Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 25 Daerah di Jateng Kekeringan, Pemprov Gelontorkan 6,8 Juta Liter Air Bersih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

25 Daerah di Jateng Kekeringan, Pemprov Gelontorkan 6,8 Juta Liter Air Bersih

T. Budianto
Last updated: Juli 28, 2026 4:11 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BANTUAN AIR BERSIH: Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Musim kemarau baru mulai pemanasan, tapi efeknya sudah bikin 25 kabupaten/kota di Jateng ngos-ngosan. Sumur mulai surut, warga mulai antre air bersih, dan pemerintah pun tancap gas menggelontorkan jutaan liter air ke daerah-daerah yang paling terdampak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng hingga 24 Juli 2026 mencatat, sebanyak 6,8 juta liter air bersih sudah disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dari total itu, sebanyak 4.853.800 liter berasal dari APBD provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Sementara 1.951.500 liter lainnya merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, mulai dari program CSR perusahaan, PMI, TNI, Polri hingga sejumlah instansi lainnya.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Kementan Tambah 5.000 Pompa di Jateng

Bantuan tersebut telah menjangkau 61.139 kepala keluarga (KK) atau sekitar 184.643 jiwa. Tiga daerah yang menerima distribusi air bersih paling besar adalah Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, dampak kemarau kini telah meluas ke 83 kecamatan dan 148 desa yang tersebar di 25 kabupaten/kota. Bahkan, 11 daerah sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Meski begitu, Bergas memastikan cadangan air bersih masih berada dalam kondisi aman. Saat ini masih tersedia sekitar 40 juta liter dari total 44,9 juta liter yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Masih ada sisa ketersediaan air bersih sekitar 40 juta liter. Selain itu, bantuan dari TNI, Polri, PMI, dan berbagai pihak lainnya juga siap disalurkan jika dibutuhkan,” kata Bergas saat melaporkan kondisi terkini kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Senin (27/7/2026).

Ancaman Kebakaran

Kemarau bukan cuma bikin sumur mengering. Ancaman kebakaran juga mulai naik. Sepanjang periode 5 Juni hingga 19 Juli 2026, BPBD mencatat 275 kasus kebakaran, terdiri dari 56 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta 219 kebakaran rumah dan bangunan.

Mayoritas karhutla terjadi di kawasan pertanian, terutama lahan perkebunan tebu. Kerugian akibat kebakaran lahan ditaksir mencapai Rp607 juta, sementara kebakaran rumah dan bangunan menyebabkan kerugian sekitar Rp27 miliar. “Karhutla ini yang perlu menjadi perhatian serius daerah karena potensinya terus meningkat selama musim kemarau,” ujar Bergas.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, langkah antisipasi sebenarnya sudah disiapkan sejak awal musim kemarau. Seluruh kepala daerah diminta memetakan wilayah rawan kekeringan, memastikan distribusi air bersih berjalan lancar, sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap sektor pertanian.

“Intinya kebutuhan air bersih masih cukup, tinggal distribusinya yang harus dipastikan tepat sasaran,” kata Luthfi. Ia juga memberi perhatian khusus pada sektor pertanian agar target produksi padi Jateng tetap terjaga. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan bantuan pompa air ke Kementerian Pertanian.

Baca juga: Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

“Pengajuan bantuan pompa air kepada Menteri Pertanian sudah disetujui. Tinggal ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian dan Peternakan agar segera dikirim ke daerah-daerah yang membutuhkan,” pungkasnya.

Kemarau memang datang setiap tahun. Yang semestinya tak ikut berulang adalah cerita warga yang masih harus menunggu truk tangki untuk sekadar mendapatkan air. Kalau hujan tak bisa dipesan, setidaknya kesiapan menghadapi kemarau jangan selalu datang belakangan. (tebe)

You Might Also Like

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Stadion Bergemuruh,  God Bless Panaskan GBK Jelang Duel Penentu Indonesia vs Cina

BPS Buka Data Perumahan, 18 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak

Gibran Respons Putusan MK soal Ijazah: “Segera Kami Follow Up”

‘Sell Indonesia’ Menggema di Pasar Global, Investor Asing Hilang Kepercayaan

TAGGED:BNPB Jatengheadlinekekeringan jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Batik Parang Bertemu Lung-lungan, Logo Hari Jadi ke-81 Jateng
Next Article Ilustrasi paket kuota internet. LP2K Jateng minta operator terapkan putusan MK. LP2K Jateng Respons Putusan MK soal Kuota Hangus, Minta Operator Lakukan Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Nusron Dipanggil Lagi, MAKI Minta KPK Tak Lembek

TUNTUT HAK ATAS TANAH - Petani Punderejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun) menggelar aksi demonstrasi di Kanwil BPN Jateng, Selasa (27/10/2026). Mereka menuntut hak atas tanah seluan 7,3 hektar yang disengketakan oleh PT Laju Perdana Indah dikembalikan kepada rakyat. (dul)

Petani Pundenrejo Pati Demo di Kantor BPN Jateng, Tuntut Lahan Pertanian Dikembalikan

Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi

Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026

Pemkot Semarang Tanggung Iuran Kesehatan 180.000 Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi TikTok.
Info

Izin TikTok Dibekukan Komdigi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Oktober 4, 2025
Info

400 Kader Muslimat NU Naik Level: Dari Pengajian ke Pendampingan Hukum

April 11, 2026
Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

Puluhan Siswa SD di Solo Diduga Keracunan MBG, Pemkot Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Agustus 1, 2026
Sudut Sampangan Park, taman kota di Semarang yang adem.
Info

Sampangan Park: Tempat Healing Warga Semarang, tapi Parkirannya Bikin Pusing

Maret 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 25 Daerah di Jateng Kekeringan, Pemprov Gelontorkan 6,8 Juta Liter Air Bersih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?