BACAAJA, SOLO – Bajaj Maxride akhirnya buka suara soal kehadirannya di Kota Solo. Intinya satu, mereka nggak datang buat ngusik ojol, tapi buat nambah pilihan transportasi yang lebih inklusif dan relevan sama kebutuhan warga kota.
Manajemen Max Auto bilang, Bajaj Maxride main di segmen yang beda. Kendaraan roda dua dan roda tiga (bajaj) punya fungsi sendiri, lebih fleksibel, muat banyak, dan bisa dipakai bukan cuma buat ngangkut orang, tapi juga barang.
Jadi bukan substitusi ojol, tapi pelengkap ekosistem transportasi. Agar pilihan masyarakat lebih beragam.
Bacaaja: Bajaj Bikin Angkut Barang Jadi Gampang, Bisa Bikin UMKM Tenang
Bacaaja: Bajaj Lagi Naik Kelas: dari Kendaraan Jadul ke Transportasi Digital
Contohnya udah kelihatan di Yogyakarta. Di sana, banyak hotel, tempat wisata, sampai area komersial yang pakai Bajaj buat shuttle tamu, transport internal, bahkan operasional harian.
Model kayak gini dinilai cocok banget diterapin di Solo yang punya banyak spot wisata, kawasan budaya, dan pusat keramaian.
General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, bilang Bajaj tetap jalan di Solo karena dukungan warga nyata.
“Kami lihat sendiri di media sosial, banyak warga Solo yang support dan pengin Bajaj Maxride tetap ada. Itu yang bikin kami yakin buat terus melayani,” katanya, Minggu (25/1/2026).
Bajaj Maxride juga pengin ngehapus cap “transportasi eksklusif”. Mereka justru buka pintu selebar-lebarnya buat driver ojol yang mau gabung jadi mitra Bajaj.
“Kami pengin buktiin kalau Bajaj itu inklusif. Bukan saingan, tapi bisa tumbuh bareng komunitas driver transportasi lain,” lanjut Antonio.
Soal ketertiban di lapangan, Regional Manager Central Java Bajaj Maxride Bayu Subollah bilang pihaknya aktif komunikasi sama komunitas ojol di Solo. Bahkan, rencana kopdar bareng sudah disiapkan.
“Koordinasi itu penting. Biar operasional aman, tertib, dan nggak ada gesekan,” ujarnya.
Masalah cuan juga nggak luput dibahas. Max Auto mengklaim, penghasilan driver Bajaj di Solo cukup menjanjikan.
Data internal Desember 2025 nunjukin Top 10 driver Bajaj punya pendapatan yang stabil dan kompetitif, dan ini bakal dirilis dalam bentuk data visual.
Kesimpulannya, Bajaj Maxride pengin jadi teman seperjalanan, bukan pesaing. Nambah opsi mobilitas, buka peluang kerja, dan bikin transportasi kota Solo makin beragam. (*)


