Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sindikat Joki UTBK Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Sindikat Joki UTBK Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi

Awalnya, peserta tersebut terlihat biasa saja seperti peserta ujian lainnya. Namun kecurigaan muncul ketika pengawas mulai mengajak berbicara menggunakan bahasa Madura karena identitas peserta tercatat berasal dari Sumenep, Madura. Anehnya, peserta itu justru tidak memahami percakapan sederhana dalam bahasa Madura.

Nugroho P.
Last updated: Mei 8, 2026 2:57 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Joki UTBK digelandang petugas kepolisian, (ist)
SHARE

BACAAJA, SURABAYA – Dunia pendidikan kembali diguncang kasus yang bikin banyak orang geleng kepala. Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, praktik joki UTBK ternyata masih hidup dan bahkan diduga berjalan rapi selama bertahun-tahun. Kali ini, jaringan besar itu dibongkar oleh Polrestabes Surabaya setelah menemukan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026.

Kasus ini langsung jadi sorotan karena jumlah tersangkanya tidak main-main. Polisi menetapkan 14 orang sebagai tersangka dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari mahasiswa, dokter, pegawai swasta, hingga ASN dan PPPK. Nilai transaksi yang beredar dalam praktik joki ini juga bikin publik tercengang karena mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, menjelaskan kasus ini terbongkar setelah pengawas UTBK di Universitas Negeri Surabaya atau Unesa merasa curiga terhadap seorang peserta berinisial HRE.

Awalnya, peserta tersebut terlihat biasa saja seperti peserta ujian lainnya. Namun kecurigaan muncul ketika pengawas mulai mengajak berbicara menggunakan bahasa Madura karena identitas peserta tercatat berasal dari Sumenep, Madura. Anehnya, peserta itu justru tidak memahami percakapan sederhana dalam bahasa Madura.

Dari situlah dugaan mulai menguat. Setelah diperiksa lebih lanjut, peserta tersebut akhirnya mengakui bahwa identitas yang dipakai bukan miliknya. Polisi kemudian menemukan penggunaan KTP dan ijazah palsu dalam proses pendaftaran UTBK tersebut.

Kasus yang awalnya terlihat seperti pelanggaran biasa ternyata membuka jaringan jauh lebih besar. Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan sindikat joki UTBK yang disebut sudah beroperasi sejak tahun 2017 hingga 2026.

Artinya, praktik curang ini diduga berjalan hampir sembilan tahun tanpa banyak terendus. Selama itu pula, jaringan tersebut disebut melayani peserta dari berbagai daerah yang ingin lolos ke kampus dan jurusan favorit lewat jalan pintas.

Menurut Luthfie, sindikat ini bekerja cukup rapi dan terbagi dalam beberapa klaster. Ada kelompok penerima order, kelompok pemberi order, joki lapangan, hingga tim pembuat dokumen palsu seperti KTP dan ijazah.

Yang bikin publik makin terkejut, tiga orang dokter ternyata ikut masuk dalam daftar tersangka. Selain itu ada pula mahasiswa, pelajar, pegawai swasta, wiraswasta, ASN, dan PPPK yang diduga punya peran masing-masing dalam jaringan tersebut.

Polisi menyebut jaringan ini beroperasi di banyak wilayah, tidak hanya di Jawa Timur. Praktik joki disebut menyasar kampus-kampus di Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan sampai luar Pulau Jawa seperti Kalimantan.

Nilai uang yang berputar dalam bisnis ilegal ini juga sangat fantastis. Untuk satu klien, tarif yang dipatok disebut mencapai Rp500 juta hingga Rp700 juta tergantung jurusan dan kampus tujuan.

Jurusan favorit seperti Fakultas Kedokteran menjadi target paling banyak diminati pengguna jasa joki. Karena persaingan sangat tinggi, biaya yang harus dibayar peserta juga ikut melonjak drastis.

Sementara itu, para joki yang mengerjakan ujian biasanya mendapat bayaran sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta. Namun untuk kampus dan jurusan elite, bayaran joki bisa naik sampai Rp75 juta dalam satu pekerjaan.

Salah satu fakta yang ikut menyita perhatian adalah keterlibatan seorang mahasiswa berprestasi berinisial NRS. Polisi mengungkap mahasiswa tersebut memiliki nilai akademik sangat baik dan bahkan berstatus cumlaude.

Ironisnya, mahasiswa yang seharusnya akan menjalani wisuda pada Oktober mendatang itu justru terseret dalam praktik joki ujian. Menurut polisi, motif ekonomi menjadi alasan utama NRS ikut terlibat dalam jaringan tersebut.

Modus operandi yang dipakai para pelaku cukup sistematis. Peserta asli digantikan oleh orang lain yang punya kemampuan akademik tinggi. Agar lolos pemeriksaan, mereka juga memalsukan berbagai dokumen pendukung mulai dari KTP, ijazah, sampai data pendaftaran UTBK.

Polisi kini juga sudah mengantongi identitas sekitar 114 orang yang diduga pernah menjadi pengguna jasa joki tersebut. Jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah karena penyidik terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang saling terhubung.

Kasus ini akhirnya membuka sisi gelap persaingan masuk perguruan tinggi yang selama ini jarang terlihat di permukaan. Di balik ketatnya seleksi dan impian masuk kampus favorit, ternyata ada bisnis mahal yang menjual kemampuan akademik demi meloloskan peserta lewat jalur curang.

Kini seluruh tersangka dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pendidikan, pemalsuan dokumen, hingga administrasi kependudukan. Sementara publik kembali diingatkan bahwa kursi kampus impian ternyata bukan cuma diperebutkan lewat belajar keras, tetapi juga sempat diperdagangkan lewat jaringan joki yang berjalan diam-diam selama bertahun-tahun. (*)

You Might Also Like

Iming-Iming Sekolah Kedinasan, Pengasuh Ponpes Terseret Kasus

Viral Foto Bobby Nasution Emosi, Tampar Pegawai BUMD

Dasco Klarifikasi Status Kader Gerindra Bupati Tulungagung: Daftar setelah Menjabat

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

TAGGED:sindikat utbksurabayaUTBK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Batuk Pilek Apa Langsung Kasih Antibiotik?
Next Article ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM. Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50Ribu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

New Zealand Ninggal Janji: Korban TPPO Akhirnya Bicara

Januari 12, 2026
Hukum

Bejatnya Psikolog Gadungan, Tipu dan Cabuli Korban di Hotel Semarang

Juni 30, 2026
Salinan surat pemanggilan saksi, berkop Kejaksaan Agung. Dalam surat itu, eks-Pangdam IV/Diponegoro Letjen Widi Prasetijono disebut sebagai tersangka kasus korupsi BUMD Cilacap.
Hukum

Eks-Pangdam Diponegoro Letjen Widi Tersangka Korupsi BUMD Cilacap? Ada Salinan Surat Berkop Kejagung

Februari 12, 2026
Dua perempuan terdakwa perdagangan orang jalani sidang tuntutan di PN Semarang. (ist)
Hukum

Terdakwa Perdagangan Orang Dituntut Hukuman 7 Tahun Penjara, Begini Respons Korban

Februari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sindikat Joki UTBK Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?