BACAAJA, JAKARTA – Ngejaga lahan pertanian tetap eksis, menjadi senjata utama ketahanan pangan. Eits, tapi buka cuma itu.
Lahan pertanian ternyata berperan penting ngejaga bumi dan ngelawan perubahan iklim.
Selama ini pertanian sering dituduh jadi biang kerok emisi. Tapi studi terbaru dari Queensland University of Technology (QUT) bilang: lahan pertanian justru bisa jadi kunci buat melawan perubahan iklim.
Bacaaja: Dari Rob sampai COP: Dilema-Dilema Keadilan Iklim
Bacaaja: Indonesia Darurat Sampah! 10 Juta Ton Plastik Nyemplung ke Laut, DPR Soroti Dampaknya ke Iklim
Riset yang dimuat di jurnal Plant Physiology ini nyusun kerangka kerja gimana inovasi pertanian + biologi sintetik bisa bantu:
- ngurangin emisi gas rumah kaca
- ningkatin kemampuan lahan nyimpen karbon
Profesor Claudia Vickers dari QUT bilang, skala pertanian yang masif bikin sektor ini bukan cuma bagian dari masalah, tapi juga senjata paling kuat buat solusi iklim.
Lahan pertanian dunia diperkirakan menyerap lebih dari 115 gigaton CO₂ per tahun lewat fotosintesis.
Jadi, sedikit upgrade cara tanaman nyerap & nyimpen karbon, kalau diterapkan di seluruh dunia, bisa ngasih efek “buff” gede banget ke iklim.
Gimana Caranya Pertanian Ikut Ngerem Krisis Iklim?
Beberapa poin kunci dari studi ini:
- PR paling urgent: kurangi pemakaian pupuk nitrogen buatan, dampaknya cepat dan signifikan buat nurunin emisi.
- Dalam jangka panjang, biologi sintetik di pertanian (misalnya rekayasa tanaman biar lebih jago nyerap/nyimpen karbon) bisa kontribusi sampai 260 gigaton setara CO₂ dalam 100 tahun ke depan.
- Bukan cuma soal teknologinya canggih atau enggak, tapi: seberapa luas bisa diterapkan di lapangan.
Kalau cuma keren di jurnal tapi nggak bisa dipakai petani, ya percuma.
Win-win: Iklim Aman, Petani Juga Aman
Menurut Vickers, intervensi yang ideal harus:
- layak secara teknis
- masuk akal secara ekonomi
- berkelanjutan & minim ganggu ekosistem
- bisa bantu pangan, pakan, serat, plus pendapatan & keamanan petani
Jadi ini bukan cuma soal “nyelamatin bumi” tapi juga:
- jagain perut orang banyak
- jagain dompet petani
- dan sekalian ngurangin emisi
Vickers nyimpulin: pertanian ada di posisi unik – bisa ngasih makan dunia dan ikut nge-rem krisis iklim.
Tinggal kita fokus ke langkah-langkah yang beneran bisa diukur, diterapkan, dan diperluas.


