Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Ditemukan, BNPB Pastikan Lokasi Sudah Rata dengan Tanah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Ditemukan, BNPB Pastikan Lokasi Sudah Rata dengan Tanah

Deputi Tanggap Darurat BNPB, Budi Irawan, mengatakan, hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ada lagi jenazah yang tertinggal di bawah reruntuhan bangunan.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 7, 2025 12:37 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Bangunan yang ambruk di Pondok Peantren Sidoarjo.
SHARE

BACAAJA, SIDOARJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya memastikan seluruh korban meninggal akibat ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, telah ditemukan. Setelah berhari-hari proses pencarian dilakukan, tim gabungan kini menyatakan operasi pencarian resmi dihentikan.

Contents
Tim DVI Lakukan Identifikasi LanjutanProses Evakuasi Berlangsung IntensSebagian Korban Sudah Diserahkan ke KeluargaData Terbaru: 167 Santri TerdampakTahap Pemulihan dan EvaluasiDoa dan Duka dari Berbagai Kalangan

Deputi Tanggap Darurat BNPB, Budi Irawan, mengatakan, hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ada lagi jenazah yang tertinggal di bawah reruntuhan bangunan.

“Semua korban yang dilaporkan hilang sudah berhasil ditemukan. Berdasarkan perkiraan, ada sekitar 63 korban yang tertimbun di reruntuhan. Saat ini area ponpes sudah rata dengan tanah, jadi kemungkinan masih ada korban di situ sangat kecil,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Ia menyebutkan, dari hasil pencarian, total ada 61 jenazah utuh yang berhasil dievakuasi, sementara tujuh lainnya ditemukan dalam bentuk potongan tubuh. “Dari perkiraan awal 63 korban, kami temukan 61 jenazah dan tujuh bagian tubuh. Kemungkinan besar jumlah korban sesuai dengan data awal, namun tetap akan kami pastikan lagi melalui proses identifikasi,” sambungnya.

Tim DVI Lakukan Identifikasi Lanjutan

Setelah pencarian dinyatakan selesai, tahap berikutnya adalah proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Tim ini bertugas memastikan identitas korban berdasarkan DNA, sidik jari, hingga rekam medis yang diserahkan keluarga.

“Alhamdulillah ponpes sudah rata dan semua area sudah kami periksa. Saat ini tercatat 61 korban meninggal, berarti masih ada dua yang belum bisa kami pastikan dari total perkiraan sebelumnya,” kata Budi.

Tim DVI kini juga meneliti tujuh potongan tubuh manusia yang ditemukan terpisah. Tujuannya adalah memastikan apakah potongan tersebut merupakan bagian dari korban yang sudah teridentifikasi atau justru menunjukkan adanya korban tambahan.

Proses Evakuasi Berlangsung Intens

Proses pencarian korban di Ponpes Al Khoziny memakan waktu cukup lama karena reruntuhan bangunan menimpa area kamar santri. Tim gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bekerja siang malam menggunakan alat berat dan anjing pelacak.

Setiap bagian puing diperiksa secara detail agar tidak ada korban terlewat. “Kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan, makanya kami lakukan pembongkaran total. Sekarang sudah aman dan rata dengan tanah,” tambah Budi.

Para santri yang berhasil diselamatkan sementara ini ditempatkan di beberapa lokasi pengungsian terdekat. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar juga terus mengalir dari berbagai pihak.

Sebagian Korban Sudah Diserahkan ke Keluarga

Hingga Senin malam (6/10/2025) pukul 22.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan mencapai 61 orang, setelah sebelumnya tim menemukan tambahan 12 jenazah. Dari jumlah itu, 17 korban sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh proses penyerahan jenazah dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sesuai prosedur bencana massal. Sementara tujuh potongan tubuh manusia masih diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Keluarga korban yang sudah menerima jenazah terlihat memadati area rumah sakit sejak pagi. Suasana haru dan duka masih menyelimuti prosesi penyerahan tersebut.

Data Terbaru: 167 Santri Terdampak

Data dari posko penanganan darurat mencatat, total korban akibat runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 167 orang. Dari jumlah itu, 104 orang berhasil diselamatkan, sementara sisanya meninggal dunia.

Tim SAR gabungan yang bertugas sejak awal insiden memastikan seluruh area sudah disisir dengan tuntas. Operasi pencarian pun resmi ditutup usai ditemukannya korban terakhir.

BNPB menegaskan, langkah selanjutnya adalah pembersihan area dan persiapan tahap rehabilitasi lokasi. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan tim khusus untuk membantu pemulihan psikis para santri yang selamat.

Tahap Pemulihan dan Evaluasi

Setelah proses evakuasi tuntas, fokus pemerintah kini beralih ke tahap pemulihan. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian PUPR untuk melakukan evaluasi terhadap struktur bangunan ponpes lainnya agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini,” ujar Budi.

Menurutnya, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi lembaga pendidikan keagamaan untuk memperhatikan standar keamanan bangunan. “Kami harap semua pengelola pondok pesantren bisa memastikan bangunan mereka layak huni dan aman bagi para santri,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berencana melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh ponpes di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bahaya akibat bangunan tua atau tidak sesuai standar konstruksi.

Doa dan Duka dari Berbagai Kalangan

Meskipun proses pencarian sudah berakhir, suasana duka masih menyelimuti lingkungan sekitar pondok. Warga setempat bersama relawan dan keluarga korban terus berdatangan untuk memberikan doa bagi para santri yang gugur.

Sejumlah tokoh nasional juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. Doa bersama rencananya akan digelar di Masjid Agung Sidoarjo sebagai bentuk penghormatan kepada korban.

BNPB berharap, semangat gotong royong dan empati masyarakat bisa membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat. “Yang paling penting sekarang adalah memastikan para penyintas mendapat perhatian penuh dan bisa kembali menjalani kehidupan dengan tenang,” tutup Budi. (*)

You Might Also Like

Gedung Ponpes di Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, Ada yang Meninggal

Ijazah Gibran Bakal Dibuka, Relawan Minta Publik Sabar

PDI Perjuangan Pecat Wahyudin Moridu Yang Viral Ngaku Mau “Rampok Uang Negara”

Golkar Geram Banget Sampai Buka Buka Suara, Rudy Gubernur Kaltim Jadi Sorotan

Gagasan Prabowo: Dokter Magang Turun di Lokasi Bencana

TAGGED:bangunan ambrukkorbanpondokPondok pesantren ambrukponpes al khoziny
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ribuan Botol Miras Digilas! Kejari Semarang Gaspol Musnahkan Barang Bukti
Next Article Viral!! Motor Kakek Hilang saat Nonton HUT ke-80 TNI di Monas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Golkar Buka Peluang Hak Angket soal Ijazah Gibran, Begini Respons Jokowi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tak Hadiri Agenda Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Diduga Ada di Luar Negeri

etua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Gerindra Tancap Gas Revisi UU LLAJ, DWS: Beri Perlindungan dan Kepastian Hukum Ojol

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Bayang Bayang PHK PPPK Muncul, Daerah Mulai Ketar Ketir

Maret 31, 2026
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Info

Sosok Andrie Yunus, Aktivis HAM Korban Teror Air Keras: Berani Geruduk Rapat RUU TNI

Maret 14, 2026
Nasional

Prabowo Mau Sulap Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Alasannya

April 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Ditemukan, BNPB Pastikan Lokasi Sudah Rata dengan Tanah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?