BACAAJA, SEMARANG- Jalur menuju kawasan wisata Kota Lama Semarang mulai dibersihkan dari lapak rosok. Satpol PP Kota Semarang menertibkan empat usaha jual beli rosok di Jalan Kolonel Sugiyono, tepatnya di belakang Kantor BPBD Jawa Tengah dan Bapenda Jateng, Kamis (16/7/2026).
Sasaran penertiban adalah tumpukan barang bekas yang dipajang di bahu jalan. Sebagian barang bahkan disita karena mengganggu proyek pembangunan jalur pedestrian yang sedang dikerjakan di kawasan tersebut.
Baca juga: Soal Pengelolaan Kota Lama: “Si Doel” Belajar ke Semarang
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan, penataan dilakukan karena Jalan Kolonel Sugiyono merupakan pintu masuk menuju destinasi wisata Kota Lama. Menurutnya, wajah kawasan itu harus dibuat lebih rapi dan nyaman dipandang.
“Pemkot Semarang saat ini sedang membangun pedestrian di Jalan Kolonel Sugiyono. Jalan tersebut merupakan pintu masuk destinasi wisata Kota Lama sehingga perlu ditata,” kata Kusnandir.
Merusak Pemandangan
Ia menyebut selama ini sejumlah pelaku usaha rosok memanfaatkan bahu jalan hingga saluran air untuk menaruh barang dagangannya. Kondisi itu dinilai merusak pemandangan, mengganggu lalu lintas, sekaligus memunculkan bau tak sedap.
“Kami sudah berulang kali sosialisasi kepada pengusaha rosok. Kami juga sudah komunikasi agar memindahkan tempat usaha. Hari ini kami menertibkan dengan tujuan agar kawasan bersih dan indah,” ujarnya.
Menurut Kusnandir, sejumlah pelaku usaha juga membuat bangunan tambahan di luar bangunan utama sehingga kawasan terlihat semakin semrawut. “Itu kan di luar bangunan induk, mereka juga bikin bedeng-bedeng tambahan. Sepanjang Jalan Kolonel Sugiyono harus steril dari rosok-rosok,” tegasnya.
Baca juga: Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa
Usai penertiban, Satpol PP menjadwalkan kerja bakti di lokasi pada Jumat (17/7/2026) untuk memastikan kawasan benar-benar bersih. Setelah itu, patroli rutin akan dilakukan agar lapak rosok tidak kembali memenuhi jalur menuju Kota Lama.
Kota Lama sedang dipoles agar makin cantik. Kalau pintu masuknya masih dipenuhi tumpukan rosok, wisatawan bisa bingung, ini mau masuk kawasan heritage atau gudang barang bekas. (bae)

