BACAAJA, SEMARANG – Suasana di luar Pengadilan Tipikor Semarang memanas saat massa pendukung Bupati Pati nonaktif, Sudewo, mengawal sidang putusan, Rabu (21/10/2026).
Massa menjebol pagar besi pembatas di sekitar kompleks pengadilan lalu adu dorong dengan petugas kepolisian.
Ketegangan berawal saat massa kecewa karena yang boleh masuk ke area pengadilan hanya sekitar 25 orang. Sementara sisanya harus berada di jalanan.
Massa lantas meminta agar pengadilan menyediakan layar proyektor agar tetap bisa menyaksikan siaran langsung pembacaan surat putusan.
Aksi sempat ricuh. Massa mendesak masuk hingga pagar pembatas roboh.
Polisi langsung meningkatkan pengamanan untuk mencegah massa menerobos ke area utama pengadilan.
Ketegangan mereda setelah pihak pengadilan menyanggupi permintaan massa untuk menyediakan monitor.
Layar itu dipasang di tengah jalan, tepat di luar pagar blokade, sehingga massa bisa mengikuti jalannya persidangan.
Setelah monitor terpasang, orator berterima kasih kepada aparat penegak hukum. Ia juga berjanji massa tidak akan anarkis dan mengingatkan pendukung Sudewo agar tidak mudah terprovokasi.
Massa diminta melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan orang yang dicurigai hendak memancing kericuhan.
Sementara itu, di dalam gedung, majelis hakim yang dipimpin Edwin Pudyono membacakan putusan Sudewo di Ruang Sidang Cakra. Hingga pukul 12.00 WIB, pembacaan putusan masih berlangsung. (bae)

