Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang

Kalau pencak silat cuma soal adu kuat, mungkin cukup berhenti di arena. Tapi di Semarang, ribuan pendekar Tapak Suci dikumpulkan dengan misi yang lebih besar: membangun karakter, menjaga persatuan, dan memastikan generasi muda nggak gampang terseret hal-hal yang merusak.

T. Budianto
Last updated: Agustus 9, 2026 10:22 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
APEL PESILAT: Para pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah mengikuti apel saat pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Simpang Lima Semarang, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jawa Tengah lagi kedatangan ribuan pendekar. Sekitar 11 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia, ditambah perwakilan dari lima negara, hadir di Kota Semarang untuk mengikuti Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Sabtu (8/8/2026).

Membuka kegiatan di kawasan Simpang Lima, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pencak silat nggak boleh dilihat sekadar olahraga atau seni bela diri.

Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya yang punya peran besar dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. “Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan,” ujar Luthfi.

Pencak silat juga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Namun, bagi Luthfi, manfaat terbesarnya justru ada pada nilai-nilai yang dibawa.

Baca juga: Gubernur Dorong Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah Jateng

Latihan silat mengajarkan disiplin, kebersamaan, dan keberanian. Nilai-nilai tersebut dianggap penting untuk membangun rasa persatuan dan karakter bangsa.

Luthfi mengaku bangga Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang bisa memperkuat organisasi sekaligus memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan, kekuatan fisik yang dibentuk melalui latihan bela diri harus berjalan beriringan dengan iman, takwa, dan akhlak.

Menurutnya, perpaduan tersebut akan melahirkan sosok pendekar yang bukan cuma kuat secara fisik, tetapi juga punya jiwa kesatria dan keberpihakan kepada masyarakat. “Tapak Suci bersama seluruh kelompok bela diri di Indonesia melatih fisik untuk membentuk jiwa kesatria,” katanya.

Membangun Bangsa

Haedar bahkan mengaitkan semangat tersebut dengan lirik lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.” Baginya, membangun bangsa memang nggak cukup cuma membangun fisik. Kesehatan jiwa dan karakter juga harus diperkuat.

Ia pun mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang terhadap pelaksanaan Muktamar. Menurutnya, hubungan antara Muhammadiyah dan pemerintah perlu terus diperkuat sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Muktamar tersebut juga dihadiri Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menerima penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Listyo berharap hubungan Polri dan Tapak Suci nggak berhenti di seremoni. Ia membuka peluang kolaborasi, termasuk pembukaan cabang latihan di lingkungan kepolisian.

Baca juga: Dua Pesilat Jateng Sumbang Emas

Lebih jauh, ia mengajak para pendekar ikut menjaga generasi muda dari berbagai ancaman. Mulai disinformasi, misinformasi, narkoba, sampai judi online.

Menurutnya, filosofi pendekar yang membela kebenaran dan melindungi kelompok lemah sejalan dengan tugas Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kedisiplinan, kerja keras, dan keuletan para pendekar juga dinilai bisa menjadi modal penting bangsa menghadapi tantangan global.

Di zaman ketika “jagoan” kadang cukup modal komentar pedas di media sosial, Tapak Suci mengingatkan bahwa jadi pendekar punya level tanggung jawab yang lebih tinggi. Otot boleh kuat, pukulan boleh keras, tapi kalau nggak bisa menjaga persatuan dan melindungi yang lemah, ya baru jago silat, belum tentu jago jadi manusia. (tebe)

You Might Also Like

Glowing Instan Bisa Berujung Petaka, dr. Teddy: Gak Segampang Itu, Kecantikan Bukan Sulap

Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal

Seberapa Bersih Udara yang Kita Hirup di Dalam Rumah?

Stefano Lilipaly Kembali Dipanggil Timnas

Angin Datang, Atap Terbang, Pemkot “Gaspol” Bantu Warga Gedawang

TAGGED:muhammadiyahpemprov jatengtapak suci muhammadiyah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu
Next Article TURNAMEN FF--K-RUSH Championship 2026, turnamen Free Fire bakal digelar khusus untuk pelajar SMP di Kota Semarang. (ist) Gratis! Pelajar SMP Semarang Bisa Adu Skill Free Fire di K-RUSH

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!

Agustus 10, 2026
Hukum

Kapal dari Tiongkok Bawa “Oleh-Oleh” 1,3 Ton Ketamine

Agustus 10, 2026
Info

Lautan Ihram Mulai Padati Saudi, Jemaah Indonesia Terus Berdatangan Hari Ini

Mei 8, 2026
PRAJURIT NAKAL - Ilustrasi oknum TNI nakal menghadapi persidangan militer.
Info

Pembungkaman Pers di Tengah Bencana Aceh, Kolonel TNI Paksa Hapus Rekaman Liputan

Desember 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?