Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petani, Nelayan sampai Pedagang Bakal Diburu Masuk BPJS Ketenagakerjaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Petani, Nelayan sampai Pedagang Bakal Diburu Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Selama ini BPJS Ketenagakerjaan identik dengan pekerja kantoran. Padahal, jutaan petani, nelayan, pedagang, hingga buruh harian juga menghadapi risiko kerja yang sama.

T. Budianto
Last updated: Juli 30, 2026 8:40 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JAMSOSTEK AWARD: Sekda Jateng, Sumarno menyerahkan Jamsostek Award 2026 kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha, dan pelaku UMKM yang dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng bersama BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program Ngopeni Nglakoni sebagai langkah memperluas perlindungan jaminan sosial bagi jutaan pekerja di pedesaan, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.

Program bertajuk “Ngopeni Masyarakat Pekerja Desa, Nglakoni Jaminan Sosial Ketenagakerjaan” itu resmi diperkenalkan bersamaan dengan pelaksanaan Jamsostek Award 2026 di Patra Jasa Semarang Hotel & Convention, Rabu (29/7/2026).

Sekda Jateng, Sumarno mengatakan, tantangan terbesar saat ini bukan lagi mengajak pekerja formal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, melainkan menjangkau pekerja bukan penerima upah yang jumlahnya jauh lebih besar.

“Pekerjaan rumah kita yang lebih berat lagi adalah bagaimana meng-cover yang bukan penerima upah. Mereka yang bekerja di sektor informal itulah yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak,” kata Sumarno usai peluncuran program mewakili Gubernur.

Menurutnya, desa menjadi titik strategis dalam memperluas kepesertaan karena sebagian besar pekerja rentan berada di wilayah pedesaan. Karena itu, pemerintah desa diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca juga: Kejari Bantu Tagih Tunggakan BPJS

“Penduduk kita juga banyak di desa, juga banyak pekerja rentan di sana. Justru itulah yang harus terus kita dorong,” ujarnya. Sumarno menambahkan, masih banyak pekerja informal yang sebenarnya mampu mendaftar secara mandiri, tetapi belum memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi diri sendiri maupun keluarganya.

“Mereka bisa dengan sukarela menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk jaminan. Kalau terjadi sesuatu, ada perlindungan bagi dirinya maupun keluarganya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Cahyaning Indriasari mengungkapkan, fokus utama perluasan perlindungan tahun ini memang diarahkan ke ekosistem desa.

Ia memaparkan, dari sekitar 18,9 juta pekerja di Jateng hingga Juni 2026 baru 5,62 juta pekerja atau sekitar 29,72 persen yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Padahal, target pemerintah pada 2026 mencapai 44,3 persen, sehingga masih ada sekitar 2,75 juta pekerja yang perlu didorong agar memperoleh perlindungan.

“Di balik angka itu ada petani di sawah, nelayan yang melaut, pedagang kecil di pasar, pekerja konstruksi hingga jutaan pekerja informal yang setiap hari bekerja untuk keluarganya. Perlindungan ini bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar Cahyaning.

Ekosistem Desa

Menurutnya, potensi pekerja di ekosistem desa di Jateng mencapai sekitar satu juta orang. Dari jumlah tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya 568 ribu pekerja desa sudah terlindungi pada 2026.

Program Ngopeni Nglakoni juga dirancang tidak hanya sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Selain menjadi sarana percepatan kepesertaan, program ini juga akan digunakan sebagai instrumen monitoring, evaluasi, sekaligus pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang berhasil meningkatkan perlindungan pekerja di wilayahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno juga menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada dua ahli waris pekerja bukan penerima upah.

Santunan Jaminan Kematian sebesar Rp70 juta diberikan kepada ahli waris almarhum Jumeri, pekerja rentan asal Kota Semarang. Sementara ahli waris almarhum Andy Siregar yang bekerja sebagai sopir menerima santunan sebesar Rp42 juta.

Baca juga: Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan Jamsostek Award 2026 kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha, dan pelaku UMKM yang dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Untuk kategori pemerintah kabupaten/kota, Kabupaten Demak meraih juara pertama, disusul Kabupaten Kudus dan Kabupaten Temanggung. Sedangkan pada kategori desa dan kelurahan, Desa Gondosari di Kabupaten Kudus menjadi yang terbaik, diikuti Desa Wurut di Kabupaten Semarang dan Desa Lawu di Kabupaten Sukoharjo.

Risiko kerja tak pernah memilih profesi. Petani bisa kecelakaan di sawah, nelayan di laut, sopir di jalan. Maka kalau perlindungan hanya berhenti di balik pintu kantor, jutaan pekerja desa akan terus bekerja keras tanpa jaring pengaman. (tebe)

You Might Also Like

Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken

20 Rumah Apung Siap Dibangun di Demak

Jateng Pertahankan Guru Non-ASN

Dua Pertiga Pekalongan Tenggelam, Pengungsi Tembus 2.400 Orang

Borobudur Playon Bukan Cuma Kejar Finish, Rp600 Juta Disumbangkan untuk Desa

TAGGED:ahmad luthfibpjs ketenagakerjaanpekerja informalpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden RI, Prabowo Subianto. (gerindra) Prabowo Ajak Tinggalkan Seng, Pilih Atap Tradisional
Next Article PROSES AKREDITASI - RS Samsoe Hidajat tercatat telah meraih akreditasi LAM-KPRS Paripurna, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia. LAM-KPRS Paripurna: Standar Mutu Tertinggi yang Dimiliki RS Samsoe Hidajat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PILOT ASING DITANGKAP - Kolase foto pilot asing dengan kartu identitas Malaysia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena ketahuan selundupkan narkoba berupa 70.000 butir ekstasi.

Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi dalam Koper

Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)

Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan

PROSES AKREDITASI - RS Samsoe Hidajat tercatat telah meraih akreditasi LAM-KPRS Paripurna, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia.

LAM-KPRS Paripurna: Standar Mutu Tertinggi yang Dimiliki RS Samsoe Hidajat

Petani, Nelayan sampai Pedagang Bakal Diburu Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Presiden RI, Prabowo Subianto. (gerindra)

Prabowo Ajak Tinggalkan Seng, Pilih Atap Tradisional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Taj Yasin Puji Cara Muhammadiyah Jateng Jaga Harmoni Sosial

Januari 12, 2026
Info

Libur Akhir Tahun, Kapolda Turun Gunung Cek Posyan Tawangmangu

Desember 24, 2025
Daerah

Luthfi Klaim Tak Ada Desa Tertinggal di Jateng

Januari 15, 2026
Sirkular

Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

Oktober 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petani, Nelayan sampai Pedagang Bakal Diburu Masuk BPJS Ketenagakerjaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?