BACAAJA, JAKARTA – Ratusan nyawa rakyat jelata jadi tumbal bencana di Sumatra. Jumlah korban tewas banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, hingga Sabtu (29/11/2025) malam, tercatat 303 orang meninggal dunia dan 279 orang masih hilang.
Ia menegaskan, data ini hasil pendataan intensif tim gabungan di lapangan, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, BNPB hingga relawan, yang bekerja nyaris tanpa henti untuk memverifikasi korban.
Bacaaja: Dahsyatnya Banjir-Longsor Sibolga, 5 Orang Tewas dan 4 Hilang
Bacaaja: Banjir Parah di Sumut Tewaskan 34 Orang, Puan: Negara Harus Hadir
Sumut Paling Parah, Banyak Wilayah Baru Terdata
Sumatra Utara jadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak.
“Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang,” ujar Suharyanto.
Lonjakan ini terjadi setelah tim SAR berhasil menembus sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang putus.
Aceh dan Sumbar: Akses Sulit, Longsor Masif
Di Aceh, BNPB mencatat:
- 47 orang meninggal
- 51 orang hilang
- 8 orang luka-luka
Daerah terdampak terberat: Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara. Medan berat, lereng curam, dan akses yang rusak bikin proses evakuasi berjalan lambat.
Sementara di Sumatra Barat:
- 90 orang meninggal
- 85 orang hilang
- 10 orang luka-luka
Dampak terparah terjadi di Padang Panjang, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang. Longsor di banyak titik dan infrastruktur rusak masih menghambat tim SAR.
BNPB mengingatkan, data korban masih bisa bertambah seiring terbukanya akses ke wilayah terisolasi.
Operasi 24 Jam dan Percepatan Bantuan
BNPB menegaskan, data korban dinamis. Tim SAR menjalankan operasi 24 jam untuk:
- mencari dan mengevakuasi korban
- membuka jalur yang tertutup
- memindahkan warga dari zona rawan
Distribusi logistik dilakukan paralel: makanan, air bersih, dan kebutuhan darurat dikirim bersama perbaikan akses jalan dan pemulihan jaringan komunikasi. Pos kesehatan darurat juga sudah berdiri di sejumlah titik pengungsian.
Pemerintah Turun Tangan, Hercules Dikerahkan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan pemerintah mengirim bantuan lewat jalur darat dan udara. Beberapa pesawat, termasuk tiga Hercules C-130 dan satu A-400, dikerahkan untuk mempercepat distribusi logistik ke daerah yang sulit dijangkau.
Prabowo juga mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong membantu para penyintas dan mendoakan korban, seraya menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengirim bantuan meski cuaca dan akses masih jadi tantangan besar. (*)

