BACAAJA, SEMARANG- Penutupan jalur di kawasan Gombel membawa dampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan alternatif di Kota Semarang. Salah satu titik yang kini kerap mengalami kemacetan adalah ruas Jl Jangli Raya hingga Jl dr Wahidin.
Pantauan bacaaja.co di lokasi menunjukkan arus kendaraan roda dua maupun roda empat terus mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kepadatan terlihat saat masyarakat mulai berangkat maupun pulang sekolah dan bekerja.
Rizki Aditya (23), mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengatakan, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut terasa jauh lebih padat sejak akses Gombel ditutup. Menurutnya, perubahan arus kendaraan membuat banyak pengendara beralih melewati jalur Jangli dan Dr Wahidin.
Baca juga: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang
“Sejak Gombel ditutup itu kerasa sih perbedaannya. Yang biasanya padat sekarang jadi lebih macet,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jangli. Kamis (7/5/2026).
Ia menilai kapasitas jalan yang tidak terlalu lebar membuat kepadatan kendaraan semakin sulit diurai. Ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk, arus lalu lintas langsung tersendat dan bergerak perlahan. “Jalannya juga sempit kan, nggak terlalu lebar. Jadi kalau kendaraan ramai ya langsung macet,” katanya.
Paling Padat
Menurut Rizki, kondisi paling padat biasanya terjadi pada pagi hari saat aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai, serta sore hari ketika masyarakat pulang beraktivitas. Pada waktu-waktu tersebut antrean kendaraan bisa memanjang hingga beberapa titik.
Tak hanya memperlambat perjalanan, kemacetan juga membuat waktu tempuh pengguna jalan menjadi lebih lama dibanding biasanya. Banyak pengendara terpaksa mencari jalur alternatif lain untuk menghindari kepadatan.
Penutupan jalur Gombel sendiri dinilai memberi efek berantai terhadap lalu lintas di kawasan sekitar. Jalan yang sebelumnya hanya menampung arus kendaraan lokal kini harus menerima tambahan volume kendaraan dari pengendara yang mengalihkan rute perjalanan.
Baca juga: Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah
Warga dan pengguna jalan berharap ada pengaturan lalu lintas yang lebih maksimal selama penutupan berlangsung. Selain itu, diperlukan solusi jangka panjang agar kepadatan kendaraan di ruas Jangli Raya hingga dr Wahidin tidak terus terjadi setiap jam sibuk.
Di Semarang, macet sekarang bukan lagi soal terlambat sampai tujuan. Kadang yang lebih melelahkan justru perjuangan keluar dari satu lampu merah ke lampu merah berikutnya. Dan ironisnya, jalan alternatif yang dulu dipakai buat menghindari macet… sekarang malah jadi tempat macet baru. (dul)

