Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

R. Izra
Last updated: Desember 22, 2025 6:22 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAJA, JAKARTA – Bencana di Sumatera diduga dipicu masifnya alih fungsi hutan jadi kebun sawit dan tambang. Penanganan pascabencana juga belum selesai.

Eh, Presiden Prabowo Subianto malah pengin hutan-hutan di Papua dijadikan kebun sawit dalam lima tahun ke depan.

Targetnya mulia di atas kertas—biar daerah bisa mandiri energi dan pangan, nggak tergantung impor BBM.

Bacaaja: 3,1 Juta Hektar Lahan Sawit Ilegal Dibiarkan Mangkrak! Menteri Nusron Cuma Nonton?

Bacaaja: Pembungkaman Pers di Tengah Bencana Aceh, Kolonel TNI Paksa Hapus Rekaman Liputan

Arahan itu disampaikan Prabowo saat rapat bareng kepala daerah Papua di Istana Negara, Selasa (16/12/2025).

Skemanya lengkap: sawit buat BBM, tebu dan singkong buat etanol. Intinya, semua daerah diminta berdiri di atas kaki sendiri. Swasembada energi.

“Kalau ini jalan, kita bisa hemat ratusan triliun dari subsidi dan impor BBM,” kata Prabowo.

Saat ini, impor BBM Indonesia masih tembus Rp520 triliun per tahun. Prabowo ngebayangin kalau separuh aja bisa dipotong, ruang fiskal langsung longgar.

Bahkan, katanya, tiap kabupaten bisa kebagian anggaran sampai Rp1 triliun buat pembangunan.

Menggusur masyarakat adat

Aktivis lingkungan dan masyarakat adat langsung pasang alarm. Mereka bilang, ekspansi sawit bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal ruang hidup yang makin kepepet.

“Tradisi adat makin susah dijalankan karena hutan hilang,” kata Ziadatunnisa dari Kaoem Telapak. Riset mereka nunjukin, sawit sering masuk tanpa izin jelas, ninggalin konflik lahan dan pelanggaran HAM—terutama ke perempuan adat.

Peneliti BRIN, Hidayatullah Rabbani, juga ngingetin: ekspansi sawit bisa bikin ketimpangan makin parah, deforestasi nambah, dan petani kecil makin tersisih. Padahal sawit udah nyumbang hampir 4 persen PDB nasional.

Walhi bahkan nyebut 3,2 juta hektare hutan sudah hilang gara-gara sawit skala besar. Mereka tegas: kebun sawit bukan hutan, dan Papua bukan cadangan terakhir buat ditebang.

Jangan ugal-ugalan

Dari sisi energi, pengamat UGM Fahmy Radhi bilang target swasembada 4–5 tahun itu masih masuk akal, tapi syaratnya satu: jangan ugal-ugalan.

“Harus hati-hati soal fiskal dan dampak lingkungan,” katanya.

Sekarang bola ada di tangan pemerintah. Publik lagi nunggu: ini bakal jadi solusi energi masa depan, atau episode baru hutan Papua makin menipis?

Karena kalau penghematan ratusan triliun dibayar pakai deforestasi dan hilangnya hak adat, ya mahal juga ongkosnya. Gak sebanding.

Terlebih, sebelumnya ahli ekofisiologi tumbuhan ITB, Taufikurahman, buka-bukaan soal banjir dan longsor yang belakangan makin brutal di Sumatera. Intinya simpel: hujan deras ketemu lahan yang udah nggak bisa nyerap air, ya ambyar. Bencana jadinya.

Menurut dia, salah satu biang kerok utamanya adalah konversi hutan alami jadi hutan produksi monokultur. Alias hutan diganti kebun seragam, fungsi ekologinya ikut lenyap.

“Dalam banyak kasus, ini faktor pemicu utama banjir dan longsor,” kata Taufikurahman, Selasa (16/12/2025).

Di kondisi normal, hutan alami itu kayak spons raksasa: nahan air, nyaring, lalu nyalurin pelan-pelan. Tapi begitu tutupan vegetasi alami hilang, sistem hidrologi yang tadinya kerja otomatis langsung crash.

Akibatnya? Air hujan nggak lagi diserap, tapi langsung ngacir ke permukaan. Tanah jadi gampang erosi, banjir makin sering, longsor tinggal nunggu waktu.

Singkatnya, hutan ditebang, alam kehilangan rem, dan bencana jalan terus. Apakah kita tidak belajar dari bencana besar di Sumatera?

You Might Also Like

Wali Kota Semarang Luncurkan KELUARGA CEMARA, Komitmen Lawan Stunting Biar Generasi Muda Makin Kece dan Sehat

Hujan Deras Picu Longsor di Karonsih Selatan

Duh, Habis Dampingi Korban Kriminalisasi, Dera Malah Dikriminalisasi

Mitigasi Rob Tambak Lorok, Saluran Air hingga Tanggul Retak bakal Diperbaiki

Gak Terima Dituding Korupsi, Bekas Bos Sritex Salahkan Pandemi Covid-19 saat Sidang

TAGGED:bencana sumateraheadlinepapuaPrabowosawit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menaker: UMP 2026 Wajib Kelar Sebelum Malam Natal
Next Article Bajaj lagi ngaspal di jalanan Kota Semarang. Bajaj Lagi Naik Kelas: dari Kendaraan Jadul ke Transportasi Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Golkar Buka Peluang Hak Angket soal Ijazah Gibran, Begini Respons Jokowi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tak Hadiri Agenda Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Diduga Ada di Luar Negeri

etua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Gerindra Tancap Gas Revisi UU LLAJ, DWS: Beri Perlindungan dan Kepastian Hukum Ojol

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Angin Sapu Banyumas Semalam, Puluhan Bencana Datang Barengan

Maret 5, 2026
Politik

AHY Tegaskan: Ponpes Tanpa Izin Bangunan Bakal Ditindak, Ini Alasannya

Oktober 6, 2025
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Info

25 Daerah Jateng Masuk Zona Awas Kekeringan

September 3, 2026
Pakar hukum tata negara Mahfud MD.
Politik

Mahfud MD Sorot Prabowo: Ada Sesuatu yang Menyandera, Tidak Berdaulat sebagai Presiden

September 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?