Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hasan Nasbi Bilang Ngopi dan Gorengan Bikin Hutan Gundul, Logika Macam Apa ini?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hasan Nasbi Bilang Ngopi dan Gorengan Bikin Hutan Gundul, Logika Macam Apa ini?

R. Izra
Last updated: Desember 19, 2025 10:11 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Nama Hasan Nasbi, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, mendadak ramai diseret ke linimasa.

Bukan karena prestasi, tapi gara-gara ucapannya yang dinilai ngelantur dan terlalu menyederhanakan krisis lingkungan di Indonesia.

Lewat kanal YouTube pribadinya, Hasan mengaitkan kebiasaan ngopi dan makan gorengan dengan penggundulan hutan.

Bacaaja: Upaya Menghindarkan Masyarakat dari Beban Kerusakan Ekologis

Bacaaja: Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Pernyataan ini langsung memantik reaksi keras. Netizen menilai logika itu seperti menarik masalah struktural ke level dapur rakyat.

Alih-alih menyorot ekspansi industri, kebijakan tata kelola lahan, dan lemahnya penegakan hukum, Hasan justru menggeser sorotan ke perilaku individu.

“Selagi kita masih suka minum kopi, ada hutan yang berubah jadi kebun kopi. Kita makan gorengan, ada hutan yang berubah jadi kebun sawit,” ujar Hasan.

Rakyat disalah-salahin lagi

Ucapan tersebut bikin banyak pihak gerah. Publik menilai narasi itu berbahaya karena mengaburkan peran negara dan korporasi besar yang selama ini jadi aktor utama deforestasi.

Logikanya sederhana: rakyat minum kopi, rakyat salah. Rakyat makan gorengan, rakyat ikut dosa ekologis. Sementara izin konsesi, korporasi raksasa, dan alat berat seolah absen dari cerita.

Tak sedikit netizen menyebut pernyataan itu sebagai bentuk cuci tangan struktural—ketika kebijakan gagal, yang disalahkan justru kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Kritik juga datang karena Hasan dianggap mereduksi krisis lingkungan jadi persoalan hitam-putih yang timpang.

Padahal, deforestasi di Indonesia berkaitan erat dengan ekspansi sawit, tambang, hutan tanaman industri, serta lemahnya pengawasan negara.

“Jangan pukul rata,” kata Hasan. Tapi bagi publik, justru pernyataan itulah yang terasa memukul rata—seolah rakyat kecil punya kuasa setara dengan pemegang konsesi ribuan hektare.

Di tengah darurat iklim dan banjir di mana-mana, narasi semacam ini dinilai menyesatkan dan berbahaya. Karena kalau krisis lingkungan terus dipersempit jadi soal gaya hidup, maka akar masalahnya akan terus aman dari sorotan.

Ngopi dan gorengan boleh jadi soal selera. Tapi deforestasi? Itu soal kebijakan, kekuasaan, dan keberanian negara menertibkan pemain besar. Bukan soal isi cangkir rakyat. (*)

You Might Also Like

Semarang Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Soal Drainase Nggak Bisa Kerja Sendirian

Dalih Polisi Ubah TKP Kecelakaan Iko Juliant Unnes: Bisa Jadi Anggota Tak Tahu Nama Jalan

Polisi Musnahkan 67 Kilo Bahan Petasan

Buni Yani Minta Jokowi Fokus Hadapi Sidang, Jangan Safari Politik

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

TAGGED:deforestasihasan nasbihutan gundulmakan gorenganngopi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Resbob (dua dari kiri) saat ditangkap petugas kepolisian. Pelarian Youtuber Resbob Berakhir, Penghina Suku Sunda Ditangkap di Semarang
Next Article Kantor Terra Drone hangus terbakar tewaskan 22 orang. Kebakaran Terra Drone Disebut Terkait Mafia Sawit, Kita Pantas Curiga Gak Sih?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Penjabat Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Albert Dwijaya. (ist)

Luar Biasa! MTQ Nasional Bikin Okupansi Hotel di Semarang Capai 90 Persen

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Kepedulian Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PENUMPANG KERETA API--Penumpang kereta api memadati Stasiun Poncol Semarang. (ist)

Jelang MTQ Nasional, Stasiun Kereta di Kota Semarang Makin Ramai

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (ist)

BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG

Bukit Teletubies Bromo Dilalap Api, Pemicu Misterius

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto, saat dicecar Komisi III DPR RI.
Hukum

Akhirnya Kapolresta Sleman Diberhentikan, Buntut Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka

Januari 30, 2026
LAYANI PELANGGAN--Pelanggan warteg melayani pembeli di Semarang, Rabu (3/7/2026). (bae)
Info

Dolar Melesat Rupiah Ambruk, Pelanggan Warteg Mulai Tinggalkan Lauk Ayam

Juni 3, 2026
Nasional

Polri: Tahun Baru Nggak Ada Kembang Api

Desember 26, 2025
Pendidikan

Robot Detektor Gas ala Siswa SMP Muhammadiyah 1 Gombong, Inovasi Super Keren Demi Keselamatan

September 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hasan Nasbi Bilang Ngopi dan Gorengan Bikin Hutan Gundul, Logika Macam Apa ini?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?