BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang lagi ngegas bikin gerakan yang vibe-nya mirip “urunan kebaikan”, lewat program PNS Peduli Pekerja Rentan. Intinya sederhana: ASN diminta jadi sugar guardian buat para pekerja informal yang selama ini kerja keras tapi tanpa perlindungan apa pun dari BPJS Ketenagakerjaan. Biar hidup mereka nggak cuma diselamatkan Tuhan dan keberuntungan.
Program ini muncul bukan asal gaya-gayaan. Data BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda per 31 Desember 2024 bilang ada lebih dari 215 ribu pekerja informal di kota ini, tapi yang terlindungi baru 18 persen. Sisanya masih “jalan sendiri” tanpa safety net, padahal mereka masuk kategori pekerja paling rentan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bilang kondisi ini nggak bisa didiemin. “Mayoritas pekerja informal belum mampu bayar iuran sendiri. Di sini ASN hadir buat bantu,” ujarnya, Rabu (19/11).
Iuran Minimal
Skema gerakannya gampang: tiap ASN mendaftarkan dan membayarkan iuran minimal untuk satu pekerja rentan. Kalau dihitung dengan total ASN Pemkot Semarang yang sekitar 16 ribu orang, potensi lonjakannya bisa puluhan ribu pekerja baru yang terlindungi.
Sasarannya luas dan dekat banget sama keseharian kita, tukang becak, pedagang kecil, petani, nelayan, guru ngaji, marbot masjid, sampai para pekerja kecil lain yang kadang cuma kita lihat sekilas lalu lupa kalau hidup mereka riskan banget.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan, ikut nimbrung ngasih apresiasi. Katanya program ini sejalan dengan misi BPJS untuk memperluas perlindungan sosial buat pekerja informal. Mereka juga siap full support dari urusan pendaftaran sampai pelayanan klaim. (tebe)


