BACAAJA, JAKARTA — Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BI) resmi mundur, setelah IHSG rontok.
Gegara pasar modal lagi panas dua hari berturut-turut, Iman Rachman resmi cabut dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan besar yang menghantam IHSG belakangan ini.
Bacaaja: IHSG Rontok! Dua Hari Berturut Kena Trading Halt, Ekonomi Indonesia Bakal Ambruk?
Bacaaja: IHSG Ambrol Purbaya Murka! Perintahkan BEI Beresin Saham Gorengan Sebelum Maret
“Sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” ujar Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026).
Menurut Iman, langkah mundur ini jadi opsi paling realistis demi menenangkan pasar. Ia berharap, dengan dirinya tidak lagi menjabat, kondisi pasar modal Indonesia bisa kembali kondusif dan pelan-pelan pulih.
Drama di pasar modal ini pecah setelah pengumuman MSCI. Dalam dua hari berturut-turut, IHSG diserbu aksi jual sampai anjlok parah dan berujung trading halt, sesuatu yang jelas bikin investor deg-degan.
Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1/2026) pukul 13.43 WIB, sesaat setelah pengumuman MSCI.
Belum reda, keesokan harinya Kamis (29/1/2026), IHSG kembali “kejedot rem darurat” di pukul 09.26 WIB, sebelum akhirnya dibuka lagi setengah jam kemudian.
Dua kali trading halt dalam waktu singkat jelas bukan kejadian biasa. Tekanan pasar yang brutal ini jadi latar belakang keputusan Iman buat step back dari pucuk pimpinan BEI.
Kini, perhatian pelaku pasar tertuju ke satu hal: siapa pengganti Iman, dan apakah pasar bisa balik stabil atau malah makin goyang? (*)

