Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”

Warga Semarang lagi-lagi harus akrab sama yang namanya rem, kopling, dan antrean lampu merah panjang. Sejak jalur Gombel ditutup, efeknya mulai terasa ke mana-mana. Yang biasanya cuma padat, sekarang naik level jadi “ngerayap bareng”. Salah satu titik yang paling kena imbas: Jl Jangli Raya sampai Jl dr Wahidin.

T. Budianto
Last updated: Mei 7, 2026 7:48 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
JANGLI MACET: Kemacetan di Jl Jangli Raya dampak dari ditutupnya Jl Gombel Lama, Kamis, (7/5/2026) sore. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Penutupan jalur di kawasan Gombel membawa dampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan alternatif di Kota Semarang. Salah satu titik yang kini kerap mengalami kemacetan adalah ruas Jl Jangli Raya hingga Jl dr Wahidin.

Pantauan bacaaja.co di lokasi menunjukkan arus kendaraan roda dua maupun roda empat terus mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kepadatan terlihat saat masyarakat mulai berangkat maupun pulang sekolah dan bekerja.

Rizki Aditya (23), mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengatakan, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut terasa jauh lebih padat sejak akses Gombel ditutup. Menurutnya, perubahan arus kendaraan membuat banyak pengendara beralih melewati jalur Jangli dan Dr Wahidin.

Baca juga: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang

“Sejak Gombel ditutup itu kerasa sih perbedaannya. Yang biasanya padat sekarang jadi lebih macet,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jangli. Kamis (7/5/2026).

Ia menilai kapasitas jalan yang tidak terlalu lebar membuat kepadatan kendaraan semakin sulit diurai. Ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk, arus lalu lintas langsung tersendat dan bergerak perlahan. “Jalannya juga sempit kan, nggak terlalu lebar. Jadi kalau kendaraan ramai ya langsung macet,” katanya.

Paling Padat

Menurut Rizki, kondisi paling padat biasanya terjadi pada pagi hari saat aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai, serta sore hari ketika masyarakat pulang beraktivitas. Pada waktu-waktu tersebut antrean kendaraan bisa memanjang hingga beberapa titik.

Tak hanya memperlambat perjalanan, kemacetan juga membuat waktu tempuh pengguna jalan menjadi lebih lama dibanding biasanya. Banyak pengendara terpaksa mencari jalur alternatif lain untuk menghindari kepadatan.

Penutupan jalur Gombel sendiri dinilai memberi efek berantai terhadap lalu lintas di kawasan sekitar. Jalan yang sebelumnya hanya menampung arus kendaraan lokal kini harus menerima tambahan volume kendaraan dari pengendara yang mengalihkan rute perjalanan.

Baca juga: Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah

Warga dan pengguna jalan berharap ada pengaturan lalu lintas yang lebih maksimal selama penutupan berlangsung. Selain itu, diperlukan solusi jangka panjang agar kepadatan kendaraan di ruas Jangli Raya hingga dr Wahidin tidak terus terjadi setiap jam sibuk.

Di Semarang, macet sekarang bukan lagi soal terlambat sampai tujuan. Kadang yang lebih melelahkan justru perjuangan keluar dari satu lampu merah ke lampu merah berikutnya. Dan ironisnya, jalan alternatif yang dulu dipakai buat menghindari macet… sekarang malah jadi tempat macet baru. (dul)

You Might Also Like

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Ansor Semarang Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan

Mayoritas PAC Dukung Mbak Pinka Jadi Ketua PDIP Jateng

Demo di DPR: Peserta Puluhan Orang, Pasukan Pengamanan yang Disiapkan 1.250 Personel

Sekda Jateng: Stop Ekspor Mentah, Saatnya Hilirisasi Demi Naik Kelas!

TAGGED:dishub kota semarangheadlinemacet semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lapas Purwodadi “Reset” Warga Binaan Lewat Program Pasca Rehabilitasi
Next Article Pemulihan Longsor Kalialang Digeber

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gus Baha: Agama Hidup karena Orang Tak Kehilangan Harapan

Buya Yahya Ingatkan Mualaf, Islam Bukan Sekadar Syahadat

UAH Ungkap Mengapa Dzikir Harus Diulang Berkali-kali

Buya Yahya Tolak Kotak Amal Keliling, Ini Alasannya

Gus Baha Ingatkan Takbir, Salah Panjang Bisa Berbahaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gambar ilustrasi warga yang sedang memberikan suaranya dalam pemilu. Usulan Cak Imin mengenai kepala daerah dipilih atau ditunjuk presiden atau pemerintah pusat, berpotensi pada kemunduran demokrasi dan menyalahi konstitusi. Foto: dok/ist.
Unik

Cak Imin Usul, Gubernur Dipilih Presiden. Upaya Mundurkan Demokrasi?

Agustus 14, 2025
Sepak Bola

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

Oktober 6, 2026
Fokus

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

April 7, 2026
Petugas dan relawan melakukan evakuasi pohon-pohon tumbang di Jalur Pantura Kabupaten Batang, Rabu (4/3/2026) malam.
Info

Ngerinya Cuaca Esktrem di Batang: Pohon Bertumbangan, Tiga Orang Tewas

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?