Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sulap Lahan Tidur Jadi Cuan, Revola Jateng Andalkan Drone hingga Smart Farming
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sulap Lahan Tidur Jadi Cuan, Revola Jateng Andalkan Drone hingga Smart Farming

Bertani sekarang tak melulu soal cangkul dan lumpur. Di Jateng, lahan yang sudah belasan tahun terbengkalai kini mulai "dibangunkan" dengan sentuhan teknologi.

T. Budianto
Last updated: Juli 29, 2026 5:25 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Tampilan program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng mulai mengubah wajah pertanian lewat program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis. Program ini menggabungkan teknologi modern dengan semangat gotong royong lintas generasi untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur yang selama bertahun-tahun tak produktif.

Program tersebut dipaparkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (29/7/2026).

Menurut Frans, Revola bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi mengubah cara bertani menjadi lebih modern melalui konsep integrated smart farming atau pertanian terpadu berbasis teknologi.

Baca juga: Sekda Jateng: Boyolali Jangan Kehilangan Akar dan Mata Air

Yang menarik, peran generasi muda menjadi kunci dalam program ini. “Pembagian tugasnya, petani generasi tua atau senior lebih pada pengolahan lahan sedangkan generasi muda menangani teknis yang berkaitan dengan teknologi smart farming seperti drop irrigation (irigasi tetes), drone, alat pendeteksi kelembaban tanah dan air, dan lainnya,” jelas Frans.

Sebagai proyek percontohan, Revola telah diterapkan di lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Banjarnegara. Program tersebut melibatkan 22 stakeholder dan memberdayakan sekitar 625 kepala keluarga (KK), terutama masyarakat yang sebelumnya masuk kategori miskin.

Lahan yang selama 12 tahun terbengkalai itu merupakan bekas kawasan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) teh lokal yang kini dikembalikan kepada masyarakat untuk dikelola secara produktif.

Pengelolaan lahannya dilakukan secara bertingkat atau leveling agar potensi lahan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sekitar dua hektare digunakan untuk menanam alpukat dan kopi. Area lain dimanfaatkan untuk peternakan ayam, kambing, maupun domba.

Komoditas Hortikultura

Sementara sebagian lahan ditanami berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, pisang, dan terong, serta tanaman pangan seperti jagung dan padi. “Jadi ini lahan yang 12 tahun tidak dikerjakan apa-apa. Menariknya, ini lahan bekas PIR lokal teh yang akan dikembalikan ke masyarakat. Revola Jateng ini menjembatani untuk pengolahan lahan agar produktif,” ujarnya.

Hasil awal program tersebut mulai terlihat. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi ratusan keluarga, nilai produksi dari kawasan Revola diperkirakan mampu mencapai sekitar Rp1,9 miliar.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mulai melirik kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi agrowisata. “Ada 625 KK miskin yang terlibat di daerah itu, dan kita harapkan bisa naik kelas menjadi tidak miskin,” kata Frans.

Baca juga: Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27

Keberhasilan proyek percontohan di Banjarnegara membuat Pemprov Jateng bersiap memperluas program ke sejumlah daerah lain. Frans menyebut Batang dan Pekalongan menjadi wilayah yang diprioritaskan karena juga memiliki eks lahan PIR yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern.

Selain itu, beberapa daerah lain juga mulai mengajukan diri untuk menjadi lokasi pengembangan Revola. “Sudah ada beberapa daerah yang mengajukan, ke depan akan kami coba arahkan ke daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Kalau dulu anak muda dianggap malas turun ke sawah, sekarang justru mereka datang membawa drone dan sensor digital. Ternyata, masa depan pertanian bukan soal meninggalkan sawah, tapi membawa teknologi agar sawah ikut naik kelas. (tebe)

You Might Also Like

Kemenag Bikin MTQ Nasional Semarang Semakin Inklusif, Beri Ruang Peserta Difabel

Bareskrim Tetapkan Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Tempuh Praperadilan

“Jangan Sampai Kita Terpecah Belah!”, Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

Gas Melon Masuk Dapur MBG? Siap Kena Semprit, Lalu Dicoret

14 Daerah Jateng Siaga Kekeringan, BPBD Siapkan 129 Juta Liter Air Bersih

TAGGED:ahmad luthfipemprov jatengpertanian jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bocah SD Boyolali Bikin NASA Angkat Topi
Next Article Ilustrasi dokter sedang melayani pasien. (net) Kematian Dokter PPDS Ramai Lagi, IDI Jateng Bilang Sudah Punya Jalur Aduan Rahasia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Usai Pembukaan MTQ, Simpang Lima Langsung Dibersihkan

SD Wonotingal Juara Junior Putri Cup 2026

Sepak Bola Bukan Cuma Laki-laki, 18 Tim Putri SD Buktikan di Semarang

Waduk Gajah Mungkur Mengering, Muncul Puluhan Makam Kuno

Kapal Virgo Transport 8 Hilang, 86 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

RICUH - Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang, diwarnai kericuhan, Minggu (30/8/2026).
Info

BREAKING NEWS: Muktamar NU Rusuh! Aturan Masa Iddah Politik Jadi Pemicu

Agustus 30, 2026
Ekonomi

Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri

Desember 7, 2025
Info

Mudik Seru, tapi Nahan Pipis Bisa Jadi Masalah

Maret 18, 2026
PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)
Hukum

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

Agustus 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sulap Lahan Tidur Jadi Cuan, Revola Jateng Andalkan Drone hingga Smart Farming
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?