Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”

Mulai 2026, Jawa Tengah bukan cuma nyiapin kalender baru, tapi juga nyiapin “shift kerja sosial” buat para pelaku tindak pidana. Pemerintah Provinsi Jateng bareng Kejati resmi sepakat nerapin pidana kerja sosial sebagai hukuman alternatif. Nggak cuma dihukum, pelaku bakal diwajibkan ikut kontribusi ke masyarakat. Hukuman tapi versi “lebih manusiawi”, gitu.

T. Budianto
Last updated: Desember 2, 2025 4:31 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
MOU KERJA SOSIAL: Penandatanganan MoU tentang Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana antara Pemprov Jateng dengan Kejaksaan Tinggi Jateng, Senin (1/12). (Fot: Humas Pemprov)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kejaksaan Tinggi Jateng sepakat bareng-bareng ngegas implementasi pidana kerja sosial yang bakal berlaku penuh di 2026, sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kerja sosial ini bukan hukuman ala old school, tapi konsep keadilan restoratif yang lebih adem dan humanis.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bilang, tujuan utama hukuman model baru ini bukan bikin jera doang, tapi ngebantu pelaku buat belajar dari kesalahannya lewat kontribusi nyata ke masyarakat.

Baca juga: Baru Dilantik, Langsung Dapat PR

Penandatanganan MoU ini juga melibatkan seluruh kepala kejaksaan negeri serta bupati dan wali kota se-Jateng. Semua ikut “nyusun dapur” biar pelaksanaan 2026 nanti nggak dadakan.

Kesepakatan tersebut mencakup teknis koordinasi, nyiapin lokasi kerja sosial, sistem pengawasan, pendataan, sampai sosialisasi ke publik. Luthfi wanti-wanti agar lokasi kerja sosial jangan sampe dijadiin ladang bisnis atau malah ngerendahin martabat pelaku. “Pengawasan ada di daerah, pelaksanaannya wajib dilaporin ke kejaksaan,” tegas Luthfi.

Hukuman Pokok

Dari Kejaksaan, Plt Sekretaris Jampidum, Undang Mogupal ngingetin bahwa KUHP baru mulai resmi berlaku 2 Januari 2026. Artinya, pidana kerja sosial bakal jadi hukuman pokok, bukan tambahan. Jadi daerah harus bener-bener siap dari sekarang.

Nantinya, hakim cuma nentuin durasi hukuman sosial. Untuk bentuk kegiatannya, kejaksaan bakal koordinasi sama pemerintah daerah supaya manfaatnya terasa dan tetap manusiawi. Pidana kerja sosial ini juga disebut jadi solusi buat ngurangin sesaknya lapas, sambil tetap ngasih ruang pembinaan.

Baca juga: Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

Dukungan juga datang dari PT Jamkrindo. Direktur Utamanya, Abdul Bari bilang, perusahaannya siap nyumbang lokasi dan pelatihan, bahkan literasi keuangan dan pemberdayaan UMKM, lewat program TJSL.

Kalau dulu orang dihukum tinggal di balik jeruji, sekarang era “hukuman kerja bakti resmi negara”. Ya, minimal sambil tobat, lingkungan ikut kinclong. (tebe)

You Might Also Like

Barang Pemudik Senilai Ratusan Juta Tertinggal di Kereta, dari Tumbler sampai Tablet

Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget

Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Ada Batu Nisan Bertulis Prabowo-Gibran Terinjak di Jalanan Semarang

Suara Caster Cantik asal Indonesia Menggema di Final Esports Eropa

TAGGED:headlinekajati jatengkejati jatengkerja sosialpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KUR Tanpa Agunan? UMKM Semarang Udah Siap Gaspol!
Next Article BRT Trans Semarang berhenti di halte Jl Pemuda Semarang. (Foto: Dok Pemkot Semarang) BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas. (grafis/wayu)

Kronologi Mobil KH Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Dihantam Truk Trailer saat Menuju Banjarnegara

DEMO--Massa dari kelompok Pati Ora Sepele (POS) berorasi meminta koruptor dihukum berat. (bae)

Bakal Rame Terus Nih Sidang Sudewo, Dikawal Fans dan Haters sampai Vonis

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!

Oktober 4, 2025
Daerah

1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System

Januari 15, 2026
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Info

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

Januari 24, 2026
Daerah

Banjir Mangkang, Sinyal Riskannya Infrastruktur Semarang

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?