BACAAJA, SUMENEP – Kabar bahagia datang dari keluarga besar Abdurrahman Wahid yang kembali mencuri perhatian publik. Putri almarhum, Inayah Wahid, resmi melepas masa lajang dalam sebuah prosesi yang jauh dari kesan mewah, tapi justru terasa hangat dan penuh makna.
Pernikahan Inayah berlangsung dengan suasana sederhana namun tetap berkesan. Ia dipersunting oleh seorang kiai muda lulusan Mesir, Moh. Shalahuddin A. Warits, yang dikenal di lingkungan pesantren dengan panggilan akrab Ra Mamak.
Acara selamatan pernikahan tersebut digelar di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, tepatnya di kawasan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang cukup berpengaruh di Madura.
Suasana pernikahan terasa intim karena hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat. Tak ada kemewahan berlebihan, namun nuansa kebersamaan begitu terasa dalam setiap momen yang dibagikan.
Kabar bahagia ini pertama kali ramai diperbincangkan setelah beredar video singkat di media sosial. Video tersebut disebut sempat diunggah oleh salah satu pengasuh pesantren sebelum akhirnya menyebar luas dan jadi perbincangan publik.
Informasi ini juga diperkuat oleh Fathol Bari dari Ikatan Alumni Annuqayah yang membenarkan bahwa prosesi tersebut memang berlangsung secara sederhana dan khidmat.
Tak hanya itu, kabar pernikahan ini juga dikonfirmasi langsung oleh sepupu Inayah, Vita Wahid, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 6 April 2026.
Dalam unggahan tersebut, Vita membagikan sejumlah potret momen pernikahan yang memperlihatkan suasana hangat penuh kekeluargaan. Ia juga menuliskan kisah perjalanan panjangnya demi bisa hadir di hari bahagia sang sepupu.
“Sesungguhnya karena rasa sayang dan pengen menemani sepupu kesayangan bani Wahid ini yang membawa saya bisa sampai di Guluk-Guluk, Sumenep,” tulisnya.
Ia juga menceritakan perjalanan dari Surabaya menuju Sumenep yang memakan waktu sekitar 4,5 jam sekali jalan. Total sembilan jam perjalanan ditempuh demi menyaksikan langsung momen istimewa tersebut.
Meski melelahkan, perjalanan itu terbayar lunas saat melihat senyum bahagia Inayah dan sang suami. Momen itu disebut sebagai pengalaman yang tak akan terlupakan.
Dalam doa yang dituliskan, Vita berharap rumah tangga Inayah dan Ra Mamak bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh keberkahan.
Potret pernikahan yang beredar memperlihatkan dekorasi bernuansa cokelat dengan sentuhan putih dan rangkaian bunga sederhana. Lampu-lampu kecil menambah suasana hangat dan intim di lokasi acara.
Setelah prosesi berlangsung, terlihat pasangan pengantin duduk santai bersama keluarga. Mereka tampak berbincang ringan sambil menikmati hidangan yang disajikan.
Inayah tampil anggun dalam balutan busana putih dipadukan dengan jarik batik. Hijab putih yang dikenakan memperkuat kesan sederhana namun tetap elegan.
Riasan wajahnya terlihat natural dan tidak berlebihan, memberikan kesan segar dan bersahaja. Penampilannya mencerminkan karakter yang kalem dan hangat.
Sementara itu, Ra Mamak tampil tak kalah sederhana. Ia mengenakan kemeja putih panjang, sarung, serta peci hitam yang menjadi ciri khas santri.
Penampilannya yang sederhana justru mempertegas kesan religius dan bersahaja. Kehadiran sandal sederhana juga menambah kesan santai namun tetap sopan.
Momen kebersamaan setelah akad menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh. Tanpa kemewahan, kebahagiaan justru terasa lebih dekat dan nyata.
Di media sosial, kabar ini langsung disambut hangat oleh warganet. Banyak yang memberikan doa dan ucapan selamat untuk pasangan ini.
“Selamat untuk Nay dan suami, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah,” tulis salah satu pengguna.
Ucapan serupa juga datang dari berbagai akun lain yang ikut merasa bahagia atas kabar pernikahan tersebut.
Sosok Ra Mamak sendiri ternyata memiliki rekam jejak pendidikan yang cukup panjang. Ia menempuh pendidikan di lingkungan Annuqayah sebelum melanjutkan ke berbagai institusi ternama.
Ia pernah belajar di MAK Tebuireng, kemudian melanjutkan studi ke Al-Azhar University dengan fokus pada Bahasa Arab.
Selain itu, ia juga menempuh pendidikan di IAIN Sunan Ampel, serta meraih gelar magister dari Universitas Indonesia.
Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Universitas Gadjah Mada, menjadikannya sosok yang kuat secara akademik.
Sejak 2015, ia aktif sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua insan, tapi juga mempertemukan dua latar belakang kuat: keluarga besar Gus Dur dan dunia pesantren yang kental.
Dengan konsep sederhana yang dipilih, momen ini justru terasa lebih dekat dan menyentuh banyak orang. Sebuah pengingat bahwa kebahagiaan tak selalu harus dirayakan dengan kemewahan.
Kini, doa dan harapan mengalir untuk perjalanan baru Inayah Wahid dan Ra Mamak. Semoga keduanya menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh berkah dan kebahagiaan. (*)


