BACAAJA – Semua sudah tahu polusi udara itu bahaya banget buat kesehatan, bisa bikin gangguan pernapasan, jantung, bahkan bikin risiko penyakit makin tinggi kalau terpapar terus-menerus.
Tapi ada hal yang lebih spesifik lagi: posisi knalpot kendaraan ternyata bisa memengaruhi seberapa banyak polusi yang kita hirup saat lagi di trotoar atau jalanan.
Studi terbaru bikin heboh karena nunjukin fakta unik ini.
Bacaaja: Rahasia Umur Baterai Mobil Listrik yang Jarang Dibahas Orang
Bacaaja: Polusi Cahaya di Perkotaan Bikin Burung Kurang Tidur, Ini Hasil Penelitian Ilmiah Lho!
Gimana sih pengaruh posisi knalpot ini?
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di University of York, Inggris, menemukan kalau kendaraan yang punya knalpot dekat dengan tepi jalan (dekat trotoar) bikin polusi yang terhirup pejalan kaki bisa 40 % lebih banyak dibanding kendaraan yang punya knalpot lebih dekat ke tengah jalan.
Jadi bayangin kamu lagi nunggu lampu merah atau jalan kaki di pinggir jalan yang ramai, knalpot yang posisinya di luar alias nempel ke trotoar itu bisa bikin polutan kaya NOx dan partikel hitam (black carbon) berkumpul lebih pekat di area kamu berdiri.
Intinya:
Posisi knalpot bukan cuma soal estetika atau suara doang.
Desain itu bisa nambah paparan polusi buat orang yang lagi jalan di trotoar.
Riset ini nunjukin betapa detail kecil desain kendaraan bisa berdampak langsung ke kualitas udara di sekitar kita.
Studi kayak gini penting karena polusi kendaraan masih jadi salah satu sumber utama pencemaran udara di kota-kota besar.
Polutan dari knalpot bisa bikin risiko penyakit makin tinggi kalau kita terpapar lama, terutama buat anak kecil, lansia, atau yang punya gangguan pernapasan.
Mau jalan di trotoar atau nunggu ojek online? Sekarang kamu bisa bilang ke temen,
“Nggak cuma asapnya, posisi knalpotnya juga ngaruh banget ke polusi yang aku hirup!” (*)


