Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sehari Tiga Iman, Agustina: Beda Bukan Berarti Berjarak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sehari Tiga Iman, Agustina: Beda Bukan Berarti Berjarak

Dalam satu hari, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambangi tiga rumah ibadah dari tiga komunitas berbeda. Katolik, Kristen, hingga Islam.

T. Budianto
Last updated: Agustus 27, 2026 3:34 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
MAULID NABI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Badan Pengelola Masjid Agung Semarang, Selasa (25/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menjalani agenda yang cukup unik, Selasa (25/8/2026). Dalam sehari, ia mengunjungi tiga rumah ibadah dari komunitas Katolik, Kristen, dan Islam.

Perjalanannya dimulai dari Gereja St Theresia Paroki Bongsari, berlanjut ke GKJ Semarang Timur, lalu ditutup dengan Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Semarang atau Kauman.

Di setiap tempat, benang merah yang dibawa Agustina sama: kerukunan dan harmoni bukan sekadar slogan yang enak dipasang di baliho, tapi harus benar-benar hidup dalam keseharian warga.

Kunjungan pertama dilakukan di Gereja St. Theresia Paroki Bongsari dalam acara Funwalk memperingati HUT ke-58 paroki. Agustina mengapresiasi kebersamaan warga yang selama ini saling mendukung, termasuk saat perayaan keagamaan berlangsung.

“Hari ini ada kegiatan Katolik, Kristen, kemudian nanti peringatan Maulid Nabi di Kauman. Inilah indahnya Kota Semarang, sebuah kebersamaan yang memberikan keberkahan dan kedamaian luar biasa,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Ingatkan RT/RW Soal Batas Wewenang

Menurut Agustina, kebiasaan saling mendukung antarumat beragama merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga Kota Semarang tetap kondusif.

Dukungan itu, kata dia, tak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Saat Natal, Paskah, Maulid Nabi, maupun agenda keagamaan lainnya, warga dari latar belakang berbeda sudah terbiasa ikut menjaga dan mendukung.

“Dukungan pemerintah kota maupun antarumat beragama kita lakukan secara tulus dan ikhlas. Dukungan dari umat agama lain saat perayaan Natal, Paskah, maupun agenda besar keagamaan lainnya menunjukkan betapa kuatnya rasa persaudaraan di kota ini,” tegasnya.

Dari Bongsari, perjalanan Agustina berlanjut ke GKJ Semarang Timur. Di sana, ia menghadiri Festival Paduan Suara Gerejawi Klasis GKJ Semarang Timur. Menariknya, Agustina memakai paduan suara sebagai gambaran kehidupan masyarakat Semarang. Menurutnya, harmoni justru lahir karena setiap suara punya karakter yang berbeda.

“Saya melihat kekuatan paduan suara ada pada harmoni. Setiap karakter suara saling melengkapi hingga tercipta alunan yang indah. Begitu pula Kota Semarang, keberagaman yang dirawat dengan inklusivitas akan melahirkan harmoni kota yang kuat,” tuturnya.

Analogi itu cukup sederhana, tapi kena. Semarang memang tak harus punya suara yang sama untuk bisa terdengar indah. Yang penting, jangan ada yang merasa harus membungkam suara lain.

Maulid Nabi

Rangkaian safari keagamaan kemudian ditutup di Serambi Utama Masjid Agung Semarang. Agustina hadir dalam Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Badan Pengelola Masjid Agung Semarang.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan cuma soal seremoni tahunan. Lebih dari itu, Maulid menjadi pengingat tentang ajaran Rasulullah SAW mengenai akhlak, kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian kepada sesama.

“Maulid Nabi mengingatkan kita pada sosok Rasulullah yang membawa ajaran tentang akhlak, kasih sayang, dan kejujuran. Kecintaan kepada Nabi Muhammad perlu terlihat dalam cara kita memperlakukan orang lain, dengan keramahan dan kesediaan membuka ruang bagi sesama,” katanya.

Di tengah suasana pengajian, Agustina juga mengajak jemaah untuk mendoakan warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Kepedulian warga Semarang, kata dia, juga sudah diwujudkan lewat aksi penggalangan bantuan. Melalui program “Kota Semarang Peduli”, donasi sebesar Rp156 juta untuk korban gempa NTT telah berhasil disalurkan.

Baca juga: Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

“Melalui ‘Kota Semarang Peduli’, dalam waktu singkat kita bergerak bersama dan telah menyalurkan donasi Rp156 juta untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

Menutup agenda, Agustina turut memaparkan kesiapan Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Hingga kini, progres persiapan disebut sudah mencapai 80 persen.

Ia pun mengajak warga Semarang untuk bersiap menyambut sekitar 8.000 hingga 11.000 kafilah dari berbagai daerah di Indonesia dengan keramahan khas warga kota dan suasana yang tetap adem.

Pada akhirnya, pesan dari safari sehari itu sebenarnya cukup gampang dicerna. Semarang punya banyak perbedaan, banyak suara, banyak cara berdoa, dan banyak latar belakang. Tapi kalau semuanya bisa saling menghargai, kota ini tak perlu sibuk mencari harmoni, karena harmoni itu sudah dimainkan setiap hari.

Kadang manusia masih suka ribut karena beda pilihan, padahal paduan suara saja butuh banyak suara berbeda supaya enak didengar. Jadi mungkin yang perlu disetel bukan volume perbedaan, tapi ego masing-masing. (tebe)

You Might Also Like

Hari Pertama Langsung Gaspol, Jateng Borong Empat Emas di Popnas

942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng

Salat Idulfitri Bersama Anak, Luthfi: Lebaran Itu Soal Hati, Bukan Sekadar Hari Raya

Yellow Fun Walk: Cara Santai Wakil Ketua DPRD Jateng Ajakin Warga Hidup Sehat

Sabtu Pagi Kelabu di Semarang, Warga Berselimut ‘Kabut Asap’ Berbau Sangit

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEPAKAT KERJA SAMA - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah sepakat menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Blado, Kabupaten Batang, sebagai bagian dari penguatan sarana pembelajaran berbasis teknologi. PLN Icon Plus dan SMK Negeri 1 Blado Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Next Article Gunung Ungaran Mau Dibor? Tenang, Jalannya Masih Panjang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TOLAK POLITIK UANG: Anggota Bawaslu Kota Semarang, V. Silvania Susanti sedang paparan dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti Politik Uang. (ist)

Bawaslu Semarang Gandeng Kader Parpol Ajak Warga Tolak Politik Uang

SIDAK WNA: Petugas Imigrasi (baju hitam) menyidak WNA yang sedang bekerja di proyek konstruksi di wilayah Demal. (ist)

Imigrasi Sisir Proyek dan Pabrik di Demak, Soroti Aktivitas WNA

Mata Mulai Buram? Bisa Jadi Bukan Sekadar Faktor Usia

Tangan Sering Kesemutan? Jangan Anggap Sepele

Dituduh Ambil Sabun, Siswa Sekolah Rakyat Pati Alami Luka Serius

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

APRESIASI PELANGGAN - PLN Icon Plus mengunjungi rumah salah satu pelanggan di Semarang sebagai apresiasi atas kesetiaan menggunakan layanan internet andal ICONNET.
Info

Apresiasi Pelanggan PLN Icon Plus, Perkuat Kedekatan Masyarakat pada Momentum Hari Anak Nasional 2026

Juli 27, 2026
Pendidikan

Mau Sekolah Gratis Berasrama? SMK Boarding Jateng Buka Pendaftaran

Maret 14, 2026
Eldea bersama Ruth, seekor anjing labrador pelacak narkotika milik Bea Cukai Jateng-DIY.
Kerjo Aneh-aneh

Cerita Eldea si Pawang Anjing Pelacak Bea Cukai yang Ditakuti Bandar Narkoba

September 22, 2025
Penumpang bersiap menaiki bus listrik armada BRT Trans Semarang.
Fokus

Serius Benahi Transportasi Umum, Trans Semarang Jadi Andalan

April 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sehari Tiga Iman, Agustina: Beda Bukan Berarti Berjarak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?