Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dedi Mulyadi Pecat 20 ASN, Bakal Umumkan Pegawai Malas di Medsos Mulai November
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Dedi Mulyadi Pecat 20 ASN, Bakal Umumkan Pegawai Malas di Medsos Mulai November

Dedi resmi memecat 20 ASN yang ketahuan malas dan nggak disiplin. Langkah ini diambil buat bersihin sistem dari pegawai yang dianggap cuma numpang nama tanpa kontribusi nyata.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 9, 2025 10:22 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lagi-lagi bikin gebrakan yang bikin heboh dunia birokrasi. Nggak main-main, Dedi resmi memecat 20 ASN yang ketahuan malas dan nggak disiplin. Langkah ini diambil buat bersihin sistem dari pegawai yang dianggap cuma numpang nama tanpa kontribusi nyata.

Mulai 1 November 2025, Dedi juga bakal ngumumin secara terbuka di media sosial nama-nama ASN dengan kehadiran rendah dan kinerja jeblok. Katanya, biar semua orang tahu siapa yang bener-bener kerja dan siapa yang cuma datang buat absen.

“Kita nggak mau lagi ASN yang cuma nongkrong di kantor tapi nggak ngasih hasil. Rakyat butuh pelayanan cepat dan nyata,” tegas Dedi.

Langkah ini jadi bagian dari upaya Dedi memperkuat reformasi birokrasi di Jawa Barat. Menurutnya, kalau pengen pelayanan publik bagus, ya mulai dulu dari mental pegawainya.

Dedi bilang, selama ini masih banyak ASN yang sering absen tanpa alasan jelas, atau bahkan ogah-ogahan ngerjain tugas. “Kalau kerja di pemerintahan tapi niatnya setengah hati, ya silakan cari tempat lain. ASN itu pelayan rakyat, bukan penguasa meja,” katanya tegas.

Selain pemecatan, Dedi juga ngasih peringatan keras buat ASN yang performanya masih di bawah standar. Ia menggandeng Badan Kepegawaian Daerah (BKD) buat evaluasi total mulai dari absensi, produktivitas, sampai kinerja lapangan.

“Yang sering bolos atau nggak perform, nanti datanya bakal muncul di media sosial Pemprov. Jadi, biar publik tahu siapa yang bener-bener kerja buat mereka,” tambah Dedi.

Langkah ini, kata Dedi, bukan buat mempermalukan, tapi buat dorong transparansi dan tanggung jawab. Menurutnya, ASN harus siap dinilai, bukan cuma sama atasan, tapi juga sama masyarakat yang dilayani.

Kebijakan ini juga punya dasar hukum kuat, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Aturannya jelas, dari sanksi ringan, sedang, sampai berat—termasuk pemecatan buat yang melanggar serius.

“Kalau nggak tegas, reformasi birokrasi cuma jadi slogan. Kita pengen ASN Jawa Barat jadi contoh buat daerah lain,” ujar Dedi.

Nggak sedikit yang bilang langkah Dedi ini berani, bahkan agak ekstrem. Tapi di sisi lain, banyak juga yang mendukung, karena publik udah lama capek sama cerita pegawai negeri yang kerjanya malas tapi gajinya lancar.

“Kalau ASN bisa rajin kayak pegawai swasta, pelayanan publik pasti jauh lebih bagus,” kata Dedi lagi.

Dedi juga memastikan pemecatan ini udah melalui proses panjang dan sesuai aturan. Nggak ada yang dilakukan asal-asalan, semua lewat tahap pembinaan dulu sebelum keputusan akhir dijatuhkan.

“Yang udah dipecat itu bukan sekali dua kali ditegur. Udah dikasih kesempatan, tapi tetap bandel. Jadi ya sudah, daripada jadi beban,” jelasnya.

Langkah ini sekaligus jadi sinyal kuat buat ASN lain supaya lebih hati-hati. Nggak ada lagi istilah ‘kerja santai tapi gaji jalan’. Dedi pengin budaya kerja di pemerintahan berubah total.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga bakal rutin ngasih update kinerja ASN lewat media sosial. Jadi masyarakat bisa lihat langsung siapa yang layak diapresiasi dan siapa yang perlu dibina.

“Sekarang eranya terbuka. Kalau mau jadi ASN, ya harus siap disorot publik,” ujar Dedi dengan nada santai tapi tegas.

Banyak warga Jawa Barat justru ngasih jempol buat langkah ini. Menurut mereka, cara seperti ini bikin ASN lebih semangat dan sadar kalau kerja mereka bener-bener diawasi rakyat.

Di akhir pernyataannya, Dedi bilang kalau dirinya nggak anti kritik. Tapi selama tujuannya buat kebaikan publik, dia bakal jalan terus. “Kita nggak cari sensasi, kita cari solusi,” pungkasnya.

Langkah ini sekaligus ngasih pesan keras: di era Dedi Mulyadi, ASN malas siap-siap disorot dan disikat. (*)

You Might Also Like

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Rupiah Borobudur Playon 2025: Bukan Sekadar Lari, tapi untuk Berbagi, Literasi, dan Donasi

Bukan Cuma Geser Kursi, Rotasi Pemkot Semarang Disebut Ajang Regenerasi

Cegah Stunting Nih, Ratusan Balita Brebes Dapat Paket Gizi

TAGGED:dedi mulyadigubernur jawa baratKDM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting
Next Article Gaji UMR Mana Bisa Beli Rumah Cash? Eits, Nih Cara Nyatanya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketuk Pintu Langit, 550 Orang Minta Hujan di Banjarnegara

Bahasa Indonesia di Jerman

PEDULI KESEHATAN PERSONEL - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah secara rutin melaksanakan Daily Health Checking sebagai bagian dari perhatian perusahaan terhadap kondisi kesehatan personel.

PLN Icon Plus Tingkatkan Kesadaran Personel terhadap Kesehatan Diri melalui Daily Health Checking

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi Bocorkan Isi Pembicaraan dengan Prabowo saat MK Putus Perkara Ijazah Gibran

TERDAKWA KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq yang menjadi terdakwa korupsi, berjalan dengan mengenakan rompi tahanan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (8/10/2026). (bae)

Fadia Arafiq Gak Muluk-muluk Pengin Bebas, Cuma Berharap Dihukum Ringan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Maret 28, 2026
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminudin saat menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Balaikota Semarang, Kamis (19/9/2025). Foto: dok.
DaerahEkonomi

Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

September 21, 2025
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan korban demo ricuh di Pati. (bae)
Daerah

22 Pendemo Pati yang Sempat Diciduk, Akhirnya Pulang Bawa Cerita

Agustus 15, 2025
Daerah

Polda Jateng Warning: Demo Damai Silakan, Perusuh Siap Kena Gas!

September 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dedi Mulyadi Pecat 20 ASN, Bakal Umumkan Pegawai Malas di Medsos Mulai November
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?