Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ya Ampuun! Ratusan Warga Terisolasi Gara-Gara Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ya Ampuun! Ratusan Warga Terisolasi Gara-Gara Ini

Kondisi ini bikin warga yang ada di ujung desa terpaksa jalan kaki kalau mau keluar. Nggak sedikit juga yang nekat nyari jalan tikus lewat kebun, meski jalurnya licin dan curam.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 15, 2025 8:53 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Jalan ambles.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Warga Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, lagi kena ujian berat. Jalan utama di dusun mereka ambles dan patah sedalam 25 meter gara-gara longsor yang datang tiba-tiba, Rabu (15/10/2025) sore.

Contents
Akses Putus, Warga BingungBPBD Turun TanganJalan Ambles, Harapan Pun Ikut JatuhLongsor yang Datang Dua Kali

Jalan yang biasanya rame dilewati motor dan mobil itu kini berubah jadi jurang menganga. Akibatnya, ratusan warga di Kadus 3 dan 4 langsung terisolasi. Mereka nggak bisa lewat ke balai desa, pasar, atau bahkan ke sekolah dan tempat kerja.

Kasi Kesra Kecamatan Rembang, Marsud, S.Pd, bilang longsor itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Batur. “Jalan itu akses utama ke Desa Panusupan dan juga ke kecamatan. Sekarang amblesnya sampai 25 meter, jadi kendaraan sama sekali nggak bisa lewat,” katanya.

Kondisi ini bikin warga yang ada di ujung desa terpaksa jalan kaki kalau mau keluar. Nggak sedikit juga yang nekat nyari jalan tikus lewat kebun, meski jalurnya licin dan curam. “Sementara jalan kita tutup total,” tambah Marsud.

Akses Putus, Warga Bingung

Warga Panusupan bilang ini bukan kali pertama kejadian. Tapi yang sekarang paling parah. “Biasanya cuma retak-retak, sekarang patah total,” ujar salah satu warga.

Karena jalan itu satu-satunya jalur penghubung antara dusun, otomatis kegiatan warga ikut berhenti. Anak sekolah harus putar arah jauh, pedagang nggak bisa ngirim barang, dan petani susah bawa hasil panen.

“Biasanya lewat sini ke balai desa cuma lima menit, sekarang bisa setengah jam lewat kebun,” kata warga lain sambil geleng-geleng kepala.


BPBD Turun Tangan

Kepala BPBD Purbalingga, Prayitno, udah turun tangan. Ia bilang bakal langsung koordinasi sama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) buat tangani longsoran.

“Lokasi ini sama kayak yang longsor tahun lalu. Jadi tanahnya memang rawan banget. Kita bakal cek dulu kondisi kontur dan cari solusi cepat,” jelasnya.

Untuk sementara, warga diminta lebih waspada. Soalnya hujan masih sering turun, dan risiko longsor susulan masih tinggi. “Kita juga udah minta pemerintah desa buat bikin jalur darurat,” tambah Prayitno.

Jalan Ambles, Harapan Pun Ikut Jatuh

Meski bantuan mulai datang, warga masih khawatir kalau perbaikan butuh waktu lama. Soalnya jalan ini bukan cuma akses ekonomi, tapi juga satu-satunya jalur darurat kalau ada warga sakit.

Beberapa warga bahkan mulai gotong royong bikin jembatan darurat dari bambu biar bisa nyebrang pejalan kaki. “Minimal bisa dilewati orang dulu deh, daripada muter jauh,” kata pemuda setempat.

Di sisi lain, pemerintah daerah lagi cari cara biar tanah di sekitar jalan bisa distabilkan lagi. Karena kalau cuma ditambal, risiko amblas ulang masih besar.

Longsor yang Datang Dua Kali

Prayitno nyebutin kalau longsor ini mirip banget sama kejadian tahun lalu. Titiknya sama, jenis tanahnya juga. “Kayaknya memang harus ada rekayasa teknik yang lebih kuat, biar nggak terulang lagi tiap musim hujan,” katanya.

Warga sendiri udah mulai waspada setiap hujan turun. Begitu langit mendung, mereka langsung berhenti beraktivitas di sekitar tebing. “Takutnya tiba-tiba ambles lagi,” kata seorang ibu sambil memeluk anaknya.

Sekarang, Panusupan lagi berjuang lewat gotong royong. Warga nggak nunggu bantuan datang, tapi mulai bergerak sendiri bikin jalur alternatif. Walau cuma jalan tanah dan penuh lumpur, setidaknya bisa buat lewat sementara.

Longsor boleh bikin jalan patah, tapi semangat warga Panusupan belum ikut runtuh. Mereka yakin, akses bakal pulih — asal semua pihak mau turun tangan cepat, sebelum hujan datang lagi dan bikin bencana kedua. (*)

You Might Also Like

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

Dugaan Joki hingga Mahasiswi ‘Super Cerdas’, Kuliah S3 Fadia Arafiq di Untag Disorot

Geger di Banyumas!! Kacang Rebus Jadi Menu MBG, Warganet Ragukan Standar Gizi

Puasa Syawal Nggak Harus Ngebut, Santai Aja Bisa Kok

Andreas Ingin Benahi Organisasi Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai di Tegal

TAGGED:bencana purbalinggaBPBD Purbalinggajalan amblespurbalinggaterisolir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cilacap Nandur Harapan di Tepi Laut, Wow Ini Caranya
Next Article Ya Ampun, Ini Doktor Hukum yang Bikin Kaget!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

MUI Jateng: Jangan Sampai Ramadan Jadi Ajang Adu Argumen

Februari 17, 2026
Ilustrasi kritik yang disampaikan melalui medsos. (grafis/wahyu)
Hukum

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Januari 5, 2026
Daerah

Lagi Panas di Pansus Angket, Bupati Sudewo Tiba-tiba Nongol di Acara Pramuka

Agustus 23, 2025
Ketua Komite Pendidikan DPC PERADI SAI Semarang, Imam Setiadi saat paparan dalam diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
Info

Peradi SAI Semarang Dukung Larangan Anak Punya Akun Medsos, Cegah Paparan Radikalisme

Maret 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ya Ampuun! Ratusan Warga Terisolasi Gara-Gara Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?