhawatirkan membentuk karakter negatif pada anak.

“Kami takutnya itu malah membentuk jiwa tidak bersyukur dari anak-anak,” lanjutnya.

BGN meminta siswa tidak mengumbar masalah MBG ke medsos, tapi cukup melapor lewat jalur resmi—alias ke guru.

Kalau ada belatung? Mereka penginnya kayak gini:

  • bilang ke guru
  • makanan diganti
  • selesai
  • nggak usah diviralin

“Karena hanya satu yang ada belatungnya, kenapa mesti diposting?” kata Ikeu.

Menurutnya, masalah bisa diselesaikan cepat tanpa harus bikin gaduh di ruang publik.

BGN juga bilang pemerintah lagi nyiapin sistem pengaduan terpadu, kerja bareng Kementerian Komunikasi dan Digital. Katanya, nanti semua orang—punya pulsa atau nggak—tetap bisa lapor.

“Tagihannya nanti masuk ke BGN,” ujar Ikeu.

Pernyataan BGN ini langsung dibantah realita di lapangan.

Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, bilang banyak murid dan guru justru takut bicara.

“Anak muridnya ditekan guru, guru ditekan sekolah, sekolah ditekan dinas,” kata Iman.

Efeknya? Masalah ada, tapi dipendam. Kritik dibungkam. Dan medsos jadi satu-satunya tempat buat bersuara.

Intinya saat siswa nemu belatung di makanan dan berani speak up, yang disorot justru rasa syukurnya yang dianggap kurang, bukan kualitas makanannya.

Pertanyaannya sekarang:

  • salah lapor?
  • salah posting?
  • atau salah sistem?

Mengapa rakyat selalu jadi pihak yang disalahkan? Padahal, rakyat sejatinya adalah korban. (*)

You Might Also Like

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Meet & Greet Densus Siap Keliling Sekolah-sekolah di Jateng, Disdik: Ini Sangat Penting!

Dorong Inklusi, Nawal Yasin Minta Program Difabel Masuk ke Kecamatan Berdaya

COO PSIS: Enam Poin Harga Mati

Adakah Vaksin Hantavirus?

TAGGED:belatungdewan pakar bgnheadlinekurang bersyukurmenu mbgsiswa upload belatung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara [pixabay] Bukan Paru-paru Dunia, Asia Tenggara Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar
Next Article Nyaris Kalah, Lukas Malah Angkat Trofi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Saleh di Fisip Undip: Politik Now Nggak Cuma Teori, Tapi Narasi dan Konten

KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist)

Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek

MUSANCAB PDIP SALATIGA - PDIP Salatiga menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung di Gedung Korpri, Kamis (21/5/2026) malam.

Pengurus Baru PAC PDIP Salatiga Terbentuk, Siapa Saja Terpilih? Berikut Daftarnya

PEMERIKSAAN HEWAN - Petugas kesehatan hewan memeriksa calon hewan kurban.

Jelang Iduladha, Pemprov Jateng Waspadai Cacing Hati hingga Penyakit Menular Hewan Kurban

RUTINITAS MUSIMAN: Sampai kapan banjir dan longsor di Kota Semarang dianggap sebagai rutinitas musiman yang “wajar” terjadi?

Banjir Datang Lagi, Mangkang Kebanjiran Lagi: Warga sampai Hafal Polanya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Nunggak Puasa Bertahun-tahun, Gimana Cara Bayarnya Biar Tenang?

Februari 20, 2026
Olahraga

Polda Jateng Tantang “Jagoan Tawuran”

Oktober 11, 2025
Politik

Bupati Purbalingga di Demo Masyarakat, Eh Ini yang Dilakukan Mas Bupati

September 30, 2025
Info

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Maret 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa Upload Menu MBG Ada Belatung, BGN: Sikap Kurang Bersyukur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?