Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siapa Terkuat, Jokowi atau Kaesang? Menerka Ketum PSI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Siapa Terkuat, Jokowi atau Kaesang? Menerka Ketum PSI

Persaingan politik di Indonesia kini tak lagi soal antartokoh lintas partai. Kali ini, spekulasi justru mengarah ke lingkaran keluarga—antara ayah dan anak: Jokowi dan Kaesang Pangarep.

Nugroho P.
Last updated: Juni 21, 2025 6:36 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Jokowi dan Kaesang Pangarep
Jokowi dan Kaesang Pangarep
SHARE

NARAKITA, SOLO – Persaingan politik di Indonesia kini tak lagi soal antartokoh lintas partai. Kali ini, spekulasi justru mengarah ke lingkaran keluarga—antara ayah dan anak: Jokowi dan Kaesang Pangarep. Namun, benarkah keduanya sedang bersaing? Atau ini hanya gejolak tafsir publik yang terlalu jauh membaca gerak politik keluarga mantan presiden?

Dalam sebuah pernyataan lugas, Kaesang membantah anggapan bahwa Jokowi akan bersaing dengannya dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Kan enggak mungkin juga anak sama bapak saingan,” ujarnya dengan senyum tenang, usai menyerahkan dokumen pencalonannya di DPP PSI, Sabtu (21/6/2025).

Pernyataan itu datang sebagai respons atas rumor yang mencuat di media sosial dan forum-forum politik, menyusul kemunculan nama Jokowi dalam sejumlah diskusi internal PSI.

Spekulasi ini dinilai sebagian kalangan sebagai pengalihan isu, tapi bagi publik, pertanyaan itu tetap menarik: jika benar bersaing, siapa yang lebih kuat?

Kaesang memang tengah berada di jalur politik cepat. Dalam waktu singkat, ia naik panggung sebagai tokoh muda yang aktif, bahkan kini resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum PSI.

Dalam proses ini, ia mengklaim telah mengantongi dukungan dari 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 75 Dewan Pimpinan Daerah (DPD)—jauh melebihi syarat minimum yang hanya 5 DPW dan 20 DPD.

Menariknya, Kaesang menyebut bahwa seminggu terakhir ia berada di Solo. Di sana, ia berdiskusi dengan ayahnya untuk memastikan arah langkah ke depan, termasuk meminta restu agar tongkat kepemimpinan PSI diserahkan ke tangan generasi muda.

“Saya yakinkan kepada beliau adalah satu: berilah kesempatan kepada anak muda. Anak muda itu bukan pemimpin masa depan, anak muda itu pemimpin masa kini,” ucap Kaesang penuh percaya diri.

Kalimat itu seolah menjadi penanda bahwa Kaesang ingin lepas dari bayang-bayang sang ayah. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai anak Jokowi, tapi berdiri sebagai dirinya sendiri, dengan gagasan dan kekuatan politiknya sendiri.

Tentu, membandingkan kekuatan antara Jokowi dan Kaesang bukan sekadar soal posisi atau jabatan. Jokowi adalah figur nasional yang kenyang pengalaman politik. Namanya melekat dalam sejarah Indonesia modern. Sedangkan Kaesang, meski baru di panggung besar, membawa semangat generasi baru yang lebih cair, digital, dan akrab dengan gaya komunikasi milenial.

PSI, dengan wajah muda dan citra partai progresif, tampaknya menjadi lahan strategis untuk Kaesang menunjukkan taring. Apalagi, ia memasuki partai ini bukan sekadar anggota, tapi langsung masuk gelanggang pencalonan ketua umum.

Berdasarkan ketentuan internal PSI, pemungutan suara akan berlangsung 12–19 Juli 2025 lewat sistem e-voting. Setiap kader memiliki hak suara yang sama, dan hasilnya akan diumumkan bersamaan dengan Kongres PSI di Solo pada 19 Juli.

Publik pun menanti, apakah suara kader akan bulat mengarah ke Kaesang, atau akan ada kejutan dari calon lain. Hingga saat ini, belum ada nama lain yang sekuat dukungan yang dimiliki putra bungsu Jokowi itu.

Namun, pertanyaan tentang siapa yang lebih kuat—Jokowi atau Kaesang—bisa jadi keliru jika dipahami sebagai kompetisi. Karena menurut Kaesang sendiri, kekuatan politik seharusnya tak diturunkan dalam bentuk rivalitas keluarga.

Dalam politik, simbol juga bicara. Dan restu Jokowi kepada Kaesang, jika benar adanya, bisa diartikan sebagai isyarat alih tongkat estafet ke generasi selanjutnya.

Maka, daripada bertanya siapa lebih kuat, mungkin yang lebih relevan saat ini adalah apakah Kaesang benar-benar siap membuktikan kekuatannya—bukan sekadar sebagai anak Jokowi, tapi sebagai pemimpin muda yang berdiri di atas kaki sendiri?

Jawabannya akan terlihat, tak lama lagi, di Solo. Kota tempat semuanya dimulai. (*)

You Might Also Like

Taman Kembang Arum Naik Kelas: Kini Enak Buat Nongkrong

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

511 Sertifikat Tanah Eks PIR Teh Resmi Dibagikan, Petani Banjarnegara Sumringah

Tips Mudik Pakai Mobil Listrik, Gaspol Tanpa Drama

Mbak Ita Curhat Rumah Tangga di Persidangan: Iin Diam-diam Sering Ketemu Alwin di Rumah

TAGGED:jokowi atau kaesangJokowi pilih PSI daripada PPPkursi ketum PSIPSI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, menghadiri prosesi penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of UnderstandingMoU) yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait bidang perumahan pada Jumat (206) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Wali Kota Semarang Dukung Pemerintah Pusat Penuhi Kebutuhan Rumah bagi Rakyat
Next Article Suhu Dingin Landa Sebagian Besar Indonesia, Ternyata Ini Sebabnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Ke Mana Paspampres Venezuela? Masa Presiden Gampang Banget Ditangkap!

Januari 4, 2026
Viral

Sudah Disiarkan Wafat, Kakek di Demak Bangun Pas Dimandikan, Eh Meninggal Lagi

Juni 4, 2026
Tips

Jangan Anggap Sepele Gula Darah Drop Saat Olahraga

September 6, 2026
Kairul Anwar
Unik

Kairul Anwar Jadi Kuasa Hukum Dua Mahasiswa Undip Tersangka Penyekapan Intel Polisi

Mei 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siapa Terkuat, Jokowi atau Kaesang? Menerka Ketum PSI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?