Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 19 Rumah Warga Dilaporkan Terdampak Proyek Pakuwon Mall Semarang, Apa yang Dilakukan DLH?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

19 Rumah Warga Dilaporkan Terdampak Proyek Pakuwon Mall Semarang, Apa yang Dilakukan DLH?

R. Izra
Last updated: Agustus 14, 2026 4:56 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
PENYIAPAN LAHAN - Alat berat sedang mengerjakan penyiapan lahan yang direncakan untuk pembangunan Pakuwon Mall Semarang, yang berada di kawasan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kamis (13/8/2026). (dul)
PENYIAPAN LAHAN - Alat berat sedang mengerjakan penyiapan lahan yang direncakan untuk pembangunan Pakuwon Mall Semarang, yang berada di kawasan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kamis (13/8/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sejumlah rumah warga di sekitar lokasi proyek pembangunan Pakuwon Mall Semarang terdampak dan mengalami kerusakan. Kerusakan rumah warga terdampak mulai dari ringan hingga sedang. Belum ada laporan rumah warga mengalami rusak berat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengungkap sedikitnya 19 rumah terdampak aktivitas proyek pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik.

Namun bukan hanya temuan rumah terdampak yang menjadi perhatian. DLH juga menyebut kelanjutan proyek tersebut masih menunggu hasil kajian dan evaluasi yang sedang berjalan.

Bacaaja: Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan
Bacaaja: Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”

Artinya, proyek yang saat ini masih berada pada tahap penyiapan lahan belum dipastikan akan berlanjut ke tahap konstruksi fisik. Menurutnya, proyek tersebut telah memiliki dokumen lingkungan dan perizinan yang diperlukan.

“Keberadaan izin tersebut tidak otomatis membuat pembangunan langsung berlanjut ke tahap konstruksi fisik. Jadi saat ini baru penyiapan lahan,” kata Kabid Pengawasan DLH Kota Semarang, Wahyu Heriawan, kemarin.

Setelah proses penyiapan lahan selesai, pihak pengembang masih akan melakukan kajian lanjutan yang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

“Setelah penyiapan lahan, Pakuwon mau bikin kajian. Itu bisa dilanjutkan atau tidak,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan DLH telah beberapa kali melakukan pengawasan setelah menerima aduan dari warga yang mengeluhkan kerusakan rumah di sekitar lokasi proyek.

Dari hasil evaluasi lapangan, kata dia, 19 rumah terdampak itu 14 rumah dikaitkan dengan aktivitas pembangunan Pakuwon Mall, sedangkan lima rumah lainnya terdampak pekerjaan perbaikan jalan.

Menurut Wahyu, sebelum aktivitas pembangunan dimulai, pihak pengembang telah melakukan studi awal untuk mengetahui tingkat kerentanan kawasan sekitar proyek. Kajian tersebut dilakukan dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Dari pengawasan kita, mereka bersedia memperbaiki. Pengembang juga sudah melakukan pendataan terkait keluhan warga,” ujar Wahyu saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp (WA), kemarin.

Ia menjelaskan, persoalan dampak pembangunan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan yang melibatkan warga, perangkat wilayah, dan pihak pengembang.

“Ada laporan, sebagian rumah sudah mengalami retak sejak sebelum proyek Pakuwon Mall berhalan. Namun, ada adaun dari warga bahwa kerusakan ada kaitannya dengan pembangunan Pakuwon Mall, jadi kami turun,” jelasnya.

Saat ini, DLH masih melakukan evaluasi terhadap hasil pengawasan yang telah dilakukan di lapangan. Evaluasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan rekomendasi terkait dampak yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.

“Minggu-minggu ini nanti akan melakukan evaluasi terhadap hasil pengawasan kami. Sementara belum jadi evaluasi kami,” katanya.

Terkait rumah warga yang terdampak, ia menyebut pengembang telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan perbaikan. Bahkan surat tindak lanjut perbaikan disebut sudah dikeluarkan setelah dilakukan kajian terhadap kondisi rumah warga.

“Dari segi kita, kita menjembatani saja. Awalnya warga menyampaikan sudah retak-retak dulu, dan pengembang sudah bersedia untuk memperbaiki,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Cerita Bahagia Perantau Balik Gratis Naik Kereta

9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi AHWA, Tentukan Sosok Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Jateng-Jatim Jabat Tangan, Kerja Sama Dagang Tembus Rp2,9 Triliun

TPPU Korupsi BUMD Cilacap: Eksepsi Kandas, Gus Yazid Bersiap Hadapi Saksi dan Bukti Jaksa

MBG Nasibmu Kini, Semua Lini Dikorupsi dari Ompreng hingga Kaus Kaki

TAGGED:dlh semarangheadlinepakuwon mallproyek pembangunanrumah warga rusakSemarangterdampak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi aksi penganiayaan. Dokter di Bali Dilaporkan Aniaya Pacar, Ya Ampun Dok..
Next Article Varian Covid Baru Naik, Singapura Jadi Sorotan WHO

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Prabowo Kumpulkan Menteri, Keuangan BPJS Jadi Sorotan

PIDATO - Presiden Prabowo Subianto berpidato tentang kerangka ekonomi makro Indonesia di sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Prabowo Soroti Antrean BPJS, Minta Layanan Setara

Kasus Influenza Naik, Menkes Bilang Masih Terkendali

GEROBAK USAHA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berkomunikasi dengan warga yang mendapat bantuan gerobak usaha. (ist)

Wali Kota Semarang Ajak GP Ansor Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

Ilustrasi proyek pemanfaatan panas bumi atau geotermal.

Geotermal Diklaim Energi Bersih, Narasi yang Menguntungkan Siapa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029

Mei 25, 2026
Hukum

OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Juli 11, 2026
Info

Cara Unik Posyandu Solo Rawat Kesehatan Mental Warga

Juli 17, 2026
Tiga terdakwa kasus korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (3/10/2025). (bae)
Hukum

Eks-Sekda Cilacap dan Komplotannya Bancakan Duit Korupsi Rp 237 M, untuk Apa Saja?

Oktober 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 19 Rumah Warga Dilaporkan Terdampak Proyek Pakuwon Mall Semarang, Apa yang Dilakukan DLH?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?