BACAAJA, SEMARANG – Daratan pesisir Kabupaten Demak terus tergerus abrasi hingga sekitar lima kilometer dari garis pantai. Kondisi ini membuat ribuan hektare lahan milik warga terancam tenggelam.
Untuk menahan laju abrasi sekaligus melindungi kawasan permukiman, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Rp10 miliar dari APBD 2026 untuk pembangunan tanggul laut sepanjang 900 meter di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung.
Kepala Bappeda Jawa Tengah Yusmanto mengatakan, pembangunan tanggul tersebut dipadukan dengan penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya perlindungan pesisir berbasis alam.
Bacaaja: Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri
Bacaaja: Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung
“Tanggul laut ini merupakan komitmen Pemprov Jateng bersama Pemkab Demak untuk mengamankan pemukiman, infrastruktur jalan, serta kepastian kepemilikan tanah milik masyarakat yang terdampak rob,” kata Yusmanto, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pengerjaan tanggul laut daerah saat ini telah mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Desa Surodadi juga disiapkan sebagai titik awal pembangunan yang direncanakan ditandai dengan groundbreaking pada 17 Oktober 2026.
Yusmanto menyebut abrasi di pesisir Demak telah menggerus daratan hingga mendekati jalur Pantura. Akibatnya, ribuan hektare lahan bersertifikat milik warga kini berada di kawasan yang terendam.
“Bayangkan, daratan berkurang sampai lima kilometer dan warga masih memegang sertifikatnya. Melalui tanggul laut dan penanaman sabuk hijau mangrove ini, kita berupaya menahan gerusan abrasi agar tanah masyarakat tidak semakin banyak yang hilang,” ujarnya. (dul)

