Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Suhu Dingin Landa Sebagian Besar Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Suhu Dingin Landa Sebagian Besar Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya

BMKG memperkirakan suhu dingin ini akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Selama hujan masih turun di sore atau malam hari, efek pendinginan akan tetap terasa.

Nugroho P.
Last updated: Juni 21, 2025 6:47 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi cuaca dingin.
SHARE

NARAKITA, MALANG – Fenomena tak biasa tengah menyelimuti berbagai kota di Indonesia. Dari Malang hingga Pontianak, udara sejuk terasa sejak dini hari hingga malam. Suhu yang biasanya panas menyengat kini berubah menjadi sejuk, bahkan menusuk dingin di waktu tertentu. Warganet pun ramai berbagi cerita soal cuaca tak biasa ini di media sosial.

“Subuh tadi Malang dinginnya enggak biasa, 19 derajat Celsius,” tulis salah satu pengguna X. Warganet lain dari Tangerang juga membagikan pengalaman serupa: “Pagi dingin, malam juga dingin, siang pun terasa redup, lalu hujan datang sore sampai malam.”

Yang tak kalah mengejutkan, kota seperti Pontianak yang selama ini dikenal panas sepanjang tahun, juga dilaporkan mengalami hawa dingin sejak pagi hingga malam. Pengguna media sosial ramai menyuarakan keheranan mereka: ini bukan cuaca Indonesia seperti biasanya.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mengapa hawa dingin tiba-tiba menyelimuti begitu banyak wilayah, termasuk kota-kota yang umumnya tropis?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa perubahan suhu ini erat kaitannya dengan musim kemarau.

“Saat ini udara mulai mengering akibat angin monsun dari Australia. Ini adalah ciri umum musim kemarau di wilayah selatan Indonesia,” ujar Sena.

Ia menambahkan, karakteristik udara yang kering membuat suhu permukaan mudah turun, khususnya di malam dan dini hari. Efeknya, tubuh pun lebih mudah merasakan dingin, apalagi jika disertai hujan yang mempercepat proses pendinginan.

Analisis lebih lanjut datang dari Supari, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG. Ia menjelaskan bahwa suhu di dataran rendah Indonesia kini berkisar antara 22 hingga 23 derajat Celsius. “Untuk wilayah rendah, ini termasuk cukup rendah dibanding rata-rata tahunan,” ujarnya.

Menurut Supari, hujan yang terjadi di sore atau malam hari memperparah pendinginan permukaan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. “Itu sebabnya suhu malam hingga pagi di sana terasa lebih dingin dari biasanya,” jelasnya.

Menariknya, fenomena ini bukan disebabkan oleh gangguan iklim global seperti La Nina. “Ini murni karena dinamika lokal musim kemarau. Tidak ada pengaruh dari anomali iklim besar saat ini,” tegasnya.

Fenomena seperti ini disebut juga sebagai bediding, yaitu kondisi udara dingin dan kering yang terjadi saat posisi matahari sedang jauh dari bumi bagian selatan. Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa puncak bediding akan terjadi pada 21 Juni, saat matahari berada di 23,5 derajat Lintang Utara.

“Kondisi ini akan terus berlangsung sepanjang musim kemarau, dari Juni hingga Agustus,” ujar Guswanto. Wilayah yang paling terdampak adalah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, namun efeknya bisa terasa lebih luas tergantung curah hujan setempat.

BMKG memperkirakan suhu dingin ini akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Selama hujan masih turun di sore atau malam hari, efek pendinginan akan tetap terasa. Namun, jika curah hujan berhenti sepenuhnya, suhu malam bisa kembali menghangat meski siang tetap kering.

Bagi masyarakat, fenomena ini adalah pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Cuaca dingin mendadak bisa memicu gejala flu, batuk, dan gangguan pernapasan lainnya, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Meskipun cuaca sejuk ini membawa sedikit kelegaan dari panas terik, masyarakat diimbau tetap waspada. Baju hangat dan konsumsi makanan bergizi tetap penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Fenomena ini, walaupun bukan hal baru secara meteorologis, tetap menjadi kejutan tahunan yang menyentuh hampir seluruh penjuru negeri. Dari dataran tinggi hingga kawasan tropis pesisir, udara dingin seolah menjadi tamu tak diundang yang menyapa hangatnya negeri khatulistiwa.

Untuk sementara, selimut tebal dan minuman hangat menjadi teman terbaik di pagi dan malam hari. Indonesia memang masih di garis ekuator, tapi angin dari selatan tampaknya sedang ingin menunjukkan kuasanya. (*)

You Might Also Like

Israel Ledakkan Pesawat Terakhir Yaman untuk Angkut Jemaah Haji ke Mekkah

RS Indriati Solo Baru Punya PET Scan, Luthfi: Periksa Kanker Tak Perlu Jauh ke Singapura

Pramono Anung Tidak Perlu Viral Seperti Kepala Daerah Lainnya

Senyum Tipis Atalia Muncul, Pilih Diam Soal Proses Cerai

Dewi Perssik Meradang Disindir Soal THR Rp15 Ribu, Langsung Spill Fakta Nominal

TAGGED:bedidigcuaca dingin sampai kapanhawa dinginsuhu dinginsuhu ekstrim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jokowi dan Kaesang Pangarep Siapa Terkuat, Jokowi atau Kaesang? Menerka Ketum PSI
Next Article Final Soekarno Cup 2025: Adu Tajam Wawan vs Ade Ivan, Siapa Jadi Raja Gol?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Rasa Asin di Ujung Tangis, Ternyata Ada Cerita dari Tubuh Kita

Juni 29, 2026
Peserta aksi massa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang ditangkap polisi dalam kondisi terluka dan hidung patah, Kamis (1/5/2025). (bai)
Unik

Catatan Kelam May Day Semarang: Massa Anarkis, Polisi Brutal, Korban Berjatuhan

Mei 4, 2025
Plesir

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Juni 23, 2026
Unik

Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Agustus 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Suhu Dingin Landa Sebagian Besar Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?