BACAAJA, BANYUMAS- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meresmikan Rumah Singgah Rehabilitasi Sosial bagi Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di Kabupaten Banyumas, Selasa (23/12/2025).
Fasilitas ini jadi bukti komitmen Pemprov Jateng dalam menghadirkan layanan kesejahteraan sosial yang lebih layak dan bermartabat. Rumah singgah yang mampu menampung hingga 100 orang ini disiapkan sebagai tempat rehabilitasi sosial, bukan sekadar tempat singgah sementara.
Taj Yasin mengapresiasi langkah Pemkab Banyumas yang dinilai peka terhadap persoalan sosial di daerahnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyumas yang sudah aware terhadap persoalan sosial dengan mendirikan rumah singgah ini,” ujar Taj Yasin di sela peresmian.
Baca juga: 452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju
Meski berlokasi di Banyumas, Taj Yasin menegaskan layanan rumah singgah ini bersifat inklusif. Artinya, warga dari luar daerah pun tetap bisa mendapatkan layanan. “Yang dari luar daerah tetap kita fasilitasi dan kita berikan layanan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo menjelaskan, pendirian rumah singgah ini menggunakan skema sharing anggaran antara Pemprov Jateng dan Pemkab Banyumas. Fasilitas yang tersedia juga dirancang memadai untuk mendukung proses rehabilitasi PGOT di Banyumas dan sekitarnya.
Tinjau PPSLU
Di hari yang sama, Taj Yasin juga menyempatkan diri meninjau Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran di Banyumas. Suasana kunjungan berlangsung hangat. Wagub tampak berdialog dan bercanda dengan para lansia penerima manfaat. Para lansia mengaku senang dan nyaman dengan layanan yang diberikan panti di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Kepala PPSLU Sudagaran, Sri Kusumaningrum, menjelaskan bahwa PPSLU Sudagaran fokus pada pelayanan dan perlindungan sosial bagi lanjut usia terlantar. Tujuannya memastikan hak dasar lansia terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara layak dan bermartabat.
Saat ini, PPSLU Sudagaran melayani 90 penerima manfaat. Layanannya meliputi pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, sandang, dan asrama, pendampingan kesehatan, pengurusan KTP dan KIS, hingga bimbingan dan rehabilitasi sosial.
Baca juga: Pemprov Jateng Percepat Sertifikasi Dapur MBG, Keamanan Pangan Tetap Nomor Satu!
Tak hanya itu, PPSLU Sudagaran juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga masyarakat umum.
“Kolaborasi ini kami wujudkan lewat berbagai kegiatan sosial dan program kepedulian yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan lansia,” pungkas Sri. PGOT dapat rumah rehabilitasi, lansia dapat pendampingan, pemerintah bilang ini soal martabat manusia. Tinggal satu PR besar: konsistensi. (tebe)


