Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Kerja ke Jepang itu biasa. Tapi naik kelas jadi manajer? Nah, ini baru cerita beda level. Jawa Tengah dan Jepang lagi serius-seriusnya bikin jalur karier yang nggak cuma pergi-pulang, tapi naik tangga sampai kursi pimpinan.

T. Budianto
Last updated: Januari 24, 2026 10:50 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
GUBERNUR KAGAWA: Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Jakarta, Jumat (23/1/2026) malam. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jepang resmi naik level. Bukan lagi sekadar kirim tenaga kerja, tapi mulai ngebentuk SDM asal Jateng biar bisa duduk di posisi strategis, bahkan sampai head manager di perusahaan-perusahaan Jepang.

Hal ini diungkapkan Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai menerima kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Jakarta, Jumat malam (23/1/2026). Obrolannya serius tapi visioner: soal tenaga kerja, pendidikan vokasi, sampai investasi Jepang di Jateng.

“Pemerintah Kagawa tertarik dengan SDM Jateng. Mereka berharap pekerja dari Jateng nggak cuma kerja sementara, tapi disiapkan dan dilatih jadi head manager,” kata Taj Yasin.

Kepercayaan ini jadi sinyal kalau kualitas dan etos kerja orang Jateng makin diakui di level internasional. Apalagi tiap tahun, Jateng meluluskan sekitar 245 ribu siswa SMK dari berbagai bidang, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian modern, pariwisata, sampai keperawatan lansia.

Baca juga: Realisasi Investasi Jateng Capai Rp 21,8 Triliun

“Kami terus nyesuaiin kurikulum, sertifikasi, dan standar kompetensi biar klop sama kebutuhan industri global,” lanjut Gus Yasin. Data juga bicara. Jumlah pekerja migran asal Jateng di Jepang terus naik. Tahun 2024 tercatat 3.760 orang, lalu melonjak jadi 5.712 orang di 2025, naik sekitar 52 persen. Gaspol.

Tapi Pemprov Jateng nggak mau warganya cuma punya opsi kerja ke luar negeri. Gus Yasin juga mendorong industri Jepang buat buka pabrik dan investasi langsung di Jateng.

“Nggak semua orang harus ke Jepang. Kalau industrinya datang ke sini, lapangan kerja lokal juga kebuka,” tegasnya. Saat ini, Pemprov Jateng sudah nyiapin karpet merah: dari proyek energi, manufaktur, pertanian terintegrasi, perikanan terpadu, sampai pariwisata berkelanjutan.

Permudah Perizinan

Perizinan dipermudah lewat OSS berbasis risiko, plus bonus insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan bebas bea masuk mesin industri. Hasilnya? Jepang konsisten jadi salah satu investor terbesar di Jateng.

Sepanjang 2021-2025, total investasinya tembus Rp24,216 triliun dan nangkring di posisi tiga besar. Lokasinya tersebar di Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang, Kendal dengan sektor favorit mulai dari listrik, tekstil, otomotif, mesin, sampai elektronik.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, mengapresiasi kontribusi sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia yang mayoritas dari Jawa Tengah yang bekerja di wilayahnya. “Mereka bekerja dengan baik dan jadi bagian penting perekonomian kami,” ujar Ikeda.

Baca juga: Ekspor 300 Ton Lada ke Jepang, Pemkab Purbalingga Gaspol Replikasi Program UPLAND!

Ia juga menjamin pekerja Indonesia bisa hidup aman dan nyaman di Jepang, termasuk lewat dukungan pelatihan bahasa Jepang sebelum keberangkatan. “Kami ingin mereka bisa beradaptasi sejak awal,” katanya.

Dari sisi pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Syamsudin Isnaeni menyambut peluang ini dengan serius. Salah satu kunci utamanya: kemampuan berbahasa Jepang.

“Kami akan siapkan pelatihan bahasa Jepang di SMK, khususnya buat anak-anak yang memang punya cita-cita kerja di Jepang,” jelasnya. Program ini bakal disinergikan dengan pemerintah pusat lewat program Go Global. Tapi tetap ada seleksi: minat anak harus kuat, dan orang tua juga harus satu frekuensi.

Kalau dulu ke Jepang cuma bawa koper dan mimpi, sekarang bisa bawa visi karier. Dari SMK, naik mesin industri, lalu duduk di kursi manajer. Jepang manggil, Jateng jawab: siap naik level. (tebe)

You Might Also Like

Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

Guru SMPN 1 Trenggalek Dipukuli setelah Sita HP Siswa, Polisi Turun Tangan

Masalah Bangsa Sering Berawal dari Rumah yang Rapuh

Mobil Listrik Mau Kena Pajak? Santai, Jateng Masih “Mikir Dulu”

TAGGED:headlinejepangpemprov jatengtenaga kerja jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warga Mangunsari Ubah Sampah Jadi Tabungan
Next Article Mahesa Jenar vs Joko Tingkir, Siapa Menang?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tampang Agus Ratmono, terduga pelaku perampokan sadis keluarga juragan sate di Boyolali.
Hukum

Polisi Tangkap Rampok Sadis Boyolali di Kudus, Keluarga Korban Curiga Motif Utang Piutang

Januari 31, 2026
Atap gedung Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) Brebes, ambruk pada Minggu (22/9/2025).
Info

Atap KPT Brebes Ambruk, Ini Bangunan Baru Anggarannya Rp 120 Miliar, Lho!

September 22, 2025
Info

Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang

Agustus 9, 2026
BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun.
Unik

BGN Ajukan Anggaran MBG 2026 ke DPR Sebesar Rp 335 Triliun

Juli 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?