Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sungai Sapi Keruh, Satpol PP Mulai Bergerak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sungai Sapi Keruh, Satpol PP Mulai Bergerak

Nugroho P.
Last updated: Agustus 4, 2026 7:38 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Sungai Sapi keruh akibat tercemar. (ist)
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Kasus dugaan pencemaran Sungai Sapi di Banjarnegara mulai masuk tahap penyelidikan lebih dalam. Satpol PP setempat kini memeriksa sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas pencucian pasir yang disinyalir menjadi penyebab air sungai berubah keruh.

Langkah itu diambil setelah adanya laporan warga serta hasil pengecekan langsung di lapangan. Kondisi Sungai Sapi belakangan memang dikeluhkan karena airnya tak lagi jernih, padahal saat musim kemarau sungai tersebut menjadi andalan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyidik Satpol PP Banjarnegara, Sugeng Supriyadhi, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar seluruh fakta bisa dikumpulkan secara menyeluruh.

Sebelum memanggil pihak yang diduga terlibat, penyidik lebih dulu meminta keterangan dari sejumlah kepala desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Sapi. Langkah itu dilakukan untuk memetakan lokasi dan aktivitas yang diduga memicu pencemaran.

Selanjutnya, dua orang berinisial Y dan S dipanggil untuk dimintai keterangan. Keduanya diduga menjalankan usaha pencucian pasir yang membuang limbah langsung ke sungai atau melalui kolam penampungan yang tidak mampu menampung seluruh air limbah.

Akibatnya, air bercampur lumpur diduga meluap hingga masuk ke aliran Sungai Sapi. Dugaan inilah yang kini masih terus didalami oleh penyidik.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua orang tersebut diketahui bukan bagian dari paguyuban pencuci pasir putih yang ada di wilayah setempat. Meski begitu, penyidik masih terus menelusuri peran masing-masing dalam dugaan pencemaran tersebut.

Penyelidikan dipastikan belum berhenti sampai di situ. Satpol PP juga berencana memanggil perusahaan yang diduga memasok pasir putih kepada para pelaku usaha pencucian pasir.

Menurut Sugeng, keterangan dari pihak pemasok dibutuhkan untuk mengurai rantai distribusi material sekaligus mengetahui sejauh mana keterkaitan mereka dengan aktivitas yang sedang diselidiki.

Ia menegaskan peluang munculnya pihak lain dalam perkara ini masih terbuka. Jika ditemukan bukti baru selama proses pemeriksaan berlangsung, penyidik akan memanggil siapa pun yang dianggap mengetahui atau terlibat.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, penyidik akan menggelar kajian hukum dan gelar perkara. Dari hasil itu nantinya akan ditentukan apakah kasus diselesaikan melalui mediasi atau dilanjutkan ke proses penegakan hukum.

Satpol PP juga menegaskan tujuan utama penanganan perkara ini bukan sekadar mencari pihak yang bersalah. Yang paling penting, kondisi Sungai Sapi bisa kembali bersih sehingga masyarakat dapat memanfaatkan airnya dengan aman.

Apabila terbukti melanggar aturan, para pelaku berpotensi dijerat Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Aturan tersebut memuat ancaman pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp50 juta.

Kasus ini mendapat perhatian luas karena Sungai Sapi menjadi sumber air utama bagi warga di Desa Petir, Pucungbedug, Kaliajir, dan sejumlah wilayah lain saat musim kemarau. Warga berharap pencemaran segera diatasi agar kualitas air kembali normal dan kebutuhan air bersih tetap terjaga. (*)

You Might Also Like

Saat Ribuan Warga Klaten Bilang “Siap Lepas dari Bansos”

New Zealand Ninggal Janji: Korban TPPO Akhirnya Bicara

Operasi Langit Digeber, Kalteng Ngebut Cegah Karhutla Sebelum Makin Meluas

Sekelumit Profil Dadan, Ahli Serangga yang Kini Berompi Pink Usai Dicopot

Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda

TAGGED:banjarnegarasungai sapisungai tercemar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kartu Kuning BUMD Jateng, PRPP Jadi Sorotan
Next Article WCP Puas Hasil Laga Uji Coba, PSIS Tekuk Persik Kediri 1-0

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

November 27, 2025
Politik

Soal Sahroni-Uya Kuya, Puan Pastikan Tindak Lanjuti Putusan MKD

November 7, 2025
Pendidikan

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Agustus 11, 2026
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Politik

Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sungai Sapi Keruh, Satpol PP Mulai Bergerak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?