BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang harus mengakui keunggulan Deltras FC pada lanjutan match day ke-16 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (17/1/2026) malam. Bermodal skuad bintang dan dukungan penuh suporter, Mahesa Jenar malah tumbang tanpa balas.
Sepanjang laga, Rafinha dan kawan-kawan sebenarnya rajin bikin peluang. Tapi ya itu, bola tetap susah diajak kompromi. Dewi Fortuna tampaknya lagi staycation bareng tim tamu. Deltras FC justru tampil dingin dan efektif. Tim asal Sidoarjo itu mengunci kemenangan 3-0 lewat brace pemain asingnya, Nevilla Mbanwei Tengeg, plus satu gol penutup dari Kaka Depriadi.
Laga baru berjalan tiga menit, kiper PSIS Mariyo Fabio Londok sudah diuji oleh Tengeg. Beruntung, refleks cepatnya masih bisa menyelamatkan gawang. PSIS balas menekan. Rafinha mendapat kans lewat tendangan bebas, tapi Panggih Prio Sembhodo masih terlalu sigap di bawah mistar Deltras.
Baca juga: PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan
Petaka datang di menit ke-10. Tengeg melepaskan tembakan yang sempat diblok Otavio Dutra. Sialnya, bola malah berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor 0-1, dan Jatidiri mendadak senyap. Wawan Febrianto nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-18 lewat aksi individu di kotak penalti. Lagi-lagi Panggih jadi penghalang. Hingga menit ke-30, jual beli serangan terjadi, tapi papan skor tetap bandel.
Rafinha kembali mencoba peruntungan di menit ke-33, namun tendangan bebasnya melambung tipis. Esteban Vizcarra pun sempat berdiri bebas jelang turun minum, tapi peluang itu menguap. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Deltras.
Pertahanan Rapat
Masuk babak kedua, Deltras hampir menambah gol lewat kemelut di depan gawang PSIS. Mariyo kembali jadi penyelamat, termasuk saat menepis tendangan Tito Hamzah di menit ke-55. PSIS coba all out. Beto Goncalves dimasukkan di menit ke-75 dengan harapan bisa mengubah cerita. Tapi tembok pertahanan Deltras terlalu rapat, susah ditembus.
Justru Deltras yang kembali mencetak gol di menit ke-78. Umpan cut back Thaufan Hidayat disambar Tengeg dengan tenang. Brace, dan skor berubah jadi 0-2.
Belum cukup, di masa injury time Deltras menutup malam kelam PSIS. Kaka Depriadi lolos dari jebakan offside dan dengan santai menaklukkan Mariyo. Gol ketiga, game over.
Baca juga: Laga Hidup Mati di Jatidiri
Kekalahan telak ini membuat PSIS Semarang semakin terjepit di papan bawah klasemen Championship. Raihan poin yang tersendat membuat peluang Mahesa Jenar untuk bertahan di Liga 2 musim depan kian menipis, sementara laga tersisa makin sedikit dan tekanan makin besar.
PSIS punya peluang, Deltras punya gol. PSIS main di rumah, Deltras pulang bawa pesta. Dan di Jatidiri malam itu, sepak bola seperti bercanda pahit: kalau terus begini, bukan cuma poin yang hilang, harapan bertahan di Liga 2 juga ikut menipis. (tebe)


