BACAAJA, KEDIRI – Cerita dramatis datang dari kawasan Jembatan Gladak Perak, saat sepasang suami istri asal Kediri, Jawa Timur, tak sengaja bersinggungan langsung dengan awan panas Gunung Semeru. Mereka terjatuh dari motor di tengah jalan yang licin dan tertutup abu panas, kemudian tersapu hembusan material panas yang melintas cepat. Rabu malam itu berubah jadi momen menegangkan bagi keduanya.
Menurut Sekda Lumajang, Agus Triyono, pasangan tersebut mengalami luka bakar sekitar 20 persen. Mereka terpelanting karena motor yang dikendarai tergelincir di jembatan yang sudah dipenuhi abu panas akibat guguran awan panas Semeru. Kejadiannya berlangsung cepat, tapi untungnya petugas yang berjaga di lapangan bergerak tanpa menunggu lama.
Agus menjelaskan bahwa laporan awal menyebutkan kondisi jembatan sudah licin sejak awan panas pertama melintas. Korban yang mencoba melintas di momen yang kurang tepat tidak sempat mengantisipasi. Motor amblas, tubuh ikut terhempas, dan abu panas langsung menyapu tanpa kompromi.
Meski begitu, keberadaan petugas di sekitar lokasi jadi penolong utama. Begitu melihat korban jatuh, mereka langsung melakukan evakuasi dan membawa keduanya ke Puskesmas Candipuro untuk penanganan awal. Setelah dipastikan perlu perawatan lebih intensif, keduanya dirujuk ke RS Pasirian pada malam yang sama.
BPBD Lumajang kembali mengingatkan warga untuk tidak memaksakan aktivitas di jalur yang sudah ditandai sebagai zona rawan. Banyak jalan yang licin karena abu panas dan visibilitas menurun membuat risiko kecelakaan semakin besar. Aparat gabungan pun terus menyisir jalur terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang melintas di waktu berbahaya.
Imbauan evakuasi juga terus ditegaskan. Pemerintah Lumajang mengingatkan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, sehingga aktivitas apa pun di area merah harus diminimalkan bahkan dihentikan sementara. Kondisi Semeru yang masih meningkat membuat potensi guguran awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin rapat, pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik. Sementara itu, tim mitigasi bencana tetap bersiaga penuh untuk mengawasi setiap pergerakan masyarakat di sekitar kaki Semeru. Hingga situasi benar-benar aman, upaya preventif terus dijalankan agar tidak ada lagi kejadian serupa. (“*)


