Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Koper Terendam Rob, Rp 1,5 Miliar Uang Akhirnya Terselamatkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Koper Terendam Rob, Rp 1,5 Miliar Uang Akhirnya Terselamatkan

Uang tersebut merupakan milik Ida Murlija, warga Desa Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang menjadi korban banjir rob berkepanjangan sejak Februari lalu.

Nugroho P.
Last updated: Juli 2, 2026 8:53 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi uang.
SHARE

BACAAJA, BATANG – Tumpukan plastik kresek berisi lembaran uang lusuh memenuhi meja pemeriksaan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Kamis (2/7/2026). Pemandangan itu langsung menyita perhatian karena nilai uang yang dibawa mencapai miliaran rupiah.

Uang tersebut merupakan milik Ida Murlija, warga Desa Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang menjadi korban banjir rob berkepanjangan sejak Februari lalu.

Ida datang dengan membawa koper berisi uang tunai hasil penjualan tanah senilai Rp1,54 miliar. Sayangnya, koper itu sempat terendam air laut selama berbulan-bulan hingga membuat kondisi uang rusak parah.

Lembaran rupiah yang awalnya tersimpan rapi berubah menjadi kusam, penuh lumpur, dan saling menempel satu sama lain akibat terlalu lama terkena genangan air rob.

Bagian tepi uang bahkan menghitam sehingga sekilas tampak seperti bekas terbakar. Kondisi tersebut sempat membuat Ida khawatir uang hasil jerih payahnya tidak bisa diselamatkan lagi.

Perempuan berusia 51 tahun itu mengaku uang tersebut sengaja disimpan untuk kebutuhan masa depan keluarganya, terutama biaya pendidikan anak yang sedang menempuh kuliah kedokteran.

“Uang hasil jual tanah saya simpan di koper. Rencananya untuk persiapan biaya kuliah anak di kedokteran,” ujar Ida saat berada di Kantor BI Tegal.

Menurut Ida, banjir rob yang terus datang membuat rumahnya berkali-kali terendam. Dalam situasi itu, koper penyimpanan uang ikut terendam dan terlupakan di tengah kesibukan menghadapi bencana.

Beberapa waktu kemudian, Ida baru teringat dengan koper tersebut. Saat diperiksa, bagian luarnya sudah dipenuhi lumpur dan kerak akibat genangan air laut.

Kepanikan pun langsung muncul ketika koper dibuka. Sebagian besar uang di dalamnya sudah rusak dan lengket satu sama lain.

Beruntung, Ida mendapat informasi dari kenalannya di perbankan yang menyarankan agar uang tersebut segera dibawa ke Bank Indonesia untuk diperiksa dan ditukar.

Saran itu akhirnya menjadi titik terang setelah kekhawatiran kehilangan tabungan dalam jumlah besar sempat menghantuinya selama beberapa hari.

Sesampainya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, proses pemeriksaan langsung dilakukan secara menyeluruh oleh petugas.

Satu per satu lembar uang dipisahkan dengan hati-hati agar tidak menambah tingkat kerusakan. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena kondisi fisik uang sudah sangat rapuh.

Petugas lainnya juga menghitung ulang jumlah nominal sambil memastikan setiap lembar yang diperiksa masih memenuhi syarat untuk mendapatkan penggantian.

Kepala Kantor KPw Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan pihaknya memang memiliki layanan khusus untuk penukaran uang rusak sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keaslian uang sekaligus menentukan besaran nominal yang masih bisa diganti.

“Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida yang mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob. Kami melakukan penelitian terhadap setiap lembar uang untuk memastikan keaslian serta menentukan nilai penggantiannya,” kata Bimala.

Hasil pemeriksaan akhirnya membawa kabar baik bagi Ida dan keluarganya. Dari total Rp1,54 miliar yang dibawa, sebanyak Rp1,51 miliar dinyatakan memenuhi syarat untuk diganti.

Artinya, sebagian besar uang yang sempat terendam rob berhasil diselamatkan dan ditukar dengan uang rupiah yang layak edar.

Sementara itu, sisanya tidak dapat memperoleh penggantian karena kondisi fisiknya sudah terlalu rusak dan tidak lagi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Bimala menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki aturan tertentu dalam layanan penukaran uang rusak.

Salah satu syarat utama adalah kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya sehingga identitas dan ciri keasliannya tetap bisa dikenali.

Selain itu, uang juga harus merupakan satu kesatuan utuh atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar yang sama.

“Dari Rp1,54 miliar yang diperiksa, sebesar Rp1,51 miliar memenuhi persyaratan dan telah diganti dengan uang rupiah layak edar,” jelasnya.

Kisah Ida menjadi pengingat bahwa bencana alam tidak hanya merusak rumah dan barang berharga, tetapi juga bisa mengancam tabungan keluarga yang disimpan secara tunai.

Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya menyimpan aset atau uang dalam tempat yang lebih aman, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir rob.

Di sisi lain, layanan penukaran uang rusak dari Bank Indonesia menjadi harapan bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa agar kerugian yang ditanggung tidak semakin besar.

Bagi Ida, uang yang berhasil diselamatkan itu bukan sekadar angka miliaran rupiah, melainkan bekal masa depan anaknya yang sedang mengejar cita-cita di dunia kedokteran.

Setelah melewati kepanikan dan kekhawatiran berbulan-bulan, sebagian besar hasil penjualan tanah yang sempat terkubur lumpur akhirnya bisa kembali utuh dan siap digunakan sesuai rencana keluarga. (*)

You Might Also Like

Dorong Reformasi Birokrasi, Pansus RPJMD Fokus Bahas Arah Digitalisasi dan Inovasi Pelayanan Publik

Maaf Lebaran Lewat Chat, Cukup Nggak Sih Sebenarnya?

Pemerintah Prioritaskan 1,4 Juta Keluarga Termiskin dalam Penanganan Stunting

Pidato Puan: Negara Konoha, One Piece, dan Ironi Demokrasi Kita

Pria Tendang Kucing hingga Mati di Blora, Polda Jateng Kantongi Identitas Pelaku

TAGGED:batangterendamuang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngebul di Malioboro Kini Bisa Berujung Sidang dan Denda
Next Article Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?

Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar

Koper Terendam Rob, Rp 1,5 Miliar Uang Akhirnya Terselamatkan

Ngebul di Malioboro Kini Bisa Berujung Sidang dan Denda

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

BREAKING NEWS: Jenderal Polisi Aktif Tersangka Baru Korupsi MBG, Atur Penjualan Ompreng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin sidang rapat paripurna.
Unik

Puan Pimpin Rapat Paripurna DPR Persetujuan Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI

Juli 3, 2025
Unik

PAN Jateng Bidik 10 Kursi Senayan, Konsolidasi hingga Tingkat Desa

Juli 28, 2025
ilustrasi kereta api
Unik

Raungan Suara Klakson Tak Terdengar, Detik-Detik Kecelakaan Kereta Api Harina di Kaligawe

Mei 8, 2025
Tips

Gaji UMR Mana Bisa Beli Rumah Cash? Eits, Nih Cara Nyatanya!

Oktober 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Koper Terendam Rob, Rp 1,5 Miliar Uang Akhirnya Terselamatkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?