BACAAJA, SEMARANG — Fungsi eksekutif atau executive function (EF) menjadi salah satu fondasi penting dalam tumbuh kembang anak. Kemampuan ini berkaitan dengan cara otak bekerja untuk berpikir kritis, mengelola emosi, mengontrol perilaku, hingga merencanakan langkah untuk mencapai tujuan.
Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, menjelaskan bahwa anak dengan fungsi eksekutif yang baik umumnya mampu meregulasi emosi, mengendalikan perilaku, serta memiliki kemampuan strategi dan pemecahan masalah.
Hal itu ia sampaikan dalam seminar parenting bertajuk “Dari Ketuntasan Sensori ke Calistung: Membangun Dasar Belajar Anak yang Kuat” di Gedung Balairung Balai Bahasa Jawa Tengah, Ungaran, belum lama ini.
Bacaaja: Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG
Bacaaja: Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang
Menurut Ester, fungsi eksekutif tidak terbentuk melalui dorongan akademik terlalu dini, melainkan lewat pengalaman hidup yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
“Fungsi eksekutif tidak dibangun lewat latihan akademik dini, tetapi lewat pengalaman hidup yang sesuai tahap,” ujarnya.
Ia memaparkan tujuh peran penting fungsi eksekutif bagi anak. Pertama, membantu anak mengatur emosi dan perilaku. Kedua, meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
Ketiga, memfasilitasi anak agar mampu belajar dan berpartisipasi baik di sekolah maupun masyarakat. Keempat, membantu anak menemukan ritme belajar yang konsisten.
Kelima, menumbuhkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Keenam, membentuk kebiasaan positif seperti disiplin, fokus, dan tanggung jawab. Ketujuh, mengurangi perilaku maladaptif dengan mengarahkannya ke aktivitas yang lebih konstruktif.
Ester juga mengungkap sejumlah ciri anak yang telah memiliki fungsi eksekutif matang, di antaranya konsentrasi tinggi, kecintaan terhadap proses belajar, serta kedisiplinan internal.
Selain itu, anak cenderung menunjukkan ketenangan, kebahagiaan, rasa tanggung jawab, dan kemandirian dalam menjalani aktivitasnya.
Dengan fondasi fungsi eksekutif yang kuat, anak diharapkan mampu menghadapi tantangan belajar sekaligus beradaptasi dengan lingkungan secara lebih optimal. (*)


