BACAAJA, SEMARANG – Kebakaran TPA Jatibarang yang sebelumnya meluas hingga hampir 10 hektare sejak Rabu (30/9/2026), kini perlahan mulai menyusut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut, hingga Minggu (4/10/2026), area yang masih mengeluarkan asap dan memiliki titik api di permukaan diperkirakan tersisa sekitar 2,5 hektare.
Menurut Agustina, dari hasil pemantauan masih ditemukan sekitar 6–10 titik api permukaan. Namun, tidak ada titik api baru yang muncul di luar area tersebut.
Bacaaja: Drone Thermal Petakan Bara Tersembunyi di TPA Jatibarang
Bacaaja: Sabtu Pagi Kelabu di Semarang, Warga Berselimut ‘Kabut Asap’ Berbau Sangit
“Kami terus mengerahkan segenap sumber daya yang ada agar kepulan asap dan titik api di TPA Jatibarang dapat ditanggulangi secara tuntas,” kata Agustina, Minggu (4/10/2026).
Untuk menangani titik api yang tersisa, sebanyak 50 personel Damkar dikerahkan. Mereka didukung lima mobil pemadam, lima armada tangki air, serta tiga pompa portabel.
Petugas juga menggunakan ekskavator untuk mengeruk dan menata tumpukan sampah, terutama di area lereng.
Sementara itu, BPBD menyiapkan light tower agar proses pemadaman tetap bisa dilakukan pada malam hari.
Di lapangan, petugas menemukan tumpukan kasur berbahan kapas yang menjadi salah satu pemicu munculnya kobaran api.
Karena itu, pendinginan tidak hanya dilakukan dengan menyemprot air, tetapi juga dengan menata dan membongkar tumpukan sampah di titik yang masih panas. (bae)

