Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Mulai Ngitung “Luka” Pascabanjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Pemprov Mulai Ngitung “Luka” Pascabanjir

Banjir belum sepenuhnya pamit, tapi PR sudah numpuk. Jalur Pantura yang tiap hari jadi tulang punggung ekonomi Jawa Tengah kini ikut “masuk UGD”. Pemerintah Provinsi Jateng mulai buka catatan, ngitung satu per satu: jalan rusak, tanggul lelah, dan sungai yang kebanyakan kerja.

T. Budianto
Last updated: Januari 23, 2026 4:09 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
NORMALISASI SUNGAI: Sejumlah alat berat tengah mengeruk sendimentasi di Sungai Bremi, Pekalongan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di tengah air yang masih betah menggenang di sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai masuk ke fase berikutnya: ngitung dampak dan luka pascabanjir. Fokus utamanya jelas, jalur Pantura, si jalan nasional yang nyaris nggak pernah libur.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen bilang, proses pendataan kerusakan baru saja dimulai. Soalnya, banjirnya sendiri belum sepenuhnya selesai. “Banjir di Jateng sampai sekarang belum benar-benar kelar. Untuk pascabencana, kami baru mulai menghitung dan memetakan,” kata Taj Yasin usai menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (22/1/2026).

Jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang jadi atensi utama. Bukan cuma jalan nasional yang kena imbas, tapi juga jalan kabupaten dan provinsi. Masalahnya, meski banjir, arus kendaraan tetap padat. Jalan dipaksa kuat, padahal kondisinya lagi capek.

“Pantura dari Rembang ke Semarang itu belum semuanya kita hitung. Belum lagi dari Semarang ke arah barat,” jelasnya. Pemprov Jateng juga mulai ancang-ancang ngajuin anggaran, termasuk rencana peninggian tanggul dan normalisasi sungai. Targetnya satu: banjir jangan jadi agenda tahunan.

Di Pati, banjir disebut terjadi karena debit air yang kebanyakan ambisi. “Kalau limpasan berarti debitnya tinggi. Artinya perlu peninggian tanggul atau normalisasi sungai,” ujar Taj Yasin. Masalah makin ribet karena banjir datang barengan sama rob. Air laut naik, air sungai susah keluar. Kombo lengkap bikin pembuangan air serba salah.

Bendungan Karet

Sementara di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng menilai bendungan karet di Sungai Bremi sudah jadi kebutuhan mendesak. Meski biayanya nggak main-main, proyek ini dianggap solusi jangka panjang. Rencana serupa juga disiapkan di hilir Pati, tapi Taj Yasin wanti-wanti agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir nggak asal pasang. Nelayan harus diajak ngobrol.

“Kalau dipasang tanggul karet, kapal nelayan bisa nggak masuk. Ini harus dibahas, nggak bisa langsung eksekusi,” tegasnya. Untuk kondisi darurat, Pemprov Jateng bareng BNPB sudah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Pantura seperti Pati dan Pekalongan. OMC berjalan sejak 15 Januari dan diperpanjang sampai 24 Januari sambil nunggu update cuaca dari BMKG.

Sementara itu, BPBD Jateng mencatat banjir masih terjadi di Pati, Kudus, dan Pekalongan. Kerugian jelas bukan receh. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan menegaskan, prioritas utama tetap satu: warga selamat dulu, urusan lain belakangan.

Evakuasi terus dilakukan bareng TNI, Polri, dan relawan. Kelompok rentan jadi fokus utama. Pengungsi ditempatkan di fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan aula.

“Pangan didukung Kemensos, Dinsos, PMI, Baznas, dan masyarakat,” kata Bergas. Ke depan, BPBD berharap pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah benar-benar anti baper sama cuaca ekstrem.

Warga juga diminta lebih siap, tahu jalur evakuasi, dan nggak panik kalau alam mulai drama. “Kalau cuaca ekstrem, segera cari info dan tahu harus ke mana. Biar nggak gagap,” pungkasnya.

Pantura lagi-lagi diuji. Jalan dipaksa kuat, sungai dipaksa sabar, dan warga dipaksa tahan. Tinggal satu pertanyaan: tahun depan, kita masih ngitung dampak… atau sudah benar-benar belajar? (tebe)

You Might Also Like

50 Biksu Jalan Kaki Lintas Kota ke Borobudur

Dedi Mulyadi Pecat 20 ASN, Bakal Umumkan Pegawai Malas di Medsos Mulai November

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

LRT Bakal Hadir di Semarang, Wali Kota: Biar Kayak di Drakor!

Lima Hari yang Nggak Boleh Cuma Jadi Seremoni

TAGGED:kerusakan infrastrukturpemprov jatengwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Meluruskan Pandangan Keliru terkait Konseling ke Psikolog
Next Article UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Yos Sudarso Mau Jadi Song Wat Road-nya Solo, Arus Lalin Lagi Dirembuk

Januari 12, 2026
Daerah

Sweeping Ngawur Polisi di Semarang, Ada Pemotor yang Dikejar sampai Terjatuh

September 3, 2025
Hukum

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

Maret 10, 2026
Unik

Soal Rob Sayung, Taj Yasin Sebut Pemerintah Akan Bangun Tanggul Laut

Juni 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Mulai Ngitung “Luka” Pascabanjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?